Diversity and Utilization of Medicinal Plants by the Dayak Kenyah Tribe in Punan Gong Solok Village, Malinau Regency, North Kalimantan
Keragaman dan Pemanfaatan Tumbuhan Obat Suku Dayak Kenyah di Desa Punan Gong Solok, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara
Abstract
Indonesia is rich in biodiversity and traditional knowledge related to the use of medicinal plants. This study aims to document medicinal plant species used by the Dayak Kenyah community in Punan Gong Solok Village, North Kalimantan, and to describe their utilization patterns based on local ethnomedicinal practices. A qualitative descriptive method was employed, involving interviews, participatory observations, and plant identification. Data were collected using snowball sampling for informants and purposive sampling for plant exploration. The results revealed 46 species from 25 families used in traditional medicine, dominated by the Zingiberaceae and Araceae families. Leaves were the most commonly used plant part (33.3%), followed by tubers, roots, and stems. The plants were used to treat stomachaches, gastritis, kidney stones, external wounds, and respiratory disorders, with preparation methods including boiling, pounding, and infusion. These findings highlight the importance of preserving local knowledge as a basis for developing phytopharmaceuticals and promoting community-based conservation.
References
Adnan A, Navia ZI, Silvia M, Antika MM, Suwardi AB, Baihaqi B, Yakob M. 2022. Diversity of herbs and spices plants and their importance in traditional medicine in the South Aceh District, Indonesia. Biodiversitas 23(7): 3836–3843. https://doi.org/10.13057/biodiv/d230761
Alamsyah Y, Pratama R. 2020. Review: Traditional knowledge of the Dayak Tribe in Borneo in the use of medicinal plants. Journal of Ethnobotanical Research 14(3): 200–218.
Albertus, Dewantara I, Herawatiningsih R. 2015. Jenis dan potensi tumbuhan obat pada kawasan hutan adat Gunung Semarong Kecamatan Tayan Hulu Kabupaten Sanggau. Jurnal Hutan Lestari 3(3): 446–455.
Arum GPF, Retnoningsih A, Irsadi A. 2012. Etnobotani tumbuhan obat masyarakat Desa Keseneng Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Unnes Journal of Life Science 1(2): 126–132.
Auliani, A, Fitmawati, Sofiyanti N. 2014. Studi etnobotani famili Zingiberaceae dalam kehidupan masyarakat lokal di Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar. JOM FMIPA 1(2): 526–533.
Bahekar S, Kale R, Nagpure S. 2012. A review on medicinal plants used in scorpion bite treatment in India. Mintage Journal of Pharmaceutical & Medical Sciences 1(1): 1–6.
Bana SWA, Khumaidi A, Pitopang R. 2016. Studi etnobotani tumbuhan obat pada masyarakat Kaili Rai di Desa Taripa Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Jurnal Biocelebes 10(2): 68–81.
Creswell JW. 2014. Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Daniar R, Yulianty, Lande ML. 2014. Inventarisasi tumbuhan yang berpotensi sebagai tumbuhan obat alami di Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Dalam Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Teknologi Pertanian Politeknik Negeri Lampung. Pp. 324–331.
Darwis W. 2012. Tanaman obat yang terdapat di Kota Bengkulu yang berpotensi sebagai obat penyakit dan gangguan pada sistem pencernaan manusia. Jurnal Ilmiah Konservasi Hayati 8(1): 1–15.
Elfrida, Tarigan NS, Suwardi AB. 2021. Ethnobotanical study of medicinal plants used by the community in Jambur Labu Village, East Aceh, Indonesia. Biodiversitas 22(2): 2893–2900.
Febrianti Y, Krisnawati Y. 2018. Studi ekologi dan pemanfaatan tumbuhan famili Solanaceae di Kecamatan Tugumulyo. Jurnal BIOTA: Biologi dan Pendidikan Biologi 11(1): 57–66.
Ferdy R, Usman FH, Sisillia L. 2017. Pemanfaatan tumbuhan obat oleh masyarakat Desa Kayu Ara di Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak. Jurnal Hutan Lestari 5(2): 452–459.
Hamzari. 2008. Identifikasi tanaman obat-obatan yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar hutan Tabo-Tabo. Jurnal Hutan dan Masyarakat 3(2): 111–234.
Hartanto S, Fitmawati, Sofiyanti N. 2014. Studi etnobotani famili Zingiberaceae dalam kehidupan masyarakat lokal di Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Jurnal Biosaintifika 6(2): 122–132.
Ibo LK, Arimukti SD. 2019. Studi etnobotani pada masyarakat sub-etnis Batak Toba di Desa Martoba, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia 5(1): 234–241.
