https://ejurnalunsam.id/index.php/jmtss/issue/feed Jurnal Media Teknik Sipil Samudra 2026-07-22T09:27:50+00:00 Defry Basrin defrybasrin@unsam.ac.id Open Journal Systems <p align="justify">Media teknik sipil merupakan wadah dalam publikasi hasil penelitian, studi kepustakaan, dan karya ilmiah di bidang teknik sipil terbit dua kali dalam satu tahun pada bulan Maret dan September. Media Teknik Sipil ini terbit pertama sekali pada tahun 2020.</p> https://ejurnalunsam.id/index.php/jmtss/article/view/14987 Optimization Of Retaining Wall And Building Foundation Design For The People's School In Jeulikat Village, Blang Mangat District, Lhokseumawe City 2026-07-17T10:23:41+00:00 arissasabilla arissasabilla@unsam.ac.id Nanik Handayani nanikhandayani@unsam.ac.id Neneng Ipak Mardiah Bukit arissasabilla@unsam.ac.id Marini Bravikawati arissasabilla@unsam.ac.id <p><em>The construction of the People's School Building in Jeulikat Village, Blang Mangat District, Lhokseumawe City, Aceh Province is one of the government's strategic programs to improve educational facilities. The site conditions consist of uneven topography and clayey sand soil requiring proper retaining wall and foundation design. This study aims to optimize retaining wall and foundation systems based on soil parameters, structural loading, and Indonesian geotechnical standards. A quantitative analytical method was employed using soil investigation data, laboratory testing, and calculations based on Rankine Earth Pressure Theory, Terzaghi Bearing Capacity Theory, Meyerhof Method, and Indonesian National Standards. The results indicate that a cantilever retaining wall with a height of 4 meters provides safety factors against sliding, overturning, and bearing capacity of 2.15, 2.48, and 3.12 respectively, satisfying engineering requirements. Furthermore, a spread footing foundation measuring 2.0 × 2.0 meters provides an ultimate bearing capacity of 845.36 kN with a safety factor of 3. The optimized design reduces concrete consumption by approximately 12.4% compared with conventional designs while maintaining structural safety</em></p> 2026-04-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Media Teknik Sipil Samudra https://ejurnalunsam.id/index.php/jmtss/article/view/14854 PENILAIAN KERENTANAN SEKTOR KONSTRUKSI PASCA BENCANA BANJIR SEBAGAI DASAR STRATEGI PENGURANGAN RISIKO BENCANA GEMPA BUMI DI KOTA LANGSA, ACEH 2026-07-18T03:15:32+00:00 Ari Juanda arijuanda@unsam.ac.id rajib muammar rajibmuammar@unsam.ac.id arissa sabilla arissasabilla@unsam.ac.id haikal fajri haikalfajri@unsam.ac.id <p><em>Langsa City, Aceh, is an area prone to both flooding and earthquakes. Recurrent flooding can deteriorate building conditions, including foundation damage, wall cracking, material degradation, and reduced structural performance, which may increase vulnerability to future earthquake events. This study aims to assess the vulnerability of the construction sector following flood disasters as a basis for developing earthquake risk reduction strategies in Langsa City. A descriptive qualitative approach was employed using field observations and in-depth interviews. The collected data were analyzed through thematic analysis based on three dimensions: technical, socio-cultural, and political-economic aspects. The findings reveal that construction sector vulnerability in Langsa City is multidimensional. From the technical aspect, vulnerability is associated with material deterioration, wall cracks, and inadequate drainage systems. From the socio-cultural aspect, limited public awareness of earthquake-resistant construction practices and reliance on traditional building experience contribute to increased vulnerability. From the political-economic aspect, financial constraints, unequal distribution of rehabilitation assistance, and weak construction oversight further exacerbate risks. The study concludes that reducing earthquake vulnerability in post-flood areas requires integrated efforts, including structural strengthening, drainage improvement, community education on disaster-resilient construction, and the incorporation of flood and earthquake risk considerations into local development policies.</em></p> 2026-04-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Media Teknik Sipil Samudra https://ejurnalunsam.id/index.php/jmtss/article/view/14775 ANALISA PERBANDINGAN BERAT JENIS DAN KUAT TEKAN BETON NORMAL DENGAN MENGGUNAKAN PASIR PANTAI DAN PASIR SUNGAI 2026-07-17T10:23:41+00:00 Mohd Ruktal mohd.ruktal@gmail.com Irwansyah irwansyah@unsam.ac.id Meilandy Purwandito meilandy@unsam.