Jurnal Samudra Bahasa https://ejurnalunsam.id/index.php/JSB <p align="justify">Jurnal Samudra Bahasa, nama tersebut dipilih sebagai upaya untuk tetap menjadikan keterampilan berbahasa sebagai landasan pengembangan ilmu pengetahuan. &nbsp;Jurnal ini memuat artikel tentang bahasa, sastra Indonesia, dan pengajarannya. Jurnal Samudra Bahasa diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra, Jurnal samudra ini terbit dua kali dalam setahun.&nbsp; Terbitan pertama pada tahun berjalan adalah bulan Januari dan terbitan kedua adalah bulan Juli. Setiap kali terbit, jurnal ini memuat tujuh artikel yang mengkaji dan membahas masalah pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Jurnal ini memuat artikel hasil penelitian, gagasan konseptual, yang ditulis dalam bahasa Indonesia.</p> en-US jokohariadi@unsam.ac.id (Joko Hariadi, S.Pd., M.Pd.) muhammad.arif.fadhilah@unsam.ac.ic (Muhammad Arif Fadhilah) Sat, 07 Mar 2026 15:02:22 +0000 OJS 3.1.2.0 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 KAJIAN PRAGMATIK TERHADAP PENGGUNAAN DEIKSIS DALAM CERPEN “SAYAP DI BUMI FANA” KARYA SABRINA https://ejurnalunsam.id/index.php/JSB/article/view/13870 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penggunaan deiksis dalam cerpen “Sayap di Bumi Fana” karya Sabrina berdasarkan kajian pragmatik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis pragmatik. Data penelitian berupa satuan lingual yang mengandung unsur deiksis, meliputi kata, frasa, dan kalimat yang terdapat dalam teks cerpen. Data dianalisis dengan cara mengklasifikasikan jenis-jenis deiksis serta menafsirkan fungsinya dalam konteks penceritaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan deiksis dalam cerpen “Sayap di Bumi Fana” cukup dominan dan berperan penting dalam membangun kejelasan makna, alur cerita, serta hubungan antartokoh. Jenis deiksis yang ditemukan meliputi deiksis orang, deiksis tempat, deiksis waktu, deiksis wacana, deiksis sosial, dan deiksis penunjuk. Deiksis orang merupakan jenis yang paling sering digunakan dan berfungsi menegaskan sudut pandang tokoh serta relasi emosional dalam cerita. Deiksis tempat dan waktu berperan dalam memperjelas latar dan urutan peristiwa, sedangkan deiksis wacana menjaga keterpaduan teks. Deiksis sosial dan deiksis penunjuk memperkuat makna relasional, situasional, serta pesan moral yang terkandung dalam cerpen. Dengan demikian, penggunaan deiksis dalam cerpen ini tidak hanya bersifat gramatikal, tetapi juga berfungsi sebagai strategi pragmatik dalam membangun makna kontekstual dan kedalaman pesan cerita.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> pragmatik, deiksis, cerpen Sayap di Bumi Fana</p> Kristina Natalia Situmorang, Martua Reynhat Sitanggang Gusar, Taruli Hutajulu, E M. Rivaldo Sinukaban Copyright (c) 2026 Jurnal Samudra Bahasa https://ejurnalunsam.id/index.php/JSB/article/view/13870 Fri, 27 Feb 2026 05:59:41 +0000 ANALISIS TINDAK TUTUR EKSPRESIF PADA CERPEN AMBISI SANDRA KARYA CIPTA NUR MAGHFIRA https://ejurnalunsam.id/index.php/JSB/article/view/13873 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk serta fungsi tindak tutur ekspresif dalam cerpen Ambisi Sandra karya Cipta Nur Maghfira. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Data penelitian berupa tuturan tokoh, baik dialog maupun monolog, yang mengandung unsur tindak tutur ekspresif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan dengan menerapkan triangulasi teori, data, dan peneliti untuk menjamin keabsahan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur ekspresif yang paling dominan dalam cerpen <em>Ambisi Sandra</em> adalah tindak tutur mengkritik, diikuti oleh tindak tutur memuji dan mengucapkan terima kasih. Tindak tutur ekspresif mengkritik muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari kritik normatif, meremehkan, hingga mencibir, yang mencerminkan tekanan sosial dan emosional yang dialami tokoh utama. Sementara itu, tindak tutur memuji dan mengucapkan terima kasih berfungsi sebagai penguatan psikologis serta penyeimbang emosional dalam alur cerita. Secara keseluruhan, tindak tutur ekspresif dalam cerpen ini berperan penting dalam membangun konflik, menggambarkan kondisi psikologis tokoh, serta menyampaikan pesan moral mengenai pentingnya dukungan dan apresiasi terhadap perjuangan individu dalam meraih passion dan tujuan hidupnya.