Abstract

Kebijakan pengendalian jumlah penduduk di Kabupaten Aceh Tengah dihadapkan pada persoalan penurunan kualitas penduduk dengan tingginya jumlah imigran yang masuk. Penelitian ini ingin menjawab serangkaian permasalah migrasi dengan menelaah secara mendalam pola migrasi penduduk dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian dilakukan pada 14 kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah, dengan model estimasi migrasi data cross section. Model migrasi yang dihasilkan membagi model dalam lingkup sosial, ekonomi/ketenagakerjaan, dan infrastruktur. Pola migrasi risen yang masuk di Kabupaten Aceh Tengah secara sosial dipengaruhi oleh faktor pendidikan, beban ketergantungan yang tinggi, fasilitas kesehatan. Sementara dalam lingkup ekonomi, tingkat partisipasi angkatan kerja dan jumlah penduduk bekerja menambah tingginya migrasi risen yang masuk.
Dalam lingkup infrastruktur penduduk akan bergerak secara masif terjadi karena faktor akses perumahan dan sumber penerangan listrik. Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah diharapkan dapat responsif dalam membuat perencanaan pembangunan yang berbasis kependudukan dengan memperhatikan faktor migrasi penduduk di daerah tersebut.