Inventarisasi Gulma Berdaun Lebar di Kebun Jagung (Zea Mays L.) Desa Rasau Jaya Umum Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat
Abstract
Jagung (Zea mays L.) merupakan komoditas dan sumber karbohidrat utama kedua setelah beras yang banyak dibudidayakan di Kalimantan Barat. Salah satu penyebab rendahnya produksi jagung adalah gulma yang mengakibatkan penurunan produksi mencapai 51%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis gulma berdaun lebar yang ada pada lahan kebun jagung di desa Rasau Jaya Umum Kabupaten Kubu Raya. Penelitian telah dilakukan dari bulan April sampai Juni 2021. Penelitian ini menggunakan metode jelajah (Cruise Method). Hasil penelitian telah ditemukan 14 spesies gulma yang termasuk ke dalam 11 famili yaitu Cleome rutidosperma, Oldelandia corymbosa, Ludwigia octovalvis, Perilla frutescens, Euphorbia hirta, Asystasia gangetica, Croton hirtus, Phyllathus ninuri, Lindernia crustacean, Ageratum conyzoides, Richardia scabra, Melastoma malabathricum, Boerhavia erecta, dan Physalis angulata.
References
Hadiyanti N, Pardono, Supriyad. 2017. Kerapatan dan Sifat Morfologi Ciplukan (Physalis Sp.) di Gunung Kelud, Jawa Timur. Jurnal Hijau Cendekia. 2(2). p-ISSN : 2477-5096 e-ISSN 2548-9372.
Hasanuddin A, Anhar, Nurhayati. 2000. Kajian Hasil dan Studi Perkembangan Tanaman Jagung : Desitas Tanaman dan Tekanan Gulma. Agritas 4:181-189.
Jumin HB. 2005. Dasar-Dasar Agronomi. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Kastanja AY. 2015. Analisis Komposisi Gulma Pada Lahan Tanaman Sayur. Jurnal Agroforenstri. 10(20).
Nurjannah U, Turmudi E, Saputra HE. 2016. Pertumbuhan Ludwigia octovalvis (Jacq) Revans pada Berbagai Konsentrasi dan Waktu Aplikasi Alelokimia Kulit Buah Jengkol. Jurnal Hortikular Indonesia 7(3): 204-210.
Palijama WJ, Riry, Wattimera AY. 2012. Komunitas Gulma Pada Pertanian Pala ( Myrustica Fragrans H) Belum Menghasilkan dan Menghasilkan Didesa Hutumuri Kota Ambon. Agrologia. Jurnal Ilmu budidaya Tanaman 1:134-142.
Purwono, Hartono R. 2008. Bertanam Jagung Unggul. PenebarSwadaya. Jakarta.
Taulu LA. 2014. Pengaruh Ketinggian Tempat Terhadap Perkembangan Organisme Penggangu Tanaman (OPT) Pada Tanaman Padi di Sulawesi Utara. Prosiding Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Utara. Manado.