</p> Gresia Purba, Tia Simanjuntak, Naomi Situmorang, Martua Reynhat Sitanggang Gusar Copyright (c) 2026 Jurnal Samudra Bahasa https://ejurnalunsam.id/index.php/JSB/article/view/13873 Fri, 27 Feb 2026 06:41:02 +0000 ANALISIS TINDAK TUTUR KOMISIF DALAM CERPEN “JENUH YANG MENGERUH” KARYA TZABEEH https://ejurnalunsam.id/index.php/JSB/article/view/13897 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur komisif dalam cerpen <em>“Jenuh yang Mengeruh”</em> karya Tzabeeh dengan menggunakan pendekatan pragmatik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dengan sumber data berupa teks cerpen <em>Jenuh yang Mengeruh</em>. Data penelitian berupa kutipan tuturan tokoh yang mengandung unsur tindak tutur komisif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan tuturan berdasarkan jenis tindak tutur komisif menurut teori Searle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam cerpen tersebut ditemukan tiga bentuk tindak tutur komisif, yaitu berjanji, mengancam, dan menyatakan kesanggupan. Dari ketiga bentuk tersebut, tindak tutur menyatakan kesanggupan merupakan jenis yang paling dominan. Dominasi tindak tutur ini mencerminkan kondisi psikologis tokoh utama yang berusaha menunjukkan kesiapan dan kemampuan diri dalam menghadapi tuntutan lingkungan serta konflik batin yang dialaminya. Tindak tutur komisif dalam cerpen ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi antar tokoh, tetapi juga berperan penting dalam membangun karakter, memperdalam konflik, serta mengungkap makna implisit yang berkaitan dengan pergumulan batin dan pencarian makna hidup. Dengan demikian, kajian pragmatik melalui analisis tindak tutur komisif terbukti efektif dalam mengungkap dimensi linguistik dan psikologis dalam karya sastra.</p> <p><strong><em>Kata kunci: pragmatik, tindak tutur komisif, cerpen, Jenuh yang Mengeruh, analisis bahasa sastra</em></strong></p> Megah Manurung, Martua Reynhat Sitanggang Gusar, Tio Elisabeth Sigiro, Tamara Indah Siahaan Copyright (c) 2026 Jurnal Samudra Bahasa https://ejurnalunsam.id/index.php/JSB/article/view/13897 Fri, 27 Feb 2026 09:14:37 +0000 KAJIAN FEMINISME DALAM BUKU PEREMPUAN DALAM HIDUP SUKARNO BIOGRAFI INGGIT GARNASIH KARYA RENI NURYANTI https://ejurnalunsam.id/index.php/JSB/article/view/14173 <p>Penelitian ini membahas tentang kajian feminisme yang terdapat dalam buku <em>Perempuan dalam Hidup Sukarno Biografi Inggit Garnasih</em> Karya Reni Nuryanti. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu bagaimana kajian feminisme yang terdapat dalam buku <em>Perempuan dalam Hidup Sukarno Biografi Inggit Garnasih</em> Karya Reni Nuryanti. Adapun tujuan penelitian yang dilakukan yaitu untuk mendeskripsikan kajian feminisme yang terdapat dalam buku <em>Perempuan dalam Hidup Sukarno Biografi Inggit Garnasih</em> Karya Reni Nuryanti. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deksriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah buku <em>Perempuan dalam Hidup Sukarno Biografi Inggit Garnasih</em> Karya Reni Nuryanti. Instrumen penelitian pada penelitian ini ialah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik studi pustaka. Teknik penelitian ini menghasilkan data deskripsi yang berupa kata-kata berdasarkan kutipan yang ada pada buku <em>Perempuan Dalam Hidup Sukarno Biografi Inggit Garnasih </em>Karya Reni Nuryanti. