Studi etnobotani bahan kerajinan dan bangunan pada Suku Lampung di kabupaten Lampung Barat
Abstract
Suku Lampung memanfaatkan berbagai spesies tumbuhan dan kearifan lokal di kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menginventarisasi keanekaragaman tumbuhan sebagai bahan kerajinan dan bangunan yang dimanfaatkan oleh Suku Lampung di Kabupaten Lampung Barat. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur dan observasi terhadap Suku Lampung di Pekon Balak, Kecamatan Batu Brak; Pekon Buay Nyerupa dan Pekon Tapak Siring, Kecamatan Sukau; Pekon Way Empulau Ulu, Kecamatan Balik Bukit; dan Pekon Hujung, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat. Terdapat 7 spesies yang dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan yaitu rotan (Calamus sp.), jukuk (Equisetum debile), pelupuh bamban (Schizostachyum bamban), kawokh tali (Gigantochloa apus), pelupuh betung (Dendrocalamus asper), kunyit (Curcuma longa), dan kayu manis (Cinnamomum verum). Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan dalam pembuatan kerajinan antara lain batang (5 spesies), rimpang (1 spesies), dan kulit kayu (1 spesies). Sebanyak 5 spesies tumbuhan berperan sebagai bahan utama kerajinan, sedangkan 2 spesies lainnya berperan sebagai pewarna kerajinan. Terdapat 7 spesies tumbuhan sebagai bahan bangunan yaitu medang (Listea sp.), kenitu (Chrysophyllum cainito), cempaka (Michelia champaca), meranti (Shorea sp.), kurut (Dysoxylum parasiticum), pelupuh betung (Dendrocalamus asper), dan aren (Arenga pinnata). Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan bangunan adalah batang (6 spesies) dan serabut pelepah (1 spesies).
References
Arinanda TA, Kurniawan AP. 2023. Studi etnobotani tumbuhan berkhasiat obat di Desa Trimodadi, Lampung Utara. Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA) 5(2): 114-125.
Arsad E. 2015. Teknologi pengolahan dan manfaat bambu. Jurnal Riset Industri Hasil Hutan 7(1): 45-52.
Arwati L, Lamusa A, Pingkan W. 2021. Analisis pendapatan usaha meubel rotan pada Industri pPlunesia di Kota Palu. Agrotekbis: Jurnal Ilmu Pertanian 9(1): 104-110.
Bappeda Provinsi Lampung. 2017. Peta administrasi Provinsi Lampung. https://bappeda.lampungprov.go.id/berkas/uploads/OYPUDW5fxsdKNgxUaGIt6FXpft7bqlhnc5BvPyN1.pdf. [30 November 2024].
Brotosusilo A, Apriana IW, Satria AA, Jokopitoyo T. 2016. Littoral and coastal management in supporting maritime security for realizing Indonesia as world maritime axis. IOP Conference Series: Earth and Environmental 30 (1), 3rd International Conference on Geological, Geographical, Aerospace and Earth Science. Jakarta, September 26-27, 2015. pp. 1-7.
Chandra R, Suwarno E, Suhesti E. 2022. Etnobotani masyarakat Desa Tanjung Belit Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM) 2(1): 42-48.
Desmayanti R, Kardiman R, Anhar A, Violita V. 2024. Non-timber forest products used as commercialized crafts in Padang Panjang City West Sumatra. Jurnal Biologi Tropis 24(2): 1-8.
Fakhrurrozi O, Nisyawati N, Silalahi M. 2020. Ethnobotanical study of local knowledge on plant used to batten materials plants in Inner-Baduy Tribe, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science Volume 528, 2nd International Conference on Environment and Forest Conservation. Bogor, October 1st-3rd, 2019. pp. 1-7.
Haryoso A, Zuhud EAM, Hikmat A, Sunkar A, Darusman D. 2020. Ethnobotany of sugar palm (Arenga pinnata) in the Sasak Community, Kekait Village, West Nusa Tenggara, Indonesia. Biodiversitas Journal of Biological Diversity 21(1): 117-128.
