Struktur Populasi Katak Batu Berbintik Hitam Staurois guttatus (Ranidae:Amphibia) di Gunung Poteng, Kalimantan Barat

  • Khairul Anwar Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan ilmu pengatahuan alam, Universitas Tanjungpura
  • Junardi Junardi Universitas Tanjungpura
  • Riyandi Riyandi Universitas Tanjungpura
Keywords: Gunung Poteng, Katak batu, struktur populasi

Abstract

Katak batu berbintik hitam (Staurois guttatus) merupakan spesies endemik Borneo yang dapat ditemukan di Sabah Sarawak (Malaysia), Brunei Darussalam dan Kalimantan (Indonesia). Status konservasi S. guttatus termasuk spesies yang terancam punah menurut International Union for Conservation of  Nature (IUCN). S. guttatus dikonfirmasi bahwa di Gunung Poteng tersebut masih belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur populasi S.guttatus  di kawasan Gunung Poteng. Sampling menggunakan metode VES (Visual Encounter Survey) dengan line transect sepanjang 500 meter disepanjang riam dan aliran sungai. Pengamatan dilakukan pada malam hari pukul 20.00 - 00.00 WIB. Faktor lingkungan yang diukur meliputi suhu udara, suhu air, kelembaban udara, dan pH air. Hasil penelitian dari tiga waktu sampling diperoleh total 273 individu jantan, 34 individu betina, dan 6 individu juvenil dengan kepadatan rata rata individu jantan yaitu 72 Ind/Ha, 54 Ind/Ha dan 57 Ind/Ha.

Author Biographies

Junardi Junardi, Universitas Tanjungpura

Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak, Indonesia

Riyandi Riyandi, Universitas Tanjungpura

Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak, Indonesia

References

Andersson M. 1994. Sexual Selection. Princeton University Press, Princeton.
Bahagiawati, Dwinitia W, Utami dan Damayanti B. 2010. Pengelompokan dan Struktur Populasi Parasitoid Telur Trichogrammatoidea armigera pada Telur Helicoverpa armigera pada Jagung Berdasarkan Karater Molekular, Journal Entomology Indonesia 7 (1): 54-65.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam. 2008. Informasi Kawasan Konservasi Kalimantan Barat 2008, Pontianak.

Fairbairn DJ, Blanckenhorn WU & Szekely T. 2007. Sex, Size and Gender Roles: Evolutionary Studies of Sexual Size Dimorphism, Oxford University Press, New York.
Fransiska F. 2008. Diferensiasi Morfometri Fejervarya limnocharis (Anura: Ranidae) Gravenhorst 1829 di Sumatera, Universitas Andalas.
Hendri. 2015. Peluang Hidup Telur dan Berudu Katak Pohon Jawa Rhacophporus margaritifer Schlegel 1837 di Taman Nasional Gunung Gedepangrango Provinsi Jawa Barat. Skripsi. Bogor: Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata. Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor.
Heyer WR, Donnelly RW, McDiarmid LC, Hayek, &Foster. 1994. Measuring and Monitoring Biological Diversity. Standar Methods for Amphibians, Smithsonian Institut Press, Washington.
IUCN SSC Amphibian Specialist Group. 2018. Staurois guttatus. The IUCN Red List of Threatened Species 2018.
Jakaria M, Junardi, Riyandi. 2020. Pola Pergerakan Katak Batu Berbintik Hitam ( Staurois guttatus) di Gunung Poteng Kalimantan Barat, Protobiont 9 (1) : 17-25.
Krebs CJ. 1978. Ecology The Experimental Analysis of Distribution and Abundance, Ecological Methodology. Harper and Row Publisher, New York.
Mistar. 2003. Panduan Lapangan Amfibi Kawasan Ekosistem Leuser. The Gibbon Foundation dan PILINGO Movement, Bogor.
Saputra D, Setyawati TR & Yanti AH. 2014. Karakteristik Populasi Katak Sawah (Fejervarya cancrivora) di Persawahan Sungai Raya Kalimantan Barat. Jurnal Protobiont 3 (2): 81-86.
Syilva UNTAN. 2009. Keanekaragaman Jenis Amfibi di Gunung Poteng Singkawang Timur. Jurnal warta Herpetofauna.
Shine R. 1989. Ecological Causes for The Evolution of Sexual Dimorphism: A Review of The Evidence, Quarterly Review of Biology (64): 419-461.
Yazid M. 2011. Perilaku Berbiak Katak Pohon Hijau (Rhacophorus reinwardtii Kuhl & Van Hasselt), (1822) di Kampus IPB Darmaga. Bogor
Published
2022-07-12