IDENTIFIKASI DAN KARAKTERISASI MINERAL PASIR SILIKA SEBAGAI POTENSIAL MATERIAL MAJU DI PANTAI KUALA PEUDAWA PUNTONG KECAMATAN IDI RAYEUK

  • Josefine Febiola Sijabat Program Studi Fisika Universitas Samudra
  • Nirmala Sari Program Studi Fisika Universitas Samudra
  • Rahmawati Program Studi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Palangka Raya
  • T. Andi Fadlly Program Studi Fisika Universitas Samudra
Keywords: pasir pantai, SiO2, kuarsa, kristal.

Abstract

Identifikasi dan karakterisasi mineral pasir Pantai Kuala Peudawa Puntong, Kecamatan Idi Rayeuk telah dilakukan. Pasir pantai adalah salah satu sumber mineral yang paling banyak digunakan, kemurnian mineral tersebut sangat bervariasi dan tergantung pada suatu wilayahnya. Pasir silika yang berasal dari pasir kuarsa merupakan salah satu mineral yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai material maju. Pasir pantai diproses melalui tahap pencucian, preparasi magnetik, serta perendaman dalam larutan HCL 2 M untuk meningkatkan kemurnian silika. Pasir silika di identifikasi menggunakan  X-Ray Fluorescence (XRF). Hasil analisis menunjukkan bahwa persentase senyawa utamanya yaitu SiO2 sebesar 29,69% dan di ikuti unsur-unsur lainnya yaitu Fe2O3 sebesar 2,86% dan K2O sebesar 1,04%, dan pasir silika dikarakterisasi menggunakan  X-Ray Diffraction (XRD) menunjukkan bahwa pada pasir Pantai Kuala Peudawa Puntong terkandung SiO2 fasa kuarsa yang terindentifikasi pada puncak utama 2θ  sebesar 26,70°. Selanjutnya ukuran kristal yang di hasilkan melalui persamaan Debyer-Scherrer, memiliki nilai rata-rata yaitu sebesar 24,85 nm.