Hidayat S. 2015. Komposisi dan struktur tegakan penghasil kayu bahan bangunan di Hutan Lindung Tanjung Tiga, Muara Enim, Sumatera Selatan. Jurnal Manusia dan Lingkungan 22(2): 194-200.
Hidayat S. 2017. The use by local communities of plants from Sesaot Protected Forest, West Nusa Tenggara, Indonesia. Biodiversitas Journal of Biological Diversity 18(1): 238-247.
Ijaz F, Iqbal Z, Rahman IU, Ali N, Afzal M. 2017. People-plants interaction and its uses: a science of four words “ethnobotany”. Altern Integr Med. 6(1): 1-2.
Iswandono E. 2018. Budaya Konservasi Orang Manggarai (Studi Kasus di Daerah Penyangga Taman Wisata Alam Ruteng-Nusa Tenggara Timur). Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur, Kupang.
Iswandono E, Zuhud EA, Hikmat A, Kosmaryandi N. 2016. Traditional land practice and forest conservation: Case study of the Manggarai Tribe in Ruteng Mountains, Indonesia. Komunitas 8(2): 256-266.
Kandari LS, Negi T, Thakur AK, Yilma E. 2015. Ethnobotanical and indigenous knowledge of important plants in East Hararghe, Eastern Ethiopia. Journal of Mountain Science 12(6): 1521-1533.
Kepel TL, Sumolang S, Warouw MP, Daulat A, Undap NI, Tondo FH. 2024. Maritime culture of Bantik Ethnic Group from North Sulawesi, Indonesia. Journal of Marine and Island Cultures 13(2): 108-121.
Kuni BE, Hardiansyah G, Idham M. 2015. Etnobotani masyarakat Suku Dayak Kerabat di Desa Tapang Perodah Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau. Jurnal Hutan Lestari 3(3): 383-400.
Kuspradini H, Putri AS, Diana R. 2018. Potensi Tumbuhan Genus Litsea. Mulawarman University Press, Samarinda.
Leksikowati SS, Oktaviani I, Ariyanti Y, Akhmad AD. 2019. Ethnobotanical study of plants used by people in Labuhan Ratu Village, East Lampung Regency. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science 258 (1). Lampung Selatan, October 19-20, 2018. pp. 1-8.
Leksikowati SS, Oktaviani I, Ariyanti Y, Akhmad AD, Rahayu Y. 2020. Etnobotani tumbuhan obat masyarakat lokal Suku Lampung di Kabupaten Lampung Barat. Biologica Samudra 2(1): 34-53.
Lestari AD, Faisal G, Surya MA. 2021. Sustainable functions of kolong of Pekon Hujung traditional house in West Lampung Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, Volume 881, 5th International Conference on Rebuilding Place. Banda Aceh, 15-16 September 2021. pp. 1-7.
Manambangtua AP, Hutapea RT, Wungkana J. 2018. Analisis usahatani aren (Arenga Pinnata Merr) di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian 14(1): 85-92.
Martin E, Premono BT. 2010. Hutan tanaman kayu pertukangan adalah portofolio: pelajaran dari keswadayaan penyebarluasan bambang lanang di masyarakat. Prosiding Seminar Nasional Kontribusi Litbang dalam Peningkatan Produktivitas dan Kelestarian Hutan. Bogor, 29 November 2010. pp. 115-120.
Martin GJ. 2004. Ethnobotany: A Methods Manual. Routledge, London.
Mayasari A, Suryawan A. 2012. Keragaman jenis bambu dan pemanfaatannya di Taman Nasional Alas Purwo. Info BPK Manado 2(2): 139-154.
Navia ZI, Suwardi AB, Harmawan T, Syamsuardi, Mukhtar E. 2020. The diversity and contribution of indigenous edible fruit plants to the rural community in the Gayo Highlands, Indonesia. Journal of Agriculture and Rural Development in the Tropics and Subtropics 121 (1): 89-98.
