Exploration and Identification of High Level Fungus Species In The Protected Forest Area City of Langsa City

Eksplorasi dan Identifikasi Jenis Jamur Tingkat Tinggi di Kawasan Hutan Lindung Kota Langsa

  • Sara Gustia Wibowo Universitas Samudra
  • Vivi Mardina Universitas Samudra
  • Fadhliani Fadhliani Universitas Samudra
Keywords: Exploration, Identification, Fungi, Forest, Langsa

Abstract

This Study attempts to identify the types of macroscopic fungi found in Langsa City Protected Forest area. The research area is ± 10 Ha. Exploration of high level mushroom species using the roaming observation method, namely making direct observations to the research location. Data analysis was carried out descriptively. The results of this study were found as many as 22 spesies of macroscopic fungi. Fungi that are found are abundant in soil and tree litter or rotten wood. The result of this study are expected  to provide preliminary information about the diversity oh high level fungi that can grow in protected forest area in Langsa City.

Author Biographies

Sara Gustia Wibowo, Universitas Samudra

Program Studi Biologi, Fakultas Teknik

Vivi Mardina, Universitas Samudra

Program Studi Biologi, Fakultas Teknik

Fadhliani Fadhliani, Universitas Samudra

Program Studi Biologi, Fakultas Teknik

References

Alexopoulos, C.J.&C.W. Mims. 1979. Introductory Mycology. 3rd Edition. John Wiley&Sons. New York. 632 p.

Alexopoulus, C.J., C. W. Mims, M. Blackwell. 1996. Introductory Mycology. Fourth Edition. John Willey & Sons, Inc. New York.

Armawi. 2009. Pengaruh Tingkat Kemasakan Buah Kelapa dan Konsentrasi Air Kelapa pada Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus). Universitas Islam Negeri. Malang.

Asnah. 2010. Inventarisasi Jamur Makroskopis di Ekowisata Tangkahan Taman Nasional Gunung Leuser Kabupaten Langkat Sumatera Utara. Tesis Program Studi Magister Biologi FMIPA USU. USU Repository. Medan.

Chan S.T. and Miles P.G. 2004. Mushoorms Cultivation, nutritional value,medicina effect, and environmental impact. CRC Prees. Second edition. 477p.Dix, N. J., John Webster. 1995. Fungal Ecology. Chapman & Hall. London.

Dix, N. J., John Webster. 1995. Fungal Ecology. Chapman & Hall. London

Fitriani, E. 2017. Inventarisasi Jamur Di Kawasan Hutan Sekitar Desa Kalisoro Tawangmangu Karanganyar Provinsi Jawa Tengah. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Gandjar I, Sjamsuridzal W, Oetari A. 2006. Mikologi Dasar dan Terapan. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.

Hasanuddin. Jenis jamur kayu makroskopis sebagai media pembelajaran biologi (Studi di TNGL Blangjerango Kabupaten Gayo Lues). Jurnal Biotik, 2 (1): 38 – 52.

Ingold, C.T., H. J. Hudson. 1993. The Biology of Fungi. Sixth Edi¬tion. Chapman & Hall. London.

Iswanto. 2009. Identifikasi Jamur Perusak Kayu.Universitas Sumatera Utara.

Khayati, L dan Warsito, H. 2016. Keanekaragaman Jamur Kelas Basidiomycetes di Kawasan Lindung KPHP Sorong Selatan. Prosiding Symbion (Symposium on Biology Education), Prodi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Ahmad Dahlan, 27 Agustus 2016.

Kuo, Michael. 2005. Clavariadelphus spp. Available at: http://www.botit.botany. wisc.edu/images/Daldinia.html.

Mardina, V., Amri, Y., Harmawan, T. 2020. Pelatihan Teknik Hidroponik untuk Mengatasi Lahan Berkadar Garam Tinggi pada Masyarakat Pesisir Gampong, Kuala Langsa, Aceh. Indonesian Journal of Community Engagement. Vol. 6, No. 1, Maret 2020, Hal. 16 – 22.

McKane, L. dan J. Kandel. 1996. Microbiology: Essentials and Applications. McGraw-Hill. New York.

Meilani, S. 2017. Tingkat pengetahuan masyarakat dan persepsi wisatawan terhadap wisata alam dan komposisi fauna flora di kawasan Hutan Lindung Kota Langsa, Provinsi Aceh. Skripsi, Jurusan Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Syiuah Kuala.

Munir, E. 2006. Pemanfaatan Mikroba dalam Bioremediasi: Suatu Teknologi Alternatif untuk Pelestarian Lingkungan. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap dalam Bidang Mikrobiologi FMIPA USU. USU Repository. Medan

Musyafa. 2005. Peranan Makrofauna Tanah dalam Proses Dekomposisi Serasah Acacia mangium willd. Biodiversitas. 6(1) : 63-65

Pacioni, G. 1981. Guide To Mushrooms. Ed. Gary H. Lincoff. Simon & Schuster’s, Inc. New York.

Polonin, N, 1990. Pengantar Geografi Tumbuhan dan Beberapa Ilmu serumpun,Diterjemahkan Oleh Gembong Tjitrosopomo dari Introduction To Plant Geografi and Same Related Science, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Reid, D. 1980. Mushrooms and Toadstools. Kingfisher Guides. London.

Rina, T dan Arico, Z. 2019. Jenis-jenis jamur makroskopis di ekowisata Bukit L awing TNGL Sumatera Utara. Jurnal Biologica Samudra, 1 (1): 43 – 47.

Safuridar dan Andiny, P. 2020. Dampak Pengembangan Ekowisata Hutan Mangrove terhadap Sosial dan Ekonomi Masyarakat di Desa Kuala Langsa, Aceh. Jurnal Samudra Ekonomi dan Bisnis. 11(1): 43-52.

Sahara, S.N. 2018. Perkembangan Hutan Lindung Kota Langsa (2010 – 2017). Skripsi Universitas Samudra.

Suhardiman, P. 1990. Jamur Kayu. Cetakan III. PS. Penebar Swa¬daya. Jakarta.

Suharna, N. 1993. Keberadaan Basidiomycetes di Cagar Alam Bantimurung, Karaenta dan Sekitarnya, Maros, Sulawesi Selatan. Prosiding Seminar Hasil Litbang SDH 1993. Balitbang Mikrobiologi, Puslitbang Biologi- LIPI. Bogor.

Suriawiria, U. 1986. Pengantar Untuk Mengenal dan Menanam Jamur. Angkasa. Bandung.

Watling, R. 1973. Identification of the Larger Fungi. Hulton Edu¬cational Publications Ltd. Amersha.

Published
2021-03-25