Eksplorasi Tumbuhan Obat Antidiabetes di Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas
Abstract
Diabetes merupakan penyakit pembunuh ketiga di Indonesia dengan persentase 6,7%, setelah stroke (2,1%), dan jantung koroner (12,9%). Jika penyakit ini tidak ditangani maka dapat menyebabkan penurunan disabilitas, produktivitas, dan kematian dini. Umumnya masyarakat menggunakan obat sintetis untuk mengobatinya, namun penggunaan obat ini jika digunakan dalam jangka waktu yang lama akan berdampak negatif bagi tubuh, seperti kerusakan ginjal. Oleh karena itu, salah satu solusi untuk meminimalisir dampak dari penggunaan obat sintetis itu, yaitu menggunakan tumbuhan obat berpotensi antidiabetes. Salah satu kecamatan di Kabupaten Musi Rawas yang memiliki potensi tumbuhan obat cukup melimpah, yaitu di Kecamatan Tuah Negeri. Lokasi penelitian dipilih sebanyak enam lokasi berdasarkan pertimbangan keberadaan tumbuhan obat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan identifikasi dengan menggunakan referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 15 jenis tumbuhan obat berpotensi antidiabetes.
References
Arjadi, F. dan Pryo, S. 2010. Regenearasi Sel Pulau Langerhans Pad Tikus Putih Diabetes yang diberi Rebusan Daging Mahkota Dewa. Jurnal Medincal Faculty of Jendral Sudirman. 2 (2)
Chasani, M., Hartiwi, D., dan Rizka, A. 2011. Pemurnian, Identifikasi, dan Uji Aktivitas Antidiabetes Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Etil Asetat Daun Kaca Piring (Gardenia augusta Merr). Eksakta, 12 (2)
Darmawan. 2012. Waspadai Gejala Penyakit Mematikan Jantung Koroner dengan tiga jenis Penyakit yang Berkaitan: Hipertensi, Diabetes Mellitus, dan Stroke. Jakarta Selatan: PT. Suka Buku.
Departemen Kesehatan RI. 2005. Pharmaceutical Care untuk Penyakit Diabetes Mellitus. (Online, Farmalkes.kemenkes.go.id/) diakses pada tanggal 13 Maret 2021.
Dinas Kesehatan Musi Rawas. 2018. Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Rawas 2016-2021. Musi Rawas
IDP. 2015. IDF Diabtes Atlas. International Diabetes Federation. Jurnal International Diabetes Federation. doi:10.1289/image.ehp.v119.i03
Jennifer H dan Endah, S. 2015. Preferensi Individu Terhadap Pengobatan Tradisonal Di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan. 16 (1).
Kementrian Kesehatan RI. 2016. Menkes: Mari Kita Cegah Diabetes Dengan Cerdik. (Online, http://www.depkes.go.id/) diakses pada tanggal 13 Maret 2021.
Lestari, F., dan Ivoni, S. 2019. Eksplorasi Proses Pengolahan Tumbuhan Obat Imunomodulator Suku Anak Dalam Bendar Bengkulu. Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi. 10 (2)
Lestari, F., dan Ivoni, S. 2020. Tumbuhan Obat Berpotensi Imunomodulator di Suku Anak Dalam Bendar Bengkulu. JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi). 5(1).
Nuraini. 2014. Daun Berkhasiat Obat. Yogyakarta: Penerbit Gava Media.
Pranata, S. 2014. Herbal TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Yogyakarta: Aksara Sukses.
Sangi. 2018. Analisis Fitokimia Tumbuhan Obat di Kecamatan Minahasa Utara. Jurnal Chem, 1 (1). 47-53.
Sanjoyo, R. 2018. Obat (Biomedik Farmakologi). (Online, http://www.yoyoke.web.ugm.ac.id), diakses tanggal 12 Mei 2019.
Sari M.S., Ridwan A., Mardina V., Putri K.A., Alfajar B., Wibowo S.G. 2020. Skrining Potensial Pinang Aceh (Areca catechu L.) Sebagai Elevator Transporter GLUT4 dan Fitokonstituen Antiproliferatif Sel Kanker. Herbal Medicine Journal, 3 (1): 6 – 11.
Steenis, V. C.G.G.J. 2006. Flora. Jakarta: PT Pradnya Paramita
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Pendekata Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta
Suiraoka. 2012. Penyakit degenerative Mengenal, Mencegah dan Mengurangi Faktor Reisko 9 Penyakit Degeneratif. Yogyakarta: Nuha Medika.
Tjitrosoepomo, G. 2011. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Widuri S.A, Noorcahyati, Antun P. 2013. Potensi Beberapa Jenis Tumbuhan Berkhasiat Antidiabetes oleh Etnis Kalimantan Sebagai Sumber Metabolit Sekunder untuk Pengembangan Obat Modern. Jurnal Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam.