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan berat jenis serta kuat tekan beton normal menggunakan agregat halus berupa pasir pantai serta pasir sungai. Bahan yang dipakai pada penelitian ini meliputi pasir pantai, pasir sungai, agregat kasar (batu split), semen, dan air. Pengujian dilakukan terhadap karakteristik agregat seperti kadar air, kadar lumpur, berat jenis, penyerapan, serta analisa saringan sesuai standar SNI. Metode penelitian yang diterapkan ialah metode eksperimen di laboratorium melalui pembuatan benda uji beton berbentuk silinder berdiameter 15 cm serta tinggi 30 cm. Uji kuat tekan beton dilaksanakan di hari ke-14 guna mengetahui perkembangan kekuatan beton pada hari ke-28 maka dilakukan konversi pada umur beton, dan diproleh hasil uji pada beton pasir pantai sebesar 23,44 MPa dan pada beton pasir sungai sebesar 11,08 Mpa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai berat jenis agregat pasir sungai memiliki rerata berat jenis curah kering 2,402, SSD 2,495, serta berat jenis semu 2,647 dengan penyerapan air 3,843%. Sedangkan pasir pantai memiliki berat jenis yang relatif sebanding dengan nilai rata-rata berada pada kisaran agregat normal. Selain itu, hasil pengujian mendapati bahwa seluruh agregat yang dipakai memenuhi standar yang disyaratkan sehingga layak diterapkan sebagai bahan penyusun beton. Perbedaan jenis agregat halus memberi pengaruh pada nilai kuat tekan beton yang didapatkan disetiap umur pengujian. Merujuk pada hasil penelitian ini bisa disimpulkan bahwa pasir sungai dan pasir pantai bisa digunakan dalam campuran beton normal, namun perlu perlakuan khusus pada pasir pantai untuk meningkatkan kualitas beton yang dihasilkan.</p> 2026-04-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) https://ejurnalunsam.id/index.php/jmtss/article/view/14218 THE INTERACTION CONCEPT OF STAKEHOLDERS IN THE LANGSA CITY URBAN FOREST AND MANGROVE FOREST DEVELOPMENT PROJECT 2026-07-17T10:23:42+00:00 Puteri Hanifah Hanni puterihanifahanni@gmail.com <p>Kawasan RTH Taman Hutan Kota dan Ekowisata Hutan Mangrove di Kota Langsa memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan pariwisata daerah. Dalam pelaksanaannya, pengelolaan kawasan ini melibatkan berbagai <em>stakeholders</em> dengan peren dan kewenangan yang berbeda, sehingga memerlukan koordinasi lintas sektor yang efektif. Namun, koordinasi yang ada saat ini masih menunjukkan ruang untuk peningkatan, khususnya dalam menyelaraskan perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan kawasan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola interaksi antar <em>stakeholders </em>yang terlibat, serta mengembangkan konsep interaksi dalam <em>Interface Management System</em> (IMS) yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas koordinasi antar <em>stakeholders</em>. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan <em>Soft Systems Methodology (SSM)</em> melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan. Analisis data dilakukan menggunakan elemen <em>CATWOE</em> dan model konseptual untuk memahami hubungan antar instansi dengan merumuskan solusi sistemik terhadap permasalahan <em>interface</em> yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan kawasan wisata telah berjalan, namun masih bersifat sektoral dan administratif, sehingga koordinasi antar instansi belum sepenuhnya terintegrasi. PT. Pekola sebagai pengelola kawasan menjalankan fungsi operasional sesuai kewenangannya, namun dalam beberapa aspek masih memerlukan dukungan kebijakan dan pengenggaran dari Pemerintah Kota Langsa. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan penerapan <em>IMS</em> melalui pembentukan divisi koordinatif di bawah Sekretariat Daerah (Setda) Kota Langsa sebagai pusat komunikasi dan pengawasan pariwisata. Implementasi sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan, dan mendukung tata kelola pariwisata yang berkelanjutan di Kota Langsa.