Perilaku Makan Kuntul Kecil (Egretta garzetta) di Habitat Sungai dan Persawahan di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat

  • Ibnu Riyaldi Department of Biology, Faculty of Mathematic and Science, Tanjungpura University
  • Junardi Department of Biology, Faculty of Mathematic and Science, Tanjungpura University
  • Firman Saputra Department of Biology, Faculty of Mathematic and Science, Tanjungpura University
Keywords: Egretta garzetta, focal animal sampling, Kubu Raya, perilaku makan

Abstract

Perilaku burung dapat dijadikan bioindikator kualitas lingkungan. Perubahan habitat dan degradasi lahan merupakan ancaman terhadap kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan perilaku mencari makan E. garzetta di habitat sungai dan persawahan di Desa Sungai Durian, Kabupaten Kubu Raya. Pengamatan menggunakan metode focal animal sampling dengan sepuluh pengulangan untuk setiap habitat mulai pukul 07.00-18.00 WIB. Variabel yang diamati adalah frekuensi, waktu dan durasi perilaku mencari makan. Data frekuensi dan durasi perilaku makan pada kedua habitat dibandingkan menggunakan uji One Way Manova. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas mencari makan tertinggi terjadi pada pagi dan sore hari. Aktivitas yang dominan adalah melangkah dan berhenti melangkah, dan aktivitas dengan frekuensi paling rendah adalah menelan mangsa. Habitat berpengaruh signifikan terhadap perilaku mencari makan, hal ini dibuktikan dengan uji One Way Manova yang menunjukkan taraf signifikan (Sig.) = 0,017 dengan tingkat kepercayaan 95%.

References

Adisaputra D. 2005. Prevalensi dan Perilaku Rangkong di Gunung Ungaran Kabupaten Kendal Jawa Tengah. [Skripsi]. Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Semarang, Semarang.
Akin JA. 2011. Homeostatic Procceses for Thermoregulation. Nature Education knowledge 3: 7.
Ardley N. 1979. Burung, Pustaka Pengetahuan Modern. PT. Dainippon Gitakarya Printing, Jakarta.
Davies JG. 1996. Manfaat Lahan Basah dalam Mendukung dan Memelihara Pembangunan. Direktorat Jendral PHPA & Asian Wetland Bureau, Jakarta
Draugelis-Dale R. 2008. Assessment of Effectiveness and Limitations of Habitat Suitability Models for Wetland Restoration..http://www.usgs.gov/pubprod. [12 Juli 2019].
Elfidasari D. 2008. Kolerasi Ragam Aktivitas terhadap Keberhasilan Makan Tiga Jenis Kuntul di Cagar Alam Pulau Dua Teluk Banten Serang. Makara Sain 12 (2): 75-76.
Ford HA. 1989. Ecology Of Bird, An Australia Prespective. Surrey Beaty & Sons Pty Limited, Chiping Norton.
Hernowo JB, Prasetyo, LB. 1989. Konsepsi ruang terbuka hijau di kota sebagai pendukung pe lestarian burung. Media Konservasi 4 (2): 61-71.
Mckilligan N. 2005. Herons, Egrets and Bitterns Their Biology and conservation in Australia. CSIRO Publishing, Clayton.
Noor YR. 1996. Penghitungan Burung Air di Pulau Dua dan Pulau Pamujan Besar, Teluk Banten, Jawa Barat. PHPA/Wetlands International-Indonesia Programme, Bogor.
Syahputra MRR. 2018. Aktivitas harian burung kuntul kecil (Egretta garzetta) di Pulau Serangan, Bali. Jurnal Biologi Udayana 22(1): 1-6.
Zahara I. 2015. Perilaku Makan Burung Kuntul Kecil (Egretta gerzetta) Berdasarkan Jumlah Patokan Jantan dan Betina Pada Habitat Mangrove dan Persawahan. [Skripsi]. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.
Published
2022-07-12