https://ejurnalunsam.id/index.php/jempa/issue/feedJurnal Jeumpa2026-10-19T15:20:24+00:00Dr. Mawardimawardibio@unsam.ac.idOpen Journal Systems<p style="line-height: 170%; margin-bottom: 0cm;" align="justify"><strong>Jurnal Jeumpa</strong> is a scientific journal managed by the Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University. This journal publishes scientific articles from the results of research and literature reviews conducted in the field of science education and research studies within the scope of Biology.<br>Jurnal Jeumpa is published periodically with two issues in each volume. Jurnal Jeumpa invites research authors, lecturers, teachers, and students from within and outside the country to publish their research results and findings in Jurnal Jeumpa.<br>Reviewers of Jurnal Jeumpa come from various agencies both domestic and foreign based on appropriate scientific disciplines.<br>The aim of this journal is to provide a place for academics, researchers and practitioners to publish original research articles or literature reviews. The scope of articles published in this journal relates to various topics in the fields of Biology and Science Education (Models, Methods, and Strategies of Learning in science education), Ecology, Zoology, Botany, Microbiology, Anatomy, Physiology, Biotechnology as well as issues in relevant fields.</p> <p style="line-height: 170%; margin-bottom: 0cm;" align="justify"><strong><a href="https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/" rel="license"><img src="https://i.creativecommons.org/l/by-nc-sa/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License"> </a>This work is licensed under a <a href="https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License</a>.</strong></p> <p style="display: flex; justify-content: center;"><a href="https://ejurnalunsam.id/index.php/jempa/abstracting-indexing" target="_blank" rel="noopener"> <img style="max-width: 550px;" src="/public/site/images/khalil/Indexed1.png"></a></p> <p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;" align="justify"><strong>Jurnal Jeumpa<br></strong>(p-ISSN: <span style="color: #0563c1;"><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2356-069X">2356-069X</a></span>)–(e-ISSN: <span style="color: #0563c1;"><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2715-4343">2715-4343</a></span>)<br><strong>Publisher:</strong> Department of Biology Education, <a href="https://fkip.unsam.ac.id/">Faculty of Teacher Training and Education</a>, <a href="https://unsam.ac.id/">Samudra University</a><br>FKIP Building 2nd floor, Prof. Dr. Syarief Thayeb St., Langsa, Aceh, Indonesia — 24416<strong><br>e-mail: </strong><a href="mailto:jurnaljeumpa@unsam.ac.id">jurnaljeumpa@unsam.ac.id</a> </p>https://ejurnalunsam.id/index.php/jempa/article/view/15290Potensi Pupuk Organik Cair Kombinasi Daun Kelor dan Lamtoro terhadap Performa Pertumbuhan Bawang Merah2026-10-19T15:20:24+00:00Rania Dzakiraraniadzakira03@gmail.comWardiah Wardiahwardiah.fkip@usk.ac.idMuhibbuddin Muhibbuddinmuhibbuddin@usk.ac.idHafnati Rahmatanhafnati_rahmatan@usk.ac.idSamingan Samingansamingan@usk.ac.id<p>Bawang merah termasuk komoditas hortikultura yang banyak dimanfaatkan masyarakat Indonesia dalam berbagai olahan pangan. Produktivitas tanaman ini dapat didorong melalui pemberian pupuk organic cair (POC) yang menggunakan berbagai bahan organik. Kajian ini bertujuan mengevaluasi kemampuan formulasi berbahan kelor dan lamtoro dalam mendukung hasil bawang merah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas enam tingkat konsentrasi dan masing-masing diulang empat kali. Taraf konsentrasi pupuk cair yang diperlakukan meliputi P0 sebesar 0%, P1 sebesar 10%, P2 sebesar 15%, P3 sebesar 20%, P4 sebesar 25%, serta P5 sebesar 30%. Parameter pertumbuhan yang diukur mencakup banyaknya umbi dalam satu rumpun, massa segar umbi setiap rumpun, massa segar keseluruhan rumpun, serta diameter umbi. Data hasil pengamatan selanjutnya diuji melalui analisis varians. Hasil pengujian memperlihatkan adanya respons pada banyaknya umbi, massa umbi, dan akumulasi bobot segar keseluruhan, sedangkan diameter umbi tidak memperlihatkan respons yang signifikan. Di antara seluruh taraf yang dicobakan, formulasi POC 15% memberikan hasil terbaik. