Perempuan Dan Budaya: Studi Tradisi Marsungkil Di Desa Gajah, Kecamatan Meranti
Abstract
Tradisi Marsungkil dalam Masyarakat Batak memiliki nilai kearifan lokal yang penting dalam pembentukan identitas dan karakter perempuan Batak. Namun, tradisi ini menghadap tantangan seiring modernisasi dimana generasi muda semakin terpengaruh oleh budaya global, factor keluarga, kemajuan zaman dan lingkungan. Artikel ini bertujuan mengungkap strategi mempertahankan dan mewariskan tradisi marsungkil kepada generasi muda perempuan Batak. Sumber data primer adalah informan perempuan Batak, sementara data sekunder berasal dari laporan penelitian, buku, dan artikel ilmiah online. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi secara langsung kelokasi yaitu Desa Gajah, Kecamatan Meranti. Informan adalah tokoh adat, perempuan Batak, dan generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan tradisi Marsungkil dalam masyarakat Batak nilai-nilai luhur kebersamaan, penghormatan terhadap leluhur, kesehatan dan kecantikan. Studi ini juga menunjukkan bahwa pendidikan berbasis budaya, penguatan peran komunitas adat, dan penggunaan media digital merupakan alternatif strategi untuk menjaga keberlanjutan tradisi marsungkil.
References
Burhan Bungin. 2008. Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta:Rajawali Pres.
Ginting, J. (2010). Women and Human Rights in Indonesia: An Analysis of Global Discourse and Local Implementation in the Case of Toba Batak Ethnic Group in North Sumatra, Indonesia. Asian Journal of Women's Studies, 16(2), 147-171.
Koentjaraningrat. 1990. Sejarah Teori Antropologi. Jakarta:Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).
Kuntowijoyo. 2003. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jogja: PT.Tiara Wacana.
Koentjaraningrat. 1986. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara Baru.
Sugiyono. 2019. Metode Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta.
James P. Spradley. 2007. Metode Etnografi. Yogyakarta: PT. Tiara Wacana.
Jurnal
Alexander Prabu Sadewu, dkk. 2018. “Nginang Pada Perempuan Jawa di Desa Bandung Baru Kecamatan, Adiluwih Kabupaten Pringsewu”. Vol 6. No.2. Pasegi: Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah. April.
Ardhana Januar, Dkk. (2017) “Harmoni Masyarakat Tradisi Dalam Kerangka Multikuluralisme”. Jurnal Asketik Vol. 1 No. 1 Juli 2017.
Devi Elisabeth Silaban. 2021. “Migrasi Suku Batak Toba Ke Kota Jambi 1961-2018”. Vol 1. No 1. Jurnal Siginjai (Jurnal Sejarah). Januari.
Indra Tjahyadi, dkk. 2019. Kajian Budaya Lokal. Lamongan: Penerbit Pangan Press.
Judika Panggabean, dkk. 2022. Simbol Pengobatan Tradisional Etnik Batak Toba. Vol. 15, No. 02. Jurnal Kompetensi Balikpapan.
Mestika Lumbantoruan, dkk. 2019. “Pengaruh Budaya Makan Sirih Terhadap Status Kesehatan Periodental Pada Masyarakat Suku Karo Di Desa Tiga Juhar Kabupaten Deli Serdang Tahun 2017”. Vol 4. No 1. Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat. April
Nurdin Amin, dkk. 2022. “ Pemanfaatan Daun Sirih (Piper Batle L) Sebagai Tradisi Ranub Adat Dalam Penyambutan Tamu Perkawinan Aceh di Kampung Peunyerat Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh”. Vol 10. No 1. jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat. Juni.
Surya Arief Wibowo, dkk. 2021. “Keberadaan Kebiasaan Nginang pada Perempuan Melayu di Kecamatan Seberang Ulu I Kota Pelambang”. Vol 1. No.2. Tanjak:Jurnal Sejarah dan Sejarah Islam. Februari.
Sihombing, A. A. 2018. “Mengenal Budaya Batak Toba Melalui Falsafah “Dalihan Na Tolu” (Perspektif Kohesi dan Kerukunan)”. Jurnal Lektur Keagamaan”. No 16 Vol 2. 347-371.
I Gede Sutana, dkk. 2021. “ Nginang: Kebiasaan Masyarakat Tradisional Dalam Memelihara Kesehatan Gigi dan Mulut”. Vol.4 No.2. Jurnal Yoga dan Kesehatan. September.
