GRAVITASI: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains
https://ejurnalunsam.id/index.php/JPFS
<p>GRAVITASI: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains merupakan jurnal peer-reviewed, yang diterbitkan secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember oleh Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Samudra. Gravitasi: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains ini berisikan artikel hasil penelitian ataupun hasil kajian studi literatur di bidang kajian Pendidikan Fisika dan Sains Fisika dengan scope: penerapan dan pengembangan model pembelajaran, Pengembangan media pembelajaran, kajian kurikulum, pembelajaran berbasis praktikum dan implementasi aplikasi terapan bidang sains fisika: Gravitasi, Termodinamika, Ilmu Bumi dan Antariksa, Sains Kebumian, Sains Komputasi, dll.</p>Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Samudraen-USGRAVITASI: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains2715-548XKajian Deskriptif Tata Ruang dan Fasilitas Laboratorium IPA Terpadu di SMAN 3 Langsa
https://ejurnalunsam.id/index.php/JPFS/article/view/15118
<p><em>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kondisi tata ruang dan fasilitas Laboratorium IPA Terpadu SMAN 3 Langsa berdasarkan sepuluh aspek, yaitu fungsi ruang, tata letak meja praktikum, wastafel, ruang penyimpanan, ruang persiapan, ruang pengelola, pencahayaan, ventilasi, fasilitas keselamatan, dan akses evakuasi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan kerangka evaluatif. Data dikumpulkan melalui observasi satu kali selama dua jam ketika laboratorium tidak digunakan, wawancara semiterstruktur dengan seorang guru IPA pengelola laboratorium, dan dokumentasi. Fokus pengamatan disusun dengan mengacu pada Permendikbudristek Nomor 22 Tahun 2023, Peraturan Kepala BSKAP Nomor 048/H/KU/2023, serta literatur pengelolaan dan keselamatan laboratorium. Hasil menunjukkan bahwa ruang penyimpanan telah tersedia; ruang utama dan delapan meja praktikum dapat digunakan, tetapi ruang gerak tampak terbatas; serta enam wastafel tersedia, namun hanya satu yang berfungsi. Ruang persiapan dan ruang pengelola belum tersedia. Pencahayaan tampak belum merata dan sirkulasi udara dipersepsikan belum optimal, tetapi keduanya memerlukan pengukuran teknis. SOP dan APAR telah tersedia, sedangkan keterbacaan, aksesibilitas, dan kesiapan teknisnya belum diverifikasi. Pintu menuju balkon belum terhubung dengan akses lanjutan ke area aman sehingga belum mendukung fungsi jalur evakuasi alternatif. Temuan ini menggambarkan kondisi laboratorium pada saat pengumpulan data dan dapat menjadi dasar awal untuk perbaikan fasilitas serta pemeriksaan lanjutan.</em></p>Khasifa ZailaRia RahayuNur AiniDifa Ardila Zebua
Copyright (c) 2026 GRAVITASI: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains
2026-08-222026-08-2290211010.33059/gravitasi.jpfs.v9i02.15118Studi Literatur : Penggunaan Desmos sebagai Media Visualisasi Konsep Diferensial dan Integral dalam Materi Kinematika Gerak
https://ejurnalunsam.id/index.php/JPFS/article/view/14868
<p>Integrasi antara matematika dan fisika memiliki peran yang sangat penting dalam menjelaskan berbagai fenomena <br>alam serta mengembangkan pemahaman ilmiah peserta didik. Dalam pembelajaran fisika, konsep-konsep matematika <br>digunakan sebagai alat untuk merepresentasikan hubungan antar besaran fisika secara kuantitatif. Namun, pada <br>praktiknya banyak peserta didik mengalami kesulitan dalam menghubungkan representasi matematis dengan makna <br>fisik yang terkandung di dalamnya. Konsep turunan dan integral, yang merupakan bagian fundamental dari kalkulus, <br>sering kali dipahami hanya sebagai prosedur perhitungan matematis tanpa memahami fungsinya sebagai representasi <br>laju perubahan dan proses akumulasi dalam berbagai fenomena fisika. Kondisi tersebut dapat menyebabkan munculnya <br>miskonsepsi serta rendahnya pemahaman konseptual peserta didik terhadap materi kinematika. Oleh karena itu, <br>diperlukan media pembelajaran yang mampu menjembatani hubungan antara konsep matematika dan fenomena fisika <br>secara lebih konkret dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi penggunaan Desmos Graphing <br>Calculator sebagai media visualisasi dalam membantu pemahaman konsep turunan dan integral pada materi <br>kinematika gerak. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai jurnal ilmiah, buku, dan <br>hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan pendidikan matematika, pembelajaran fisika, dan pemanfaatan <br>teknologi digital dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Desmos mampu menyajikan representasi grafis <br>yang dinamis dan interaktif sehingga memudahkan visualisasi hubungan antara posisi, kecepatan, dan percepatan. <br>Melalui fitur-fitur yang tersedia, peserta didik dapat memahami turunan sebagai laju perubahan sesaat dan integral <br>sebagai akumulasi suatu besaran secara lebih intuitif. Dengan demikian, Desmos berpotensi menjadi alternatif media <br>pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual serta mengurangi miskonsepsi pada <br>pembelajaran fisika.</p>Resty Dwi AsryWanda PrastiwiAgnes VikarahmaArfatin Nurrahmah
Copyright (c) 2026 GRAVITASI: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains
2026-10-302026-10-30902112310.33059/gravitasi.jpfs.v9i02.14868Pengaruh Penambahan Karbon Aktif pada Proses Elektrokoagulasi terhadap Kualitas Palm Oil Mill Effluent (POME)
https://ejurnalunsam.id/index.php/JPFS/article/view/14950
<p><em>Limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) merupakan salah satu jenis limbah industri yang memiliki kandungan bahan organik, padatan terlarut, serta nilai Chemical Oxygen Demand (COD) yang tinggi sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak diolah dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi metode elektrokoagulasi dan karbon aktif dalam menurunkan kandungan pencemar pada limbah cair POME. Proses elektrokoagulasi dilakukan menggunakan elektroda logam, kemudian dilanjutkan dengan penambahan karbon aktif sebagai adsorben dengan variasi massa 3 gram dan 6 gram. Parameter yang dianalisis meliputi pH, Total Dissolved Solids (TDS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), dan COD sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses elektrokoagulasi dan penambahan karbon aktif mampu meningkatkan kualitas limbah cair POME yang ditandai dengan meningkatnya nilai pH dari 6,4 menjadi kondisi basa serta menurunnya nilai TDS, BOD, dan COD. Perlakuan dengan penambahan 3 gram karbon aktif menghasilkan penurunan BOD dan COD terbaik, masing-masing sebesar 7 mg/L dan 21 mg/L, sedangkan penambahan 6 gram karbon aktif memberikan penurunan TDS terbaik hingga 46,41 mg/L. Penurunan parameter pencemar terjadi karena proses elektrokoagulasi menghasilkan flok yang dapat mengikat dan mengendapkan partikel pencemar, sementara karbon aktif mengadsorpsi senyawa organik terlarut yang masih tersisa. Dengan demikian, kombinasi elektrokoagulasi dan karbon aktif berpotensi menjadi metode pengolahan limbah cair POME yang efektif, sederhana, dan ramah lingkungan.</em></p> <p> </p>Elsa ShalsabillaJiyan AgustinIndah Mayanisyah Putri TanjungNadilaNur Khalizah HasibuanMiftahul Husnah
Copyright (c) 2026 GRAVITASI: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains
2026-10-302026-10-30902242910.33059/gravitasi.jpfs.v9i02.14950Analisis Kesenjangan Kondisi Aktual Sarana Laboratorium Fisika SMA Berdasarkan Tingkat Akreditas dan Wilayah Kabupaten
https://ejurnalunsam.id/index.php/JPFS/article/view/15466