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa biomassa kelor bersama lamtoro dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan organik dalam formulasi POC guna menunjang hasil serta perkembangan tanaman bawang merah.</p>2026-10-19T15:20:23+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Jeumpahttps://ejurnalunsam.id/index.php/jempa/article/view/14490Peranan Ekologis Insekta Pohon pada Kawasan Kebun Campuran Gampong Meunasah Raya, Kabupaten Pidie Jaya2026-10-19T15:18:50+00:00Muhammad Ali Sarongali_sarong@usk.ac.idYaumil Istiqlal M Nuryaumilistiqlalmnur@usk.ac.idIsmul Hudaismulhuda@usk.ac.idDevi Syafriantidevi.syafrianti@usk.ac.idNazar Muhammadnazarmuhammad@usk.ac.idIkhsan Ikhsanikhs4n@usk.ac.idNovi Susantinovisusanti@gmail.com<p>Insekta pohon memiliki peranan ekologis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pada kawasan kebun campuran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan ekologis insekta pohon pada kawasan kebun campuran Gampong Meunasah Raya, Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian menggunakan metode survei dengan pengamatan langsung pada tiga stasiun yang ditentukan berdasarkan vegetasi dominan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan bait trap dan hand collecting pada pohon di lokasi penelitian. Sampel yang diperoleh diidentifikasi berdasarkan karakter morfologi, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan jenis, jumlah individu, dan peranan ekologisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 250 individu yang terdiri atas 10 spesies dari empat famili, dengan jumlah individu tertinggi pada stasiun III. Famili Formicidae merupakan kelompok yang paling banyak ditemukan, dengan <em>Dolichoderus thoracicus</em>, <em>Camponotus compressus</em>, dan <em>Camponotus barbaricus</em> sebagai spesies dengan jumlah individu tertinggi. Berdasarkan peranannya, sembilan spesies dikategorikan menguntungkan dan satu spesies, yaitu <em>Scutiphora pedicellata</em>, dikategorikan merugikan karena berperan sebagai herbivora. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insekta pohon memiliki peranan ekologis yang beragam dan dapat mendukung keseimbangan ekosistem kebun campuran.</p>2026-10-19T15:18:49+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Jeumpahttps://ejurnalunsam.id/index.php/jempa/article/view/14128Bioaktivitas Ekstrak Batang Serai (Cymbopogon citratus) terhadap Lalat Rumah (Musca domestica) sebagai Larvasida Nabati 2026-10-19T15:17:32+00:00Isnina Isninayantiasyan2017@gmail.comRahmayanti Rahmayantiyantiasyan2017@gmail.com<p>Lalat rumah <em>(Musca domestica) </em>merupakan vektor berbagai penyakit yang mengancam kesehatan masyarakat. Penggunaan larvasida kimiawi secara berlebihan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Batang serai memiliki kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, sitronella, saponin, dan minyak atsiri berperan dalam membunuh larva melalui mekanisme kerusakan sistem pernapasan dan pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak batang serai <em>(Cymbopogon citratus) </em>sebagai larvasida alami terhadap larva <em>Musca domestica. </em>Dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Mikrobiologi Poltekkes Kemenkes Aceh dengan konsentrasi ekstrak 0.5%, 1%, 1.5%, dan 2%. Parameter yang diamati adalah persentase kematian larva setelah 1 jam, 4 jam, dan 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak batang serai efektif sebagai larvasida, dengan tingkat kematian larva tertinggi pada konsentrasi 2% (100%) dan terendah pada 0.5% (0.8%). Nilai LC<sub>50</sub> diperoleh sebesar 0.941%, yang menunjukkan efektivitas ekstrak pada konsentrasi rendah. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak batang serai berpotensi sebagai larvasida alami yang aman dan ramah lingkungan untuk mengendalikan populasi <em>Musca domestica</em>.