Peninggalan Sejarah Sebagai Media Edukasi Dan Kesadaran Budaya Masyarakat
Abstract
Kajian tentang Peninggalan sejarah yang mempunyai peran penting dalam media edukasi yang memperkaya wawasan masyarakat tentang peradaban masa lalu. Selain sebagai media edukasi, peninggalan sejarah juga berperan dalam meningkatkan kesadaran budaya di kalangan masyarakat.Dengan mengenal dan memahami warisan budaya, masyarakat lebih menghargai identitas nasional serta memiliki kesadaran untuk melestarikannya.. Seperti Museum Bale Juang yang ada di Kota Langsa adalah salah satu contoh nyata bagaimana peninggalan sejarah dapat digunakan untuk menambahkan kepedulian dan dapat menawarkan gagasan serta kreativitas tentang pelestarian sebagai generasai muda yang perlu mendapat edukasi yang baik tentang keperhatian ini sehingga tumbuh kepedulian untuk menjaga pelestaraian peninggalan sejarah. Musium bale juang memiliki beberapa kolesi yang mencakup naskah Al-Qur'an kuno, uang Bon Kontan, senjata peninggalan Belanda dan Jepang, serta artefak budaya Aceh, museum ini menjadi sumber pembelajaran bagi masyarakat dan pelajar tentang sejarah serta nilai-nilai budaya lokal .Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, artinya informasi yang dikumpulkan bersifat faktual dan akan dikumpulkan secara metodis. Semacam penelitian yang menghasilkan hasil yang tidak dapat diperoleh dengan menggunakan metode statistik atau teknik kuantitatif lainnya dikenal sebagai penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk memahami kondisi suatu konteks dengan menitikberatkan pada gambaran secara menyeluruh dan mendalam tentang potret kondisi dalam konteks yang alamiah (natural setting), terhadap apa yang sebenarnya terjadi sesuai dengan apa yang relevan dengan subjek dengan pendekatan yang mengutamakan sumber sumber sejarah yang ada seperti dokumen arsip juga wawancara petugas yang ada di mesium tersebut. Sebagai media edukasi, Museum Bale Juang Kota Langsa memiliki peran dalam melestarikan benda dan struktur cagar budaya serta memberikan ruang bagi penelitian dan pendidikan. Melalui kegiatan interaktif dan edukatif, museum ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan artefak, tetapi juga sebagai wahana bagi masyarakat untuk memahami perjalanan sejarah bangsa. Dengan pendekatan ini, masyarakat dapat lebih menghargai warisan budaya dan sejarah yang dimiliki, sehingga kesadaran akan pentingnya menjaga identitas budaya semakin meningkat dan pelestarian tidak hanya sebatas melindungi warisan budaya atau dengan menjaga kebersihannya, tetapi juga mengembangkan dan memanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.
References
Almahdar, P. F. (2018). Perancangan Museum Batik Kauman Yogyakarta Dengan Pendekatan Adaptive Reuse dan Infill Desain Rumah Batik Handel. 1–34. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/24066/4/Chapter II,pdf.
Faizuddin, H. (2017). Metode Pengumpulan Data. Uniersitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, 1–4. http://repository.uin-malang.ac.id/1123/
Mulyadi,U.(2020).Bagaimana Museum Mendapatkan Koleksi ?https://www.museumnasional.or.id/3403-3403
Nugrahani, F. (2008). dalam Penelitian Pendidikan Bahasa (Vol. 1, Issue 1).https://library.stiba.ac.id/uploaded_files/temporary/DigitalCollection/ZTAyMWVkYzVlNTY4NWMyYWI1NjZhNThmNjIyOTYzZDg3YWUxYjdjNA%3D%3D.pdf
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Sugiyono - 2015.pdf
Copyright (c) 2026 Journal of Social Studies Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


