Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika http://ejurnalunsam.id/index.php/jisa <p align="justify">Samudra Akuatika adalah jurnal berskala nasional yang terbit setiap enam bulan sekali, yang dikelola oleh Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Samudra. Samudra Akuatika diterbitkan khusus untuk diseminansi hasil - hasil penelitian dan pemikiran dibidang Budidaya Perairan, Perikanan, dan Ilmu-Ilmu Akuatik lainnya.</p> en-US Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Prevalensi Endoparasit pada Lambung dan Usus Ikan Gabus (Channa striata) http://ejurnalunsam.id/index.php/jisa/article/view/1024 <p>Ikan gabus (Channa striata) merupakan ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Namun dalam masa pemeliharaannya masih menemui beberapa kendala termasuk penanganan penyakit diakibatkan oleh parasit. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis endoparasit yang menginfeksi lambung dan usus ikan gabus (Channa striata) serta menentukan tingkat prevalensi jenis-jenis endoparasit. Sebanyak 36 ekor ikan gabus (Channa striata) yang diambil dengan menggunakan seser kemudian dilakukan pengamatan di Laboratorium Balai Benih Ikan (BBI) Air Tawar Bantimurung Kabupaten Maros untuk melihat keberadaan endoparasit pada organ lambung dan usus ikan gabus. Pemeriksaaan endoparasit dilakukan dengan cara pengamatan pada permukaan dalam dari lambung dan usus ikan gabus. Dari hasil penelitian ditemukan beberapa jenis endoparasit yang menginfeksi organ lambung ikan gabus yaitu Neobenedenia pargueraenis dengan prevalensi 5,55%, sedangkan yang menginfeksi organ usus ikan gabus (Channa striata) yaitu Diphyllobothriumlatum, Hexostoma sp. dan Mecoderus sp. dengan prevalensi 16,67%. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkat prevalensi endoparasit yang menginfeksi organ lambung dapat dikategorikan kadang-kadang (occasionally) sedangkan tingkat prevalensi endoparasit yang menginfeksi organ usus dapat dikategorikan sering (often) menginfeksi ikan gabus (Channa striata).</p> Darsiani darsiani ##submission.copyrightStatement## 2019-01-13 2019-01-13 2 2 1 8 Intensitas Kebisingan Mesin Serbaguna Pada Perahu Gillnet Di Pangkalan Pendaratan Ikan Pangandaran http://ejurnalunsam.id/index.php/jisa/article/view/858 <p><em>Engine of gillnetter at Pangandaran Fish Landing Base are still exist using multipurpose engine as propulsion machine, because the price is affordable, easy to maintain and to get the spare parts to repair the machine. The purpose of the study are to identify the value of noise generated by the multipurpose engine when operated, and determine the feasibility of multipurpose engine as a propulsion machine on a gillnetter, from the noise level generated. The research was applied case study method, on 10 gillnetter that are use multipurpose engine as propulsion machine. The results showed that, the noise value generated by gillnetter in Pangandaran ranges from 66 to 74 dB with an average 64,4 to 73,2 dB. The noise value generated by multipurpose engine for 4 continues hours was not exceed the noise intensity of the Threshold Limit Value (TLV), which was 88 dB, so that the multipurpose engine are suitable to be used as a propulsion machine on a gillnetter.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>Mesin perahu <em>gillnet</em> di Pangkalan Pendaratan Ikan Pangandaran masih ada yang menggunakan mesin serbaguna sebagai mesin penggerak, hal ini disebabkan oleh harganya yang terjangkau, mudah dalam perawatan dan mudah dalam perolehan “<em>spare part</em>” untuk perbaikan mesin. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi nilai kebisingan yang dihasilkan oleh mesin serbaguna saat dioperasikan dan menentukan kelayakan mesin serbaguna sebagai alat penggerak kapal pada perahu <em>gillnet</em>, ditinjau dari tingkat kebisingan yang dihasilkan. Metode yang digunakan yaitu studi kasus, pada 10 unit perahu <em>gillnet</em> yang masih menggunakan mesin serbaguna. Berdasarkan hasil penelitian, nilai kebisingan yang dihasilkan oleh perahu <em>gillnet</em> di Pangandaran berkisar dari 66-74 dB dengan rata-rata 64,4-73,2 dB. Nilai kebisingan yang dihasilkan oleh mesin serbaguna selama 4 jam kontinyu berada di bawah nilai ambang batas (NAB) kebisingan yaitu 88 dB sehingga mesin serbaguna layak digunakan sebagai alat penggerak kapal pada perahu <em>gillnet</em>.</p> <p>&nbsp;</p> Sayyid Sabiq Fis Purwangka ##submission.copyrightStatement## 2019-01-13 2019-01-13 2 2 9 21 STATUS KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA LAMPULO http://ejurnalunsam.id/index.php/jisa/article/view/1008 <p>Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo sebagai salah satu Pelabuhan Perikanan terbesar di Provinsi Aceh diharapkan dapat memberikan dukungan terutama di bidang perniagaan perikanan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui status keberlanjutan pengelolaan Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo terutama pada dimensi ekologi, sosial budaya dan teknologi. Pendekatan rapfish digunakan untuk menganalisis status keberlanjutannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi ekologi merupakan dimensi yang memiliki nilai indeks keberlanjutan yang&nbsp; paling rendah&nbsp; yaitu sebesar 46,32 dengan status kurang berkelanjutan. Persepsi masyarakat mengenai kelimpahan ikan menjadi atribut yang paling mempengaruhi dimensi ekologi.</p> andriani andriani Indra M.P. ##submission.copyrightStatement## 2019-01-14 2019-01-14 2 2 22 29