</p>2026-10-19T15:17:31+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Jeumpahttps://ejurnalunsam.id/index.php/jempa/article/view/15165Transformasi Respons Siswa Menjadi Profil Konseptual: Tes Diagnostik Berbasis Web pada Konsep Kalor2026-10-19T15:15:16+00:00Andi Mustariandimustari6@gmail.comAbu Bakarabu@politeknikaceh.ac.idMarkus Simeon K. Maubuthymarkusmaubuthy@gmail.comNurulwati Nurulwatinurulwati@unsyiah.ac.idIntan Wulan Sariintanwulansari@aknacehbarat.ac.idFahmy Armandaandimustari6@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi platform asesmen diagnostik berbasis web yang mengintegrasikan <em>three-tier diagnostic test</em> dengan klasifikasi otomatis untuk menghasilkan profil konseptual siswa pada konsep kalor. Penelitian menggunakan pendekatan <em>Design and Development Research</em> melalui tahapan <em>Planning, Production,</em> dan <em>Evaluation</em>. Platform mengintegrasikan pengumpulan respons jawaban, alasan, dan tingkat keyakinan, pengodean pola respons, klasifikasi ke dalam kategori Paham Konsep, Belum Paham Konsep, dan Miskonsepsi, serta penyajian profil pada tingkat individu dan kelas. Implementasi melibatkan 113 siswa yang menyelesaikan 10 butir asesmen, sehingga diperoleh 1.130 unit klasifikasi. Hasil menunjukkan bahwa kategori Paham Konsep mendominasi sebesar 51,9%, sedangkan Miskonsepsi sebesar 38,1% dan Belum Paham Konsep sebesar 10,1%. Pemahaman tertinggi ditemukan pada konsep Perbedaan Kalor dan Suhu (83,19%), sedangkan miskonsepsi tertinggi terdapat pada konsep Kalor Selalu Bergerak Naik (77,88%). Evaluasi klasifikasi terhadap label acuan menghasilkan F1-<em>score</em> sebesar 0,994 untuk Paham, 0,977 untuk Belum Paham, dan 0,988 untuk Miskonsepsi, dengan <em>Macro</em>-F1 sebesar 0,986. Hasil tersebut menunjukkan bahwa platform mampu menghasilkan profil konseptual secara terperinci dan melakukan klasifikasi otomatis dengan kinerja tinggi serta konsisten terhadap label acuan.</p>2026-10-19T15:15:14+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Jeumpahttps://ejurnalunsam.id/index.php/jempa/article/view/15326Kandungan Gizi Kerang Darah (Tegillarca granosa) di Kawasan Ekosistem Mangrove Kota Langsa, Aceh, Indonesia2026-10-19T11:12:46+00:00Mawardi Mawardimawardbio@unsam.ac.idHera Irma Suryaniherajasni@gmail.com<p>Kerang Darah<em> (Tegillarca granosa)</em> salah satu spesies kerang yang hidup pada kawasan mangrove dengan cara membenamkan tubuhnya kedalam substrat untuk menghindari dari pemangsaan predator. Kandungan nutrisi yang tinggi dan rasanya yang lezat merupakan faktor utama yang menyebabkan <em>T. granosa</em> menjadi sumber makanan yang disukai oleh masyarakat untuk dikonsumsi. Tujuan penelitian untuk menganalisis kandungan gizi yang terkandung pada kerang darah yang hidup dikawasan mangrove Kota Langsa. Pengambilan sampel <em>T. granosa</em> dilakukan pada tiga lokasi dengan kondisi lingkungan yang bervariasi baik dari vegetasi mangrove maupun komposisi sedimen yang bervariasi. Lokasi I kawasan ekosistem mangrove Lhok Banie, lokasi II kawasan ekosistem mangrove Pusong, sedangkan lokasi III kawasan ekosistem mangrove Kuala Langsa. Setelah terkumpulkan sampel <em>T. granosa </em>selanjutnya dilakukan preparasi dan selanjutnya dianalisis kandungan gizi berupa protein, lemak, karbohidrat, abu dan kandungan air. Hasil penelitian menunjukkan kandungan proksimat yang paling tinggi yaitu kandungan air dengan nilai rata-rata mencapai 68.90%, sedangkan yang paling rendah yaitu kadar abu rata-rata sebesar 1.78%. Kandungan gizi yang terkandung pada <em>T. granosa</em> sangat bervariasi, protein memiliki komposisi yang paling tinggi dengan nilai rata-rata mencapai 13.84%, diikuti kandungan rata-rata karbohidrat dan lemak. Kandungan protein pada <em>T. granosa</em> ini lebih tinggi dari yang dilaporkan dari hasil penelitian dari pesisir Sumatera Utara dan Mesir, sehingga sangat layak untuk dikonsumsi untuk memenuhi gizi masyarakat.</p>2026-10-19T11:12:45+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Jeumpahttps://ejurnalunsam.id/index.php/jempa/article/view/15237Studi Deskriptif-Eksploratif: Inventarisasi Gastropoda di Kawasan Pantai Selatan Kabupaten Malang2026-10-19T10:07:59+00:00Rahman Fadlirf.rahmanfadli@gmail.comMuhammad Khalilrf.rahmanfadli@gmail.comFahmy Armandarf.rahmanfadli@gmail.com<p>Gastropoda merupakan kelompok biota pesisir yang beragam dan berperan dalam ekosistem intertidal. Data inventarisasi Gastropoda di pesisir selatan Kabupaten Malang, khususnya di luar Pantai Kondang Merak, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendokumentasikan Gastropoda di Pantai Kondang Merak, Ngentup, Banyu Meneng, dan Selok. Penelitian dilakukan pada 26 April 2026 pukul 09.00–14.00 WIB menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan teknik jelajah pada zona