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara (1) membaca secara cermat buku <em>Perempuan Dalam Hidup Sukarno Biografi Inggit Garnasih </em>Karya Reni Nuryanti, (2) menandai data berdasarkan kajian feminisme pada buku <em>Perempuan Dalam Hidup Sukarno Biografi Inggit Garnasih </em>Karya Reni Nuryanti, (3) menganalisis kajian feminisme yang terdapat dalam buku <em>Perempuan Dalam Hidup Sukarno Biografi Inggit Garnasih </em>Karya Reni Nuryanti. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan 33 data yang terdiri dari 4 aliran feminisme. 15 data terdiri dari aliran feminisme liberal, 4 data terdiri dari aliran feminisme psikoanalisis dan gender, 10 data terdiri dari aliran feminisme eksistensialis dan 4 data terdiri dari aliran feminisme multikultural dan global. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam buku <em>Perempuan Dalam Hidup Sukarno Biografi Inggit Garnasih </em>karya Reni Nuryanti merupakan buku yang mengisahkan tentang perjuangan perempuan yang bernama Inggit Garnasih. Inggit&nbsp; merupakan&nbsp; sosok perempuan tegar, gigih, yang penuh dengan cinta kasih, kesetiaan, serta kelembutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengenang perjuangan sosok perempuan yang telah banyak menorehkan sejarah bagi kemerdekaan Indonesia, meskipun namanya jarang dikenal namun berkat kegigihannya Sukarno bisa sampai pada titik kejayaan dan menjadi presiden Indonesia.</p> Feby Kumala Sari, Muhammad Taufik Hidayat, Prima Nucifera Copyright (c) 2026 Jurnal Samudra Bahasa https://ejurnalunsam.id/index.php/JSB/article/view/14173 Fri, 27 Feb 2026 17:04:54 +0000 ANALISIS DEIKSIS TEMPAT, DEIKSIS WAKTU, DEIKSIS SOSIAL DALAM CERPEN “BISIKAN GRAMOFON TUA” KARYA MIKHAEL KRITIAN WARSITO https://ejurnalunsam.id/index.php/JSB/article/view/13898 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi deiksis tempat, deiksis waktu, dan deiksis sosial dalam cerpen “Bisikan Gramofon Tua” karya Mikhael Kristian Warsito. Deiksis merupakan fenomena kebahasaan yang penting untuk dipahami karena maknanya sangat bergantung pada konteks tuturan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan metode padan pragmatis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) deiksis tempat digunakan untuk membangun latar atmosferik yang mendukung nuansa misteri, (2) deiksis waktu digunakan untuk menandai pergeseran alur antara masa lalu (nostalgia) dan masa kini, serta (3) deiksis sosial digunakan untuk merepresentasikan hubungan antar tokoh, baik dalam bentuk sapaan formal maupun bentuk penghormatan. Simpulan dari penelitian ini adalah penggunaan ketiga jenis deiksis tersebut secara terintegrasi mampu membangun kepaduan narasi dan memperkuat karakterisasi dalam cerpen tersebut. </em></p> Joice Agata Manik, Emelia Hanada Br Sembiring, Kristina Br Purba Copyright (c) 2026 Jurnal Samudra Bahasa https://ejurnalunsam.id/index.php/JSB/article/view/13898 Fri, 27 Feb 2026 17:37:04 +0000 ANALISIS PRAGMATIK TERHADAP DEIKSIS ORANG, PENUNJUK, DAN WACANA PADA CERPEN “JEJAK DI ATAS PASIR” KARYA SOLACE https://ejurnalunsam.id/index.php/JSB/article/view/13904 <p>Penelitian ini mengupas pemanfaatan deiksis orang, deiksis penunjuk, serta deiksis wacana pada cerita pendek “Jejak dalam Pasir” karya Solace dari perspektif pragmatik. Deiksis adalah elemen bahasa yang maknanya dipengaruhi oleh konteks percakapan, sehingga pemahaman terhadapnya tidak bisa terpisah dari situasi komunikasi. Dalam penelitian ini, metode yang diterapkan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan adalah kata, frasa, dan kalimat yang mengandung elemen deiksis dalam cerita tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca secara mendalam dan