ANALISIS PENYEBAB TINGGINYA LOSSES SOLID PADA MESIN TRICANTER DI STASIUN KLARIFIKASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE FISHBONE DI PKS PT PTPN I
Abstract
PKS Pulau Tiga PTPN I merupakan pabrik yang mengolah kelapa sawit dengan metode dan aturan tertentu hingga menghasilkan Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel. Dalam proses pengolahan tersebut, perusahaan harus selalu berupaya untuk mengoptimalkan jumlah rendemen CPO dan PK salah satunya adalah dengan menekan terjadinya kehilangan minyak (oil losses) pada CPO dan kehilangan Minyak inti sawit (Palm Kernel oil) selama proses produksi. Produksi minyak kelapa sawit memiliki efesiensi tinggi apabila presentase kehilangan minyak rendah. Efisiensi adalah kemampuan untuk mencapai suatu hasil yang diharapkan (output) dengan mengorbankan (input) yang minimal. Suatu kegiatan telah dikerjakan secara efisien jika pelaksanaan kegiatan telah mencapai sasaran (output) dengan pengorbanan (input) terendah, sehingga efisiensi dapat diartikan sebagai tidak adanya pemborosan. Persentase kehilangan minyak ini masih belum bisa dicegah. Oleh karena itu perlu adanya tindakan untuk menganalisis terjadi penyebab tingginya losses Solid di mesin Tricanter. Dari uraian yang dipaparkan maka penulis mengambil judul penelitian Analisis Penyebab Tinnginya Losses Solid Pada Mesin Tricanter di Stasiun Klarifikasi Dengan Menggunakan Metode Fishbbone di PKS PT.PTPN I.
References
[2] Apriansyah, R., Ulfa, M., & Irwansyah. (2019). Perancangan E-Marketplace pada PT . Pabrik Terasi Sejahtera Sungi Lumpur Tulung Selapan. Bina Darma Conference on Computer Science 2019, 94–111.
[3] Alvira, Dianra, Yanti Helianty, & Hendro Prassetiyo. 2016. “Usulan Peningkatan Overall Equipment Effectiveness ( Oee ) Pada Mesin Tapping Manual Dengan Meminimumkan Six Big Losses.” Jurnal Itenas Bandung 03(03): 240–51.
[4] Ulimaz, A., Nuryati, N., Ningsih, Y. and Hidayah, S.N., 2021. Analisis Oil Losses pada Proses Pengolahan Minyak Inti Kelapa Sawit di PT. XYZ dengan Metode Seven Tools. Jurnal Teknologi Agro-Industri, 8(2), pp.124-134.
[5] Febriyanti, E. (2018). Analisis Kegagalan Screw Penyebab Kerusakan Decanter Shaft Pada Unit Pengolahan Minyak. Majalah Ilmiah Pengkajian Industri, 11(3), 185–192. https://doi.org/10.29122/mipi.v11i3.2524
[6] Nuryanti,sri 2016, “Pengaruh Umpan Minyak dan Umpan Olahan Terhadap Kadar Kehilangan Minyak Kelapa Sawit (Losses) pada Unit Decanter Di PT. Multimas Nabati Asahan”. Medan : Universitas Sumatera Utara.
[7] Azhar, Basyir. 2017. “Pemanfaatan Basculator dalam Operasional Decanter Untuk Menghitung Tonase Oil in Heavy Phase di Pabrik Kelapa Sawit”. Bekasi.
[8] Defi, I., Erliana, C. I., & Manurung, W. M. (2019). Analisis Kehilangan Minyak (Oil Losses) Pada Crude Palm Oil Dengan Metode Statistical Process Control. Seminar Nasional Teknik Industri, 4(1), 28–42. http://repository.unimal.ac.id/id/eprint/5005
[9] Irianto, I., & Apriyanto, M. (2017). Analisa Mutu Minyak Kelapa Sawit Mentah Di Pom Iv Nyato Pt. Th Indo Plantations Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir Riau. Jurnal Teknologi Pertanian, 1(2), 47–56. https://doi.org/10.32520/jtp.v1i2.44
[10] Hikmawan, O., Naufa, M., & Ainun, N. N. (2020). Sawit Pada Heavy Phase Di Decanter Di Pabrik Kelapa Sawit Determination of the Percent Composition of Water, Mud and Palm Oil on Heavy Phase At Decanter in Palm Oil Factory. 28–35.
[11] Pita, R., Ginting, S. B., & Sagala, L. (2019). Analisis Anggaran Biaya Produksi Sebagai Alat Perencanaan Dan Pengendalian Biaya Produksi Pada Pt. Indapo Batu Rongkam. 1(1), 40–46. http://stmb-multismart.ac.id/ejournal
[12] Tague, N. R. 2016. The quality toolbox. (2th ed.). Milwaukee, Wisconsin: ASQ Quality Press.
[13] Gasperz, V., & Fontana, A. 2016. Lean Six Sigma for Manufacturing and Service Industries. Bogor: Vinchristo Publication.
