Nurchayati N, Ardiyansyah F. 2018. Kajian etnobotani masyarakat Suku Using Kabupaten Banyuwangi. Bioma: Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi 3(2): 87-101.
Pieroni A, Privitera S. 2014. Ethnobotany and its links to medical sciences and public health: quo vadis? Zeitschrift für Phytotherapie 35(02): 58-62.
Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. 2020. Laporan kinerja Kabupaten Lampung Barat tahun 2023. https://lampungbaratkab.go.id/home/wp-content/uploads/2024/03/LKjIP-Lampung-Barat-TA-2023-Reviu-1.pdf. [30 November 2024].
Purnomo DW, Sandrawati A, Witono JR, Fijridiyanto IA, Setiyanti D, Safarinanugraha D. 2016. Desain vegetasi bernilai konservasi dan ekonomi pada Kawasan Penyangga Sistem Tata Air Das Bolango. Jurnal Manusia dan Lingkungan 23(1): 111-121.
Putra AE, Astuti WY. 2023. Analisis pendapatan kerajinan sapu ijuk dan kontribusinya terhadap pendapatan keluarga di Desa Kota Mulya Kecamatan Semendawai Timur Kabupaten Oku Timur. Jurnal Bakti Agribisnis 9(01): 27-32.
Putri SV, Azzahra B, Septiani NI, Ramadhani RM, Haidar TZ, Khairiah A, Des M. 2022. Pengetahuan masyarakat Kampung Jao, Kecamatan Padang Barat terhadap pemanfaatan tanaman sebagai bahan bangunan rumah adat Suku Minangkabau. Prosiding Seminar Nasional Biologi UIN Syarif Hidayatullah. Jakarta, 15 September 2022. pp. 223-230.
Rahmatika TP, Syamswisna S, Mardiyyaningsih AN. 2023. Ethnobotany of plants as handicrafts by The Dayak Kerambay Tribe Community in Raut Muara Village. Jurnal Biologi Tropis 23(2): 209-219.
Ranglaut SL, Hardiansyah G, Nurhaida N. 2021. Studi pemanfaatan rotan sebagai bahan kerajinan oleh masyarakat di Desa Sibau Hulu Kecamatan Putussibau Utara Kabupaten Kapuas Hulu. Jurnal Hutan Lestari 9(3): 503-513.
Razali MA, Mohamad S, Lee LY, Abd Rashid MS, Othman AM. 2023. Exploring bundle bamboo split technique in bending Dendrocalamus asper for landscape structure. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science Volume 1274.
Razvi S, Nautiyal S, Bakshi M, Bhat Ja, Pala Na. 2011. Influence of season and phytohormones on rooting behaviour of green bamboo by cuttings. International Journal of Conservation Science 2(3): 199-206.
Sada M, Jumari J. 2018. Etnobotani tumbuhan upacara Adat Etnis Ngadha di Kecamatan Jerebu’u Kabupaten Ngada, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Saintek Lahan Kering 1(2): 19-21.
Saputri DD, Putri RR, Yudiyanto Y, Wakhidah AA. 2024. Pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat Gebang, Teluk Pandan Pesawaran. BioWallacea: Jurnal Penelitian Biologi (Journal of Biological Research) 11(1): 10-23.
Setyawan BA. 2015. Aporfin sebuah alkaloid dari pohon huru (Litsea cordata Sp) Jack (Hook). F (Lauraceae). Bina Teknika 11(2): 171-175.
Suciyati A, Suryadarma IG, Paidi P, Abrori FM. 2021. Ethnobotanical study based on the five dimensions of basic life needs in Tidung Tribe of North Kalimantan, Indonesia. Biodiversitas Journal of Biological Diversity 22(6): 3199-3208.