mencatat, sedangkan analisis mencakup tahap penyusutan data, presentasi data, dan penarikan kesimpulan. Temuan dari penelitian ini memperlihatkan bahwa dalam cerita “Jejak di Atas Pasir” terdapat penggunaan deiksis orang yang terdiri dari persona pertama dan ketiga, deiksis penunjuk yang diungkapkan melalui kata ini dan itu, serta deiksis wacana yang meliputi anafora dan katafora. Pemanfaatan deiksis tersebut memiliki tujuan untuk menjelaskan rujukan karakter, memperkuat kesatuan wacana, serta membantu pembaca dalam memahami alur serta makna cerita dalam konteksnya. Dengan demikian, analisis deiksis dalam cerita pendek ini menunjukkan bahwa penggunaan elemen pragmatik memainkan peran penting dalam menciptakan koherensi dan makna dalam wacana sastra.</p> Angriza sihite, Martua Reynhat Sitanggang Gusar, Anjelina Sianturi , Nurhayani Hasugian Copyright (c) 2026 Jurnal Samudra Bahasa https://ejurnalunsam.id/index.php/JSB/article/view/13904 Sat, 28 Feb 2026 08:06:39 +0000 ANALISIS GAYA BAHASA CERPEN “ ANAK YANG HILANG” KARYA HAMKA PADA BUKU DI DALAM LEMBAH KEHIDUPAN https://ejurnalunsam.id/index.php/JSB/article/view/14057 <p><em>Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa dalam cerpen</em><em>&nbsp;</em><em>Anak yang Hilang</em><em>&nbsp;</em><em>karya Hamka. Data penelitian berupa kutipan-kutipan kalimat dalam cerpen yang mengandung penggunaan gaya bahasa. Sumber data diperoleh dari teks cerpen</em><em>&nbsp;</em><em>Anak yang Hilang</em><em>&nbsp;</em><em>yang terdapat dalam kumpulan cerpen karya Hamka.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat. Peneliti membaca cerpen secara cermat, kemudian mencatat bagian-bagian teks yang menunjukkan penggunaan gaya bahasa. Selanjutnya, data yang terkumpul dianalisis dengan mengelompokkan jenis-jenis gaya bahasa, seperti metafora, personifikasi, hiperbola, dan repetisi, kemudian menafsirkan maknanya sesuai dengan konteks cerita.</em><em>&nbsp;</em><em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa dalam cerpen</em><em>&nbsp;</em><em>Anak yang Hilang</em><em>&nbsp;</em><em>berfungsi untuk memperkuat penggambaran suasana, memperdalam konflik batin tokoh, serta menegaskan nilai-nilai moral dan religius yang menjadi ciri khas karya Hamka. Dengan penggunaan gaya bahasa yang efektif, cerpen ini mampu menyampaikan pesan tentang kehilangan, kesadaran diri, dan keimanan secara lebih mendalam dan menyentuh pembaca.</em></p> Dahlia Harmonista Saveri br Ginting, Martua Reynhat Sitanggang Gusar, Sari Juita Hasibuan, Grace Tabita Hutahean Copyright (c) 2026 Jurnal Samudra Bahasa https://ejurnalunsam.id/index.php/JSB/article/view/14057 Sat, 28 Feb 2026 08:46:54 +0000 ANALISIS IMPLIKATUR PERCAKAPAN PADA PIDATO PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO DALAM SIDANG KABINET PARIPURNA https://ejurnalunsam.id/index.php/JSB/article/view/14194 <p>Pidato presiden sebagai wacana politik tidak hanya menyampaikan informasi secara eksplisit, tetapi juga memuat makna tersirat yang dibangun melalui konteks tutur. Penelitian ini mengkaji implikatur percakapan dalam pidato Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Kabinet Paripurna memperingati satu tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa tuturan-tuturan dalam teks pidato yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis berdasarkan teori implikatur percakapan dalam kajian pragmatik. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menafsirkan tuturan yang memuat makna tersirat melalui pematuhan maupun penyimpangan terhadap maksim kerja sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implikatur percakapan dimanfaatkan sebagai strategi komunikasi politik untuk menegaskan capaian pemerintah, menyampaikan kritik secara implisit, serta membangun citra kepemimpinan dan kepercayaan publik. Temuan ini menegaskan bahwa implikatur percakapan memiliki peran strategis dalam membentuk makna dan arah wacana pidato kenegaraan.