Topan Sulaiman, dkk. 2023. “ Menginang Sirih dan Tradisi yang Hampir Hilang pada masyarakat banjar serta Perspektifnya dalam kesehatan gigi untuk mewujudkan indonesia bebas karies 2030”. Vol.15 No 3. Health Information: Jurnal Penelitian. Desember.
Tesis
Farida Meliana Hutabarat. 2021. “Kekerabatan Bahasa Batak Toba Dengan Bahasa Batak Mandailing”. FBS Universitas Negeri Padang. Agustus.
Adhanti, R. (2012). Konsentrasi Efektif Ekstra Daun Tembakau (Nicotiana Tabacum) Sebagai Pembersih Gigi Tiruan Resin Akrilik Terhadap Jumlah Streptococcux Mutans. Jember:Universitas Jember.
Wawancara
Opung Natal Simanjuntak, (89), Selaku Lembaga Adat, Petani, Tanggal 29 Juli 2024, Alamat: Dusun II Desa Gjah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan.
Opung Maknur Doli, (86), Selaku Lembaga Adat, Petani, Tanggal 29 Juli 2024, Alamat: Dusun II Desa Gjah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan.
Opung Olbin Br Siagian, (93), Selaku Istri Ketua Adat, Guru, Tanggal 19 April 2024, Alamat: Dusun II Desa Gajah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan.
Leny br bangun, (35), Selaku Masyarakat, petani, Tanggal 19 April 2024, Alamat: Dusun II Desa Gajah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan.
Opung Marnaek Br Situmorang, (87), Selaku Masyarakat, Petani, Tanggal 17 April 2024, Alamat: Dusun II Desa Fajah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan.
Opung Oktavia, (76), Selaku Masyarakat, Wirasuwasta, Tanggal 17 April 2024, Alamat: Dusun II Desa Gajah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan.
Opung Jeremia, (74), Selaku Masyarakat, Guru, Tanggal 18 April 2024, Alamat: Dusun III Desa Gajah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan.
Remi Br Siagian, (54), Selaku Masyarakat, Wirasuwasta, Tanggal 18 April 2024, Alamat: Dusun IV Desa Gajah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan.
Erika Pakpahan, (62), Selaku Masyarakat, Guru, Tanggal 20 April 2024, Alamat: Dusun VIII Desa Gajah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan.
Opung Maknur, (68), Selaku Masyarakat, Petani, Tanggal 17 April 2024, Alamat: Dusun II Desa Gajah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan.
Opung Ripun, (63), Selaku Masyarakat, Petani, Tanggal 17 April 2024, Alamat: Dusun II Desa Gajah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan.
Oktavia Tampubolon, (24), Selaku Masyarakat, wirasuwasta, Tanggal 22 April 2024, Alamat: Dusun II Desa Fajah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan.
Selvi Marpaung, (13), Selaku Masyarakat, Pelajar, Tanggal 22 April 2024, Alamat: Dusun II Desa Fajah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan.
Zizah Marpaung, (15), Selaku Masyarakat, Pelajar, Tanggal 22 April 2024, Alamat: Dusun II Desa Gajah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan.
Septiara Panjaitan, (20), Selaku Masyarakat, Mahasiswa, Tanggal 22 April 2024, Alamat: Dusun II Desa Gajah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan.
Selviana Sihombing, (16), Selaku Masyarakat, Pelajar, Tanggal 22 April 2024, Alamat: Dusun II Desa Gajah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan.
Grace Marpaung, (12), Selaku Masyarakat, Pelajar, Tanggal 22 April 2024, Alamat: Dusun II Desa Gajah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan.
Natal Simanjuntak, (16), Selaku Masyarakat, Pelajar, Tanggal 22 April 2024, Alamat: Dusun II Desa Gajah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan.
Wina Marbun, (14), Selaku Masyarakat, Pelajar, Tanggal 22 April 2024, Alamat: Dusun II Desa Gajah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan.
Winda Marbun, (13), Selaku Masyarakat, Pelajar, Tanggal 22 April 2024, Alamat: Dusun II Desa Gajah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan.
Eka Panjaitan, (14), Selaku Masyarakat, Pelajar, Tanggal 22 April 2024, Alamat: Dusun II Desa Gajah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan
Copyright (c) 2025 Journal Of Samudra Social Studies Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