Idris, Ibrahim N, Nugrahani AW. 2018. Studi tanaman berkhasiat obat suku Mori di Kecamatan Petasia, Petasia Barat, dan Petasia Timur Kabupaten Morowali Utara Sulawesi Tengah. Jurnal Biocelebes 12(1): 23–31.
Indrayangingsih WOI, Ibrahim N, Anam S. 2015. Studi etnofarmasi tumbuhan berkhasiat obat pada suku Buton di Kecamatan Binongko, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. GALENIKA Journal of Pharmacy 1(2): 79–84.
Kasmawati H, Ihsan S, Suprianti R. 2019. Kajian etnomedisin tumbuhan obat tradisional suku Muna Desa Oe Nsuli Kecamatan Kabangka Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara. Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan 5(1): 21–24.
Khotimah K, Nurcahyati N, Ridho R. 2018. Studi etnobotani tanaman berkhasiat obat berbasis pengetahuan lokal masyarakat Suku Osing di Kecamatan Licin Banyuwangi. Jurnal Biosense 1(1): 36–50.
Kuntorini EM. 2005. Botani ekonomi suku Zingiberaceae sebagai obat tradisional oleh masyarakat di Kotamadya Banjarbaru. Jurnal Bioscientiae 2(1): 25–36.
Lanur H, Mago OYT. 2018. Eksplorasi tumbuhan obat tradisional Desa Blata Tatin Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka. Jurnal Saintek Lahan Kering 1(2): 24–25.
Leksikowati SS, Oktaviani I, Ariyanti Y, Akhmad AD, Rahayu Y. 2020. Etnobotani tumbuhan obat masyarakat lokal Suku Lampung di Kabupaten Lampung Barat. Biologica Samudra 2(1): 35–53.
Lestaridewi NK, Jamhari M, Isnainar. 2017. Kajian pemanfaatan tanaman sebagai obat tradisional di Desa Tolai Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong. e-JIP BIOL 5(2): 92–108.
Lestari F, Yunita. 2021. Eksplorasi tumbuhan obat antidiabetes di Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas. Biologica Samudra 3(1): 35–42. https://doi.org/10.33059/jbs.v3i1.3491
Mabel Y, Simbala H, Koneri R. 2016. Identifikasi dan pemanfaatan tumbuhan obat suku Dani di Kabupaten Jayawijaya Papua. Jurnal MIPA UNSRAT 5(2): 103–107.
Martgrita MM, Silalahi FTR, Rahayu M, Nikmatullah M, Sembiring C, Simangunsong L, Munawaroh E, Marsandi F, Susiarti S, Kalima T, Orizanty P, Purwanto Y, Sihotang VBL, Sunarti S, Fajri H, Mindawati N, Pratiwi. 2025. Indigenous knowledge on medicinal plants utilization by the Indonesia’s North Sumatra Karo ethnicity: A qualitative analysis. Journal of Herbs, Spices & Medicinal Plants 1–23. https://doi.org/10.1080/10496475.2025.2505472
Megawati, Anam S, Pitopang R. 2016. Studi etnobotani tumbuhan obat pada masyarakat suku Kaili Ija di Desa Bora Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Jurnal Biocelebes 10(1): 76–90.
Meliki LR, Lovadi I. 2013. Etnobotani tumbuhan obat oleh suku Dayak Iban Desa Tanjung Sari Kecamatan Ketungan Tengah Kabupaten Sintang. Jurnal Protobiont 2(3): 129–135.
Mutaqin AZ, Noviani E, Partasasmita R, Iskandar J. 2016. Studi etnobotani pemanfaatan jenis-jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat oleh masyarakat Desa Pangandaran Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran. Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016. Jatinangor.
Mutaqin AZ, Nurzaman M, Setiawati T, Budiono R, Noviani E. 2017. Pemanfaatan tumbuhan famili Zingiberaceae oleh masyarakat sekitar kawasan wisata Pantai Rancabuaya Kecamatan Caringin Kabupaten Garut. Jurnal Sains & Matematika 5(2): 35–41.
Navia ZI, Adnan A, Harmawan T, Suwardi AB. 2022. Ethnobotanical study of wild medicinal plants in Serbajadi protected forest of East Aceh District, Indonesia. Biodiversitas 23(10): 2070–2078. https://doi.org/10.13057/biodiv/d231025
Navia ZI, Suwardi AB, Baihaqi B. 2021. Ethnobotanical study of medicinal plants used by local communities in Sekerak Subdistrict, Aceh Tamiang, Indonesia. Biodiversitas 22(10): 2354–2362. https://doi.org/10.13057/biodiv/d221012
Novalia, Afriyansyah B, Juairiah L. 2018. Pemanfaatan tanaman obat oleh suku Jerieng di Kabupaten Bangka Barat. Ekotonia: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan Mikrobiologi 3(2): 63–69.