References

[1] S. Setiawati dan R. Aprillia, “Screening Awal Potensi Bahan Galian Industri di Kalimantan Barat sebagai Bahan Pembuatan Panel Surya,” J. Teknol. Lingkung. Lahan Basah, vol. 12, no. 1, p. 090, 2024, doi: 10.26418/jtllb.v12i1.72614.
[2] ESDM Provinsi Aceh , “Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh 2019 Potensi Sektor Mineral, Batubara, Energi Air, Panas Bumi dan Migas Di Provinsi Aceh,” 2019.
[3] M. Karbeka, H. Manimoy, dan B. A. Abolasinga, “Identifikasi Mineral Pasir Tiga Warna Pantai Puntaru Kabupaten Alor-NTT,” Fuller. J. Chem., vol. 6, no. 1, p. 34, 2021, doi: 10.37033/fjc.v6i1.258.
[4] W. Fathonah, R. I. Kusuma, E. Mina, dan A. T. Ningsih, “Penggunaan Pasir Pantai Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Dasar dan Pengaruhnya Terhadap Nilai Kuat Tekan Bebas,” Fondasi J. Tek. Sipil, vol. 11, no. 2, p. 140, 2022, doi: 10.36055/fondasi.v11i2.7816.
[5] E. Febriana dkk., “Dissolution of quartz sand in sodium hydroxide solution for producing amorphous precipitated silica,” IOP Conf. Ser. Mater. Sci. Eng., vol. 858, no. 1, 2020, doi: 10.1088/1757-899X/858/1/012047.
[6] F. W. Mahatmanti dkk., “Pembuatan Kitin dan Kitosan Dari Limbah Cangkang Udang Sebagai Upaya Memanfaatkan Limbah Menjadi Material Maju,” Inov. Kim., no. 1, pp. 1–38, 2022, doi: 10.15294/ik.v1i1.60.
[7] G. Y. Luthfizar, F. S. P. Pangesti, dan T. Akbari, “Bahan Pengganti Pasir Untuk Pembuatan,” J. Lingkung. Dan Sumberd. Alam, vol. 2, no. 1, pp. 23–37, 2019, [Online]. Available: https://ejournal.lppm-unbaja.ac.id/index.php/jls/article/view/529
[8] Ananda Muhamad Tri Utama, “Penerapan Filter Air Berbasis Zeolit dan Pasir Silika Dengan Penambahan Karbon Aktif Biji Salak Untuk Meningkatkan Kualitas Air Sumur Gali,” vol. 9, pp. 356–363, 2022.
[9] Elvita Eka Nursari, Widya Ningrum, Ersyzario Edo Yunata, Evi Suaebah, dan Rohim Amirullah Firdaus, “Review : Sintesis Nanopartikel Silika Dari Beberapa Material Dengan Metode Sol-Gel,” Inov. Fis. Indones., vol. 14, no. 1, pp. 115–123, 2025, doi: 10.26740/ifi.v14n1.p115-123.
[10] S. Prabha, D. Durgalakshmi, S. Rajendran, dan E. Lichtfouse, “Plant-derived silica nanoparticles and composites for biosensors, bioimaging, drug delivery and supercapacitors: a review,” Environ. Chem. Lett., vol. 19, no. 2, pp. 1667–1691, 2021, doi: 10.1007/s10311-020-01123-5.
[11] Trianasari, P. Manurung, dan P. Karo-Karo, “Analisis dan Karakterisasi Kandungan Silika (SiO2 ) sebagai Hasil Ekstraksi Batu Apung (Pumice),” J. Teor. dan Apl. Fis., vol. 05, no. 02, pp. 179–186, 2017.
[12] P. R. A. Sitorus, “Penerapan Filter Air Berbasis Zeolit dan Pasir Silika Dengan Penambahan Karbon Aktif Biji Salak Untuk Meningkatkan Kualitas Air Sumur Gali,” Braz Dent J., vol. 33, no. 1, pp. 1–12, 2022.
[13] B. Bakruddin, F. Rachmatillah, A. Amri, dan Z. Jalil, “Identifikasi Kandungan Unsur pada Pasir Kuarsa Menggunakan Metode X-Ray Flourescence di Kecamatan Samadua, Aceh Selatan,” J. Jejaring Mat. dan Sains, vol. 2, no. 2, pp. 32–35, 2020, doi: 10.36873/jjms.2020.v2.i2.401.
[14] R. K. Pingak, A. Z. Johannes, dan L. A. S. Lapono, “Analisis Potensi Pasir Tablolong dan Pasir Koka Sebagai Sumber Silika Menggunakan Uji Xrf dan Xrd,” J. Fis. Fis. Sains dan Apl., vol. 3, no. 3, pp. 132–136, 2018, doi: 10.35508/fisa.v3i3.614.
[15] S. Sumari, Y. F. Prakasa, M. R. Asrori, dan D. R. Baharintasari, “Analisis Kandungan Mineral Pasir Pantai Bajul Mati Kabupaten Malang Menggunakan XRF dan XRD,” Fuller. J. Chem., vol. 5, no. 2, p. 58, 2020, doi: 10.37033/fjc.v5i2.154.
[16] Y. Azis dkk., “Sintesis Natrium Silikat Menggunakan Silika dari Pasir Pantai Bengkalis,” pp. 39–47, 2024.
[17] A. Muliawan, “Studi Awal Bahan Dasar Piranti Solar Cell Pada Pasir Sambera Muara Badak Menggunakan Xrf dan Xrd,” Turbo J. Progr. Stud. Tek. Mesin, vol. 6, no. 2, 2017, doi: 10.24127/trb.v6i2.549.
[18] M. Sumadiyasa dan I. B. S. Manuaba, “Determining Crystallite Size Using Scherrer Formula, Williamson-Hull Plot, dan Particle Size with SEM,” Bul. Fis., vol. 19, no. 1, p. 28, 2018, doi: 10.24843/bf.2018.v19.i01.p06.
[19] D. Pupuk, K. Sapi, I. Syahbanu, M. T. Tamnasi, C. Nabela, dan M. D. Furnata, “Indonesian Journal of Pure and Applied Chemistry,” vol. 1, no. 1, pp. 30–38, 2018.
Published
2025-10-10
How to Cite
[1]
J. F. Sijabat, Nirmala Sari, Rahmawati, and T. Andi Fadlly, “IDENTIFIKASI DAN KARAKTERISASI MINERAL PASIR SILIKA SEBAGAI POTENSIAL MATERIAL MAJU DI PANTAI KUALA PEUDAWA PUNTONG KECAMATAN IDI RAYEUK”, hadron., vol. 7, no. 2, pp. 54-58, Oct. 2025.
Section
Articles