</p> 2026-04-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Media Teknik Sipil Samudra https://ejurnalunsam.id/index.php/jmtss/article/view/14216 KAJIAN TINGKAT KENYAMANAN FISIK RUANGAN BERDASARKAN PERSEPSI PENGGUNA (STUDI KASUS GEDUNG FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS SAMUDRA) 2026-07-18T03:17:56+00:00 Efrinton Sihotang efrintonsihotang58@gmail.com nova purnama novapurnamalisa@unsam.ac.id haikal fajri haikalfajri@unsam.ac.id <p class="11daftarpustaka" style="text-indent: 0cm; margin: 0cm 23.35pt .0001pt 27.0pt;"><span lang="IN">Kenyamanan fisik ruangan memiliki peran penting dalam mendukung efektivitas kegiatan pembelajaran dan aktivitas kerja di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kenyamanan fisik ruang kuliah dan ruang kerja di Gedung Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Samudra berdasarkan pengukuran kondisi fisik ruangan serta persepsi pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui pengukuran langsung di lapangan serta penyebaran kuesioner kepada pengguna ruangan. Parameter yang dianalisis meliputi aspek spasial ruang, suhu udara, kelembapan udara, sirkulasi udara, tingkat pencahayaan, dan tingkat kebisingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas ruang kuliah berkisar antara 33–79,6 m² dengan rasio luas per pengguna 1,37–2,2 m², sedangkan ruang kerja berkisar antara 15–34 m² dengan rasio 2,67–15 m² per pengguna. Suhu udara ruang kuliah berada pada kisaran 28,71–29,96 °C dan ruang kerja 26,68–28,91 °C dengan kelembapan udara 52,2–84,1%, yang sebagian berada di luar rentang kenyamanan berdasarkan standar SNI. Tingkat pencahayaan berkisar antara 89,2–1.133 lux pada ruang kuliah dan 92,6–1.124 lux pada ruang kerja, sementara tingkat kebisingan berkisar antara 23,317–50,329 dBA dan masih berada di bawah ambang batas standar. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa sebagian besar aspek kenyamanan berada pada kategori cukup hingga nyaman, namun beberapa ruang masih memerlukan perbaikan terutama pada aspek ventilasi, suhu udara, serta penataan ruang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan luas efektif ruang, kepadatan pengguna, serta sistem ventilasi dan penghawaan yang belum optimal menjadi faktor utama yang memengaruhi tingkat kenyamanan fisik ruangan.</span></p> 2026-04-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Media Teknik Sipil Samudra https://ejurnalunsam.id/index.php/jmtss/article/view/14202 Analisis Standarisasi Pemeliharaan Bangunan Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Langsa 2026-07-22T09:27:50+00:00 Adam Ramanda tanjuang2411@gmail.com firda sari firdasari@unsam.ac.id irwansyah irwansyah@unsam.ac.id Nina Fahriana ninafahriana@unsam.ac.id <p>ABSTRAK<br>Bangunan gedung sekolah merupakan prasarana dasar yang berperan penting dalam mendukung kelangsungan proses belajar mengajar. Keberlanjutan fungsi bangunan sangat dipengaruhi oleh kegiatan pemeliharaan yang dilakukan secara sistematis dan sesuai standar. Namun, di lapangan masih banyak ditemukan sekolah yang belum menerapkan standar pemeliharaan bangunan secara optimal, terutama di daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian penerapan standar pemeliharaan bangunan Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Langsa yang berlokasi di Jl. Jend. A. Yani, Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa, Provinsi Aceh, berdasarkan Permendiknas No. 24/PRT/M/2007. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dengan mengolah data deskriptif dan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap kondisi fisik bangunan, wawancara dengan pihak sekolah, serta telaah terhadap dokumen standar pemeliharaan bangunan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pemeliharaan di MIN 1 Langsa sarana dan prasarana di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Langsa menunjukkan bahwa tingkat pemeliharaan sarana memperoleh nila rata-rata 29,7 dan prasarana 2,666, keduanya berada pada kategori cukup sesuai dengan ketentuan. Meskipun sebagian fasilitas telah berfungsi, hasil observasi menunjukkan masih terdapat kekurangan pada beberapa komponen, seperti keterbatasan ruang kelas, perlengkapan ruang tata usaha, perpustakaan, lapangan olahraga, serta fasilitas kebersihan guru dan siswa yang belum memenuhi standar. Oleh karena itu diperlukan langkah strategis dalam bentuk peningkatan dan penambahan sarana dan prasarana secara terencana, terukur, dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat memastikan terpenuhinya standar pemeliharaan sarana dan prasarana untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan pembelajaran yang efektif, efisien, serta sesuai dengan regulasi yang berlaku.</p> <p>Kata Kunci: Pemeliharaan Bangunan, Standarisasi Sarana dan Prasarana, Permendiknas No. 24/PRT/M/2007, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Langsa.