Noy C. 2008. Sampling knowledge: The hermeneutics of snowball sampling in qualitative research. International Journal of Social Research Methodology 11(4): 327–344. https://doi.org/10.1080/13645570701401305
Nurrani L, Tabba S, Mokodompit HS. 2015. Kearifan lokal pemanfaatan tumbuhan obat oleh masyarakat di sekitar Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Provinsi Maluku Utara. Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Kehutanan 12(3): 163–175.
Pitra H, Haerullah A, Papuangan N. 2017. Studi pengetahuan lokal masyarakat Moya tentang pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional. Jurnal Sainstifik@MIPA 1(1): 45–49.
Plant Australian. 2020. Australian native plants. https://www.australia.com/en/facts-and-planning/about-australia/australia-plants.html
Rahayu YD, Sutedjo, Matius P. 2007. Kajian potensi tumbuhan obat di kawasan Malinau Research Forest (MRF) CIFOR Kabupaten Malinau Kalimantan Timur. Jurnal Kehutanan Unmul 3(1): 87–101.
Rajoo KS, Lepun P, Alan R, Karam DS, Abdu A, Rosli Z, Izani N, Gerusu GJ. 2023. Ethnobotanical study of medicinal plants used by the Kenyah community of Borneo. Journal of Ethnopharmacology, 301, 115784. https://doi.org/10.1016/j.jep.2022.115784
Rambey R, Nelasufa F, Athoriez APM, Solihin, Rahmawaty S. 2024. Ethnobotanical study of medicinal plants by the indigenous community of Aek Guo Village, Mandailing Natal District, Indonesia. Biodiversitas 25(6), 1046–1056. https://doi.org/10.13057/biodiv/d250621
Riduwan. 2014. Metode dan teknik penyusunan tesis. Alfabeta.
Rupa D. 2017. Analisis struktur sekretori tumbuhan obat dari Hutan Desa Setulang. Prosiding Seminar Nasional III Biologi, Sains, Lingkungan, dan Pembelajaran. Pendidikan Biologi FKIP UNMUL, Samarinda.
Sari TAN, Nurfitriani D, Mutamimah R, Yudianto, Wakhidah AZ, Rahmawati P, Sutrisno T. 2024. The diversity of medicinal plants used by local communities in Kalimantan. Indonesian Journal of Forestry and Environment, 12(1), 45–60.
Silalahi M. 2018. Ageratum conyzoides L.: Pemanfaatan sebagai obat dan bioaktivitasnya. JDP 11(3): 197–209.
Situmorang TS, Sihombing ESR. 2018. Kajian pemanfaatan tumbuhan obat pada masyarakat suku Simalungun di Kecamatan Raya Desa Raya Bayu dan Raya Huluan Kabupaten Simalungun. Jurnal Biologi Lingkungan, Industri, Kesehatan 4(2): 112–120.
Suparman A, Rupa D, Zulfadli. 2017. Identification of secretory structure and histochemical of family Araceae as medicinal plant by Dayak Kenyah tribe. International Conference on Biology and Environmental Science 1(2): 26–30.
Suwardi AB, Mardudi M, Navia ZI, Baihaqi B, Muntaha. 2021. Documentation of medicinal plants used by Aneuk Jamee tribe in Kota Bahagia sub-district, South Aceh, Indonesia. Biodiversitas 22(1): 6–15. https://doi.org/10.13057/biodiv /d220102
Takoy DM, Linda R, Lovadi I. 2013. Tumbuhan berkhasiat obat suku Dayak Seberuang di kawasan Hutan Desa Ensabang Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang. Jurnal Protobiont 2(3): 122–128.
Tantri S, Dewantara I, Wardenaar E. 2019. Pemanfaatan tumbuhan obat oleh masyarakat sekitar hutan di Desa Pangkalan Buton Kabupaten Kayong Utara. Jurnal Hutan Lestari 7(3): 1186–1197.
Tongco MDC. 2007. Purposive sampling as a tool for informant selection. Ethnobotany Research and Applications 5: 147–158. https://doi.org/10.17348/era.5.0.147-158
Uluk A, Sudana M, Wollenberg E. 2001. Ketergantungan masyarakat Dayak terhadap hutan. Center for International Forestry Research (CIFOR).
Washikah. 2016. Tumbuhan Zingiberaceae sebagai obat-obatan. Jurnal Serambi Saintia 4(1): 35–43.
Yuda H, Yoza D, Volcherina V. 2019. Pemanfaatan tumbuhan obat tradisional oleh masyarakat sekitar Hutan Suaka Margasatwa Kerumutan Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Jurnal Ilmu-ilmu Kehutanan 3(2): 45–54.