Sujarwanta A, Zen S. 2020. Etnobotani tanaman bambu di Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung. Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (SNPPM) Universitas Muhammadiyah Metro. Metro, 21 Oktober 2020.
Sujarwo W. 2018. Bamboo resources, cultural values, and ex-situ conservation in Bali, Indonesia. Reinwardtia 17 (1): 65-75.
Sujarwo W, Keim AP. 2017. Ethnobotanical study of traditional building materials from The Island of Bali, Indonesia. Economic Botany 71: 224-240.
Sukenti K. 2021. Kajian etnobotani jenis-jenis bambu sebagai bahan perlengkapan rumah tangga dan konstruksi di Kabupaten Lombok Barat. Journal of Tropical Ethnobiology 158-164.
Susana S, Syamswisna S, Tenriawaru AB. 2023. Studi etnobotani tumbuhan sebagai bahan kerajinan di Desa Sekida Kabupaten Bengkayang. Bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi 11(2): 1520-1531.
Susilo YO, Joewono TB. 2016. The urban transport crisis in emerging economies. In: Pojani D, Stead D (eds.). The Urban Transport Crisis in Emerging Economies, The Urban Book Series. Springer Internasional Publishing, Switzerland. pp. 107-126.
Syamsudin. 2015. Kerajinan Anyaman. Widyaiswara PPPPTK Seni dan Budaya, Yogyakarta.
Wakhidah AZ, Chikmawati T, Purwanto Y. 2020. Homegarden ethnobotany of two Saibatin villages in Lampung, Indonesia: species diversity, uses, and values. Forest and Society 4(2): 338-357.
Wakhidah AZ, Hayati DK. 2021. Kajian bahan obat dari tanaman pekarangan di Pekon Way Kerab, Tanggamus sebagai pengayaan modul mata kuliah etnobotani. Al Jahiz: Journal of Biology Education Research 2(2): 138-154.
Wakhidah AZ, Silalahi M. 2020. Inventarisasi tanaman pekarangan dan pemanfaatannya sebagai bahan pangan oleh masyarakat Tanjungan, di Kabupaten Tanggamus, Lampung. Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA 11(2): 243-256.
Widjaja EA. 2011. Identifikasi Jenis-jenis Bambu di Kepulauan Sunda Kecil. Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi, LIPI, Bogor.
Winarno B, Lestari S, Martin E, Nurlia A. 2014. Pengembangan tanaman penghasil kayu bambang lanang (Michelia champaca): bagian dari strategi penghidupan masyarakat di Pedesaan Sumatera Selatan. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia XVII. Medan, 11 November 2014. pp. 295-302.
Winarno B, Martin E, Nurlia A. 2017. Determinants of planting timber tree by smallholders as part of rural development: case study of bambang lanang (Magnolia champaca) in South Sumatra, Indonesia. Proceedings of IUFRO – INAFOR Joint International Conference. Yogyakarta, 24th-27th July, 2017. pp. 193-204.
Winarno B, Nurlia A, Martin E. 2012. Realitas pengelolaan bambang lanang (Michelia champaca L.) oleh masyarakat pada daerah sebaran alaminya di Kabupaten Empat Lawang. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan 10: 211-223.
Wiryono W, Lipranto L. 2013. Keanekaragaman jenis tumbuhan yang berguna secara lokal di Desa Batu Ampar, di dekat kawasan Hutan Lindung Bukit Raja Mandara, Kabupaten Bengkulu Selatan. Jurnal Manusia dan Lingkungan 20(2): 119-128.
Yunita A, Kardiman R, Vauzia V, Satria R. 2024. Inventarisasi jenis-jenis tumbuhan sebagai produk kerajinan yang dikomersialisasikan di Kota Bukittinggi Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Serambi Biologi 9(1): 45-51.
Zulharman, Aryanti NA. 2016. Etnobotani tumbuhan penghasil bahan bangunan, kerajinan dan rumah adat masyarakat Suku Sambori Kabupaten Bima NTB. Research Report: 256-265.