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi aktual sarana laboratorium fisika, menganalisis tingkat pemenuhan standar ideal, menghitung persentase kesenjangan, serta membandingkan pola pemenuhan berdasarkan akreditasi dan wilayah sekolah. Penelitian dilaksanakan pada September–Oktober 2026 di empat SMA Negeri di Sulawesi Tengah, yaitu SMA Negeri 2 Palu, SMA Negeri 9 Palu, SMA Negeri 7 Sigi, dan SMA Negeri 1 Ampibabo. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang didukung analisis kuantitatif deskriptif. Data diperoleh melalui angket kondisi sarana laboratorium yang diisi oleh kepala laboratorium atau pihak yang bertanggung jawab dengan indikator mengacu pada benchmark berdasarkan Permendikbudristek Nomor 22 Tahun 2023. Pemenuhan dan kesenjangan dihitung berdasarkan skor ideal 35 butir instrumen dengan skor maksimum 140. Hasil menunjukkan bahwa SMA Negeri 2 Palu memperoleh pemenuhan sebesar 72,14% dan kesenjangan 27,86%, sedangkan SMA Negeri 9 Palu memperoleh pemenuhan 65,71% dan kesenjangan 34,29%. SMA Negeri 1 Ampibabo mencatat pemenuhan tertinggi, yaitu 78,57%, dengan kesenjangan 21,43%. Sementara itu, SMA Negeri 7 Sigi memperoleh pemenuhan 60% dan kesenjangan 40%. Temuan menunjukkan bahwa sekolah di wilayah perkotaan tidak selalu memiliki tingkat pemenuhan sarana lebih tinggi daripada sekolah di kabupaten. Kesenjangan berkaitan dengan keterbatasan alat praktikum, fasilitas keselamatan, penyimpanan alat, serta penggunaan ruang laboratorium sebagai kelas setelah bencana gempa. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dan pemangku kebijakan untuk menentukan prioritas pemeliharaan, pengadaan, dan peningkatan sarana laboratorium fisika guna mendukung kegiatan praktikum secara lebih efektif. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi aktual setiap sekolah terhadap kriteria ideal yang sama agar hasil evaluasi dapat ditafsirkan konsisten pada seluruh lokasi penelitian.</em></p>Nur AfniRismawatyRatmanMarungkil Pasaribu
Copyright (c) 2026 GRAVITASI: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains
2026-10-302026-10-30902303710.33059/gravitasi.jpfs.v9i02.15466Upaya Guru IPA Menyelaraskan Teori dan Praktik Pembelajaran di SMP Negeri dan MTs
https://ejurnalunsam.id/index.php/JPFS/article/view/15442
<p><em>This study aims to describe science teachers’ efforts to align theoretical understanding with practical application, identify the forms of practical activities and facility utilization, uncover teachers’ adaptation strategies under limited resources, and explore the support received and expected from schools. Conducted in October 2026 at SMP Negeri 1 Ampibabo and MTs Al Khairaat Pangi in Parigi Moutong Regency, Central Sulawesi, this research employs a descriptive qualitative approach with a multi-site case study design. Two science teachers, one from each school, were selected as informants through purposive sampling. Data were collected via questionnaires (12 Likert-scale items and three open-ended questions), in-depth interviews (17 questions organized into four thematic sections), and documentation. Qualitative data were analyzed following the interactive model proposed by Miles, Huberman, and Saldaña, while quantitative data were analyzed using descriptive statistics. The results show an overall average score of 3.96 for theory–practice alignment efforts, falling in the "Frequently" category. Core strategies adopted by both teachers include linking learning materials to daily life, utilizing the environment as a learning resource, employing simple teaching aids, and conducting post-practice reflection to reconnect observations back to theoretical concepts. Laboratory availability influenced the format of practical activities — the teacher at the public junior high school made use of the laboratory, whereas the teacher at the Islamic junior high school, which lacks a laboratory, compensated by borrowing equipment and using the school environment as a natural laboratory — yet facility availability did not determine the success of alignment. Key barriers include resource limitations and uneven school support. The findings highlight the importance of equitable resource provision policies and sustainable professional development programs rooted in science teacher communities</em></p>JihanFikri SetiawanRatmanMarungkil Pasaribu
Copyright (c) 2026 GRAVITASI: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains
2026-10-302026-10-30902384610.33059/gravitasi.jpfs.v9i02.15442