KARAKTERISTIK PERUSAHAAN KONSTRUKSI KUALIFIKASI KECIL DALAM PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN RESIKO DI KABUPATEN ACEH TIMUR, ACEH TAMIANG DAN KOTA LANGSA

Main Article Content

Yulina Ismida
Ipak Neneng Mardiah Bukit
Yusnawati Yusnawati

Abstract

Kemampuan perusahaan konstruksi kualifikasi kecil terhadap pengelolaan resiko proyek merupakan kemampuan strategis dalam pengelolaan proyek konstruksi. Karakterisitik proyek yang bersifat sementara dengan sumber daya yang terbatas, memberikan peluang terjadinya resiko sangat tinggi. Manajemen resiko seharusnya diterapkan sejak awal inisiasi proyek dan harus menjadi bagian integral dari keseluruhan daur hidup proyek. Namun demikian, tidak semua perusahaan konstruksi kualifikasi kecil memiliki keamampuan dalam perencanaan resiko. Tahapan dalam manajemen resiko ada enam yaitu perencanaan resiko, identifikasi resiko, analisis resiko, penanganan resiko, monitoring dan evaluasi resiko dan pengawasan resiko. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan gambaran karakter perusahaan konstruksi kualifikasi kecil dan apa yang dilakukan perusahaan dalam tahapan sistem manajemen resiko tersebut. Lokasi penelitian adalah perusahaan konstrukis di tiga Kabupaten/Kota Kabupaten Aceh Timur, Aceh Tamiang dan Kota Langsa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan interview (wawancara) dan penyebaran angket (kuesioner). Pengujian yang dilakukan adalah validitas dan reliabilitas menggunakan Pearson Correlation Product Moment (PPM) dan Cronbach Alpha coefficient. Analisa hasil kuesioner menjelaskan prioritas resiko, dan dilanjutkan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mendapatkan hirarki antar variable dalam kuesioner. Batasan penelitian adalah empat tahapan pelaksanaan manajemen resiko yaitu identifikasi, analisis, pengananan dan monev resiko. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuesioner bernilai valid dengan nilai koefisien reliabilitas sebesar 0.828 dibandingkan dengan nilai rtabel = 0.274. Berdasarkan metode AHP, keterkaitan antar kriteria menunjukkan prioritas manajemen resiko adalah pada pengananan resiko. Sedangkan masing-masing elemen menunjukkan prioritas terhadap identifikasi jadwal pelaksanaan proyek, analisis sensitifitas alternatif penanganan, menghindari terjadinya resio dan koreksi desain. Prioritas yang dipilih oleh responden memberikan penilaian terhadap penerapan manajemen resiko oleh perusahaan kualifikasi kecil yang masih rendah.

Article Details

Section
Articles