</p> Nais Patresia, Martua Reynhat Sitanggang , Winny Tiara Manalu, Esniveni Julita Sinaga, Eni Lastiarmahita Sihombing, Grace Tabita Hutahaean, Redia Renata Simanjuntak Copyright (c) 2026 Jurnal Samudra Bahasa https://ejurnalunsam.id/index.php/JSB/article/view/14194 Fri, 06 Mar 2026 14:35:39 +0000 ANALISIS DEIKSIS DALAM CERPEN “SUATU MALAM, KETIKA PUISI TAK MAMPU IA TULIS LAGI” KARYA SANDI FIRLY https://ejurnalunsam.id/index.php/JSB/article/view/13905 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan deiksis dalam cerpen “Suatu Malam, Ketika Puisi Tak Mampu Ia Tulis Lagi” karya Sandi Firly dengan menggunakan kajian pragmatik. Deiksis merupakan unsur kebahasaan yang maknanya bergantung pada konteks situasi tutur, seperti penutur, mitra tutur, waktu, tempat, dan hubungan sosial. </em><em>Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data berupa teks cerpen, sedangkan data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung unsur deiksis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasikan, serta menafsirkan jenis dan fungsi deiksis berdasarkan konteks tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen ini memuat berbagai jenis deiksis, meliputi deiksis persona, deiksis tempat, deiksis waktu, deiksis wacana, deiksis penunjuk, dan deiksis sosial. Penggunaan deiksis tersebut berperan penting dalam memperjelas sudut pandang tokoh, latar waktu dan tempat, serta hubungan sosial antartokoh, sehingga turut memperkuat makna dan pesan yang ingin disampaikan pengarang. Dengan demikian, analisis deiksis memberikan kontribusi dalam membantu pembaca memahami makna cerita secara lebih kontekstual dan mendalam.</em></p> Lentauly Aritonang Copyright (c) 2026 Jurnal Samudra Bahasa https://ejurnalunsam.id/index.php/JSB/article/view/13905 Fri, 06 Mar 2026 15:13:58 +0000 ANALISIS PRANGGAPAN DALAM KOMENTAR TIK-TOK PADA BERITA VIRAL" KRONOLOGI GURU MANSUR DIVONIS 5 TAHUN PENJARA KARNA MEMEGANG KENING SEORANG SISWA” https://ejurnalunsam.id/index.php/JSB/article/view/13921 <p><em>Pesatnya perkembangan media sosial, terutama tiktok, telah menciptakan ruang komunikasi baru yang memungkinkan terjadinya interaksi linguistik secara cepat, spontan, dan masif melalui kolom komentar. Interaksi tersebut sering kali memuat makna tersirat berupa peranggapan (presupposition) yang berperan penting dalam membangun pemahaman dan arah diskusi antarpengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menguraikan berbagai jenis praanggapan yang muncul dalam komentar warganet pada media sosial tiktok, serta menjelaskan fungsi peranggapan tersebut dalam membangun makna dan interaksi. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa komentar-komentar warganet pada unggahan berita viral tiktok yang membahas kasus seorang guru yang divonis lima tahun penjara atas tuduhan pelecehan terhadap murid. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis berdasarkan kajian pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa jenis peranggapan dalam komentar warganet, yaitu peranggapan faktif, nonfaktual, kontrafaktual, eksistensial, hubungan kausal, dan identitas. Peranggapan faktif dan eksistensial merupakan jenis yang paling dominan, yang menunjukkan kecenderungan warganet menganggap peristiwa yang diberitakan sebagai fakta yang tidak dipertanyakan. Temuan ini menunjukkan bahwa peranggapan memiliki peran penting dalam membentuk opini, memperkuat sikap, serta memengaruhi dinamika interaksi dalam komunikasi digital di media sosial tiktok.</em></p> <p>&nbsp;</p> Tiohotmapita Hutauruk Copyright (c) 2026 Jurnal Samudra Bahasa https://ejurnalunsam.id/index.php/JSB/article/view/13921 Fri, 06 Mar 2026 16:02:06 +0000