open access

Abstract

Program JKN mengalami defisit terhitung sejak tahun 2014. Dalam Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 terdapat perubahan iuran program JKN yang wajib dijalankan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kenaikan iuran JKN-KIS terhadap pelayanan peserta JKN-KIS di Faskes Kabupaten Serdang Bedagai. Pada penilitian ini digunakan data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari peserta JKN-KIS melalui penyebaran kuesioner di Kantor Pelayanan BPJS Kesehatan Kabupaten Serdang Bedagai. Data yang didapat di analisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier berganda pada SPSS. Berdasarkan analisis yang dilakukan, didapat nilai signifikan kecil dari 0.05 (0.00 < 0.05), sehingga disimpulkan bahwa masing-masing variabel independen mempengaruhi variabel dependen. Dan didapat Koefisien Determinasi R-Square sebesar 45% dan disimpulkan bahwa pengaruh kenaikan iuran JKN-KIS terhadap pelayanan peserta JKN-KIS di Faskes Kabupaten Serdang Bedagai adalah 45% , sedangkanĀ  55% dipengaruhi oleh faktor lain selain kenaikan iuran JKN-KIS.

The JKN program has experienced a deficit since 2014. In Presidential Regulation Number 75 Year 2019 there is a change in JKN program fees that must be carried out by the community. This study aims to determine how much influence the increase in JKN-KIS fees on JKN-KIS participant services in the Serdang Bedagai District Health Center.In this study using primary data, namely data obtained directly from JKN-KIS participants through the distribution of questionnaires at the BPJS Health Service Office of Serdang Bedagai Regency.The data obtained were analyzed using descriptive statistics and multiple linear regression in SPSS. Based on the analysis conducted, obtained a small significant value of 0.05 (0.00 <0.05), so it can be concluded that each independent variable influences the dependent variable.And obtained the R-Square Determination Coefficient of 45% and concluded that the effect of an increase in JKN-KIS fees on JKN-KIS participant services in the Serdang Bedagai District Health Facility was 45%, while 55% was influenced by other factors besides the increase in JKN-KIS fees.