open access

Abstract

Filariasis merupakan salah satu penyakit tropis yang tersebar di berbagai negara, termasuk Indonesia.Penyakit ini disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan melalui gigitan nyamuk. Infeksi dari penyakit ini mengakibatkan cacat fisik permanen sehingga penderita akan mengalami kerugian mental, sosial dan finansial. Untuk menanggulanginya, pemerintah menggalakkan pemberian obat DEC dan Doxycycline bagi penderita dengan status susceptible maupun terinfeksi. DEC efektif membasmi mikrofilaria dalam tubuh, sehingga DEC diklaim dapat memproteksi terjadinya infeksi pada manusia susceptible, meningkatkan laju penyembuhan pada penderita tahap awal, menurunkan laju transisi pada penderita tahap akut, serta mengurangi peluang terjadinya infeksi pada nyamuk susceptible. Doxycycline efektif membasmi cacing dewasa dalam tubuh, sehingga Doxycycline diklaim dapat menurunkan laju transisi pada penderita tahap akut dan mengurangi peluang terjadinya infeksi pada nyamuk susceptible. Pengkombinasian kedua obat tersebut diharapkan akan semakin memproteksi terjadinya infeksi pada manusia susceptible, meningkatkan laju penyembuhan pada penderita tahap awal, menurunkan laju transisi pada penderita akut, menyembuhkan penderita tahap akut, dan mengurangi peluang terjadinya infeksi pada nyamuk susceptible.Oleh karena itu penelitian ini membahas mengenai model matematika pada transmisi filariasis dengan pengobatan DEC danDoxycycline.Model ini mengkaji pengukuran efektivitas pengobatan terhadap perubahan populasi pada setiap kompartemen.Untuk memodelkannya, digunakan model host-vector sebagai acuan.Selanjutnya model dianalisa mulai dari titik kesetimbangan, kestabilan, basicreproductive ratio, dan simulasi numerik.Hasil simulasi yang diperoleh, diharapkan dapat memberikan informasi waktu yang tepat untuk pengulangan pemberian obat tersebut.