intertidal berpasir dan berbatu. Spesimen didokumentasikan secara fotografis dan diidentifikasi berdasarkan karakter morfologi cangkang, kemudian divalidasi melalui <em>peer identification</em> serta dibandingkan dengan pustaka dan <em>World Register of Marine Species</em>. Parameter lingkungan meliputi suhu air 30°C, pH 7,4, salinitas 34‰, dan kecepatan arus rerata 0,089 m/detik. Hasil penelitian mengidentifikasi 18 spesies dalam 11 famili. Cypraeidae memiliki jumlah spesies terbanyak, diikuti Muricidae. Kehadiran <em>Neritina natalensis</em> menunjukkan kemungkinan pengaruh estuari di kawasan penelitian. Temuan ini menjadi data awal inventarisasi Gastropoda pada empat lokasi pesisir selatan Kabupaten Malang.</p>2026-10-10T16:19:26+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Jeumpahttps://ejurnalunsam.id/index.php/jempa/article/view/15193Efektivitas Minuman Herbal Jahe-Asam Jawa-Madu dalam Mengurangi Intensitas Nyeri Dismenore pada Remaja Putri: Studi Kuasi-Eksperimental di Aceh Besar, Indonesia2026-10-10T16:11:51+00:00Safrida Safridasaf_rida@usk.ac.idDepita Kardiatisaf_rida@usk.ac.idFitrah Asma Ulhusnasaf_rida@usk.ac.idAsiah MDsaf_rida@usk.ac.idYuli Heirina Hamidsaf_rida@usk.ac.id<p>Dismenore merupakan keluhan ginekologis yang umum dialami remaja putri dan berkaitan dengan peningkatan produksi prostaglandin. Jahe, asam jawa, dan madu secara tradisional dikonsumsi untuk membantu meredakan nyeri menstruasi, namun efektivitas kombinasinya masih terbatas diteliti. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas minuman herbal jahe–asam jawa–madu dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore dan mengidentifikasi waktu pemulihan berdasarkan tingkat keparahan nyeri awal pada remaja putri di Aceh Besar. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental <em>one-group pretest–posttest</em> terhadap 64 remaja putri berusia 15–17 tahun. Intensitas nyeri diukur menggunakan <em>Numeric Rating Scale</em> (NRS) sebelum intervensi dan pada 15, 30, 45, serta 60 menit setelah konsumsi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon <em>signed-rank</em> (p<0,05). Hasil menunjukkan penurunan intensitas nyeri yang signifikan (p<0,05). Nyeri ringan pulih dalam 15 menit, sedang dalam 30–45 menit, dan berat dalam 60 menit. Minuman herbal ini berpotensi sebagai terapi komplementer untuk mengurangi nyeri dismenore. Penelitian terkontrol dengan pemeriksaan biomarker diperlukan untuk memvalidasi temuan ini.</p>2026-10-10T16:11:50+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Jeumpahttps://ejurnalunsam.id/index.php/jempa/article/view/15300Co-Agency Learning dan Posthuman Turn: Tinjauan Naratif tentang Relasi Manusia–AI dalam Pendidikan2026-09-13T08:00:07+00:00Muhammad Khalilmuhammadkhalil@unsam.ac.idMuliana GHmuhammadkhalil@unsam.ac.id<p>Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mendorong peninjauan pemahaman mengenai agency dan posisi manusia sebagai subjek pembelajaran. Kajian bertujuan memetakan dan mensintesis literatur <em>co-agency learning </em>dalam pendidikan berbasis AI, dengan fokus pada relasi manusia–AI, distribusi <em>agency</em>, mekanisme pembentukan pengetahuan, dan implikasi pedagogis. Kajian menggunakan <em>narrative literature review</em> dengan sintesis konseptual. Literatur diidentifikasi melalui Scopus, Google Scholar, dan dipilih secara purposif berdasarkan relevansi dengan AI, kognisi terdistribusi, agensi epistemik, posthumanisme, dan pendidikan. Analisis deskriptif-interpretatif mengidentifikasi empat mekanisme, yaitu <em>co-analysis, co-reasoning, co-decision, </em>dan <em>co-reflection</em>, yang berkaitan dengan <em>epistemic collaboration, distributed agency, dialogic cognition, </em>dan<em> sociotechnical embeddedness</em>. Kerangka menghubungkan kontribusi manusia, AI, dan lingkungan sosioteknis dengan pembentukan hybrid knowledge, epistemic orchestration skills, dan advanced AI literacy. Implikasinya, desain pembelajaran perlu mengatur interaksi, evaluasi, refleksi, dan tanggung jawab manusia–AI. Peserta didik berperan sebagai pengarah, evaluator, dan pengambil keputusan, sedangkan AI berfungsi sebagai mitra epistemik. Kerangka konseptual dan memerlukan pengujian empiris dalam konteks pendidikan.</p>2026-09-13T08:00:02+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Jeumpa