<br><br><em>ABSTRACT</em><br><em>School buildings constitute fundamental infrastructure that plays a vital role in supporting the continuity of the teaching and learning process. The sustainability of a building’s function is strongly influenced by maintenance activities carried out systematically and in accordance with established standards. However, in practice, many schools particularly in regional areas have not yet implemented building maintenance standards optimally. This study aims to analyze the conformity of the implementation of building maintenance standards at Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Langsa, located on Jl. Jend. A. Yani, Gampong Teungoh, Langsa Kota District, Langsa City, Aceh Province, based on the Regulation of the Minister of National Education No. 24/PRT/M/2007. The research employs a descriptive quantitative analysis method by processing both descriptive and quantitative data. Data were collected through direct observation of the physical condition of the building, interviews with school personnel, and a review of school building maintenance standard documents. The results indicate that the implementation of maintenance for facilities and infrastructure at MIN 1 Langsa shows that the average maintenance score for facilities is 29.7 and for infrastructure is 2.666, both categorized as moderately compliant with the established standards. Although several facilities are functioning properly, observations reveal deficiencies in certain components, such as the limited number of classrooms, insufficient administrative office equipment, library facilities, sports field, and hygiene facilities for teachers and students that have not yet met the required standards. Therefore, strategic measures are necessary in the form of planned, measurable, and sustainable improvements and additions to facilities and infrastructure. These efforts are expected to ensure compliance with maintenance standards for facilities and infrastructure in order to support the implementation of effective and efficient learning activities in accordance with applicable regulations.</em></p> <p><em>Keywords: Building Maintenance, Facility and Infrastructure Standardization, Ministerial Regulation No. 24/PRT/M/2007, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Langsa.</em></p> 2026-04-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Media Teknik Sipil Samudra https://ejurnalunsam.id/index.php/jmtss/article/view/14183 Evaluasi Kenyamanan Termal Ruang Kelas Pada SMA Negeri 2 Langsa 2026-07-17T10:23:44+00:00 Lutfi Handika lutfihandika312@gmail.com Nina Fahriana ninafahriana@unsam.ac.id nova purnama lisa novapurnama@unsam.ac.id <p>ASBTRAK</p> <p>Kenyamanan termal merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan dan produktivitas penghuni bangunan. Penelitian ini berfokus pada ruang kelas di SMA Negeri 2 Langsa, yang mengalami kondisi suhu yang panas dan sistem ventilasi yang kurang optimal. Kondisi ini menyebabkan terbatasnya sirkulasi udara, mengakibatkan akumulasi panas di dalam ruangan dan menimbulkan sensasi panas yang tidak nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi suhu ruangan, dan sistem ventilasi pada ruang kelas SMA Negeri 2 Langsa. Metode penelitian mencakup analisis kondisi suhu ruangan, dan potensi optimalisasi kenyamanan termal terhadap ruang kelas SMA Negeri 2 Langsa. Hasil pengujian menunjukkan nilai indikator kenyamanan termal menggunakan metode Predicted Mean Vote (PMV) yaitu panas menurut standar ASHRAE-55 (2017), walaupun pada jam tertentu nilai PMV mencapai nilai yang mendekati optimal untuk kenyamanan termal. Sehingga ruang kelas SMA Negeri 2 Langsa dikategorikan tidak nyaman. Kenyamanan termal dipengaruhi oleh suhu, kelembapan, dan aliran udara yang kurang seimbang serta minimnya penggunaan kipas angin.</p> <p>Kata Kunci : Kenyamanan Termal, Gedung RKU, Suhu Ruangan, Ventilasi.</p> <p>ABSTRACT</p> <p>Thermal comfort is an important aspect in creating an environment that supports the well-being and productivity of building occupants. This study focuses on classrooms at SMA Negeri 2 Langsa, which experience hot temperature conditions and suboptimal ventilation systems. These conditions cause limited air circulation, resulting in heat accumulation in the room and causing an uncomfortable sensation of heat. This study aims to evaluate the room temperature conditions and ventilation systems in SMA Negeri 2 Langsa classrooms. The research method includes an analysis of room temperature conditions and the potential for optimizing thermal comfort for SMA Negeri 2 Langsa classrooms. The test results show that the thermal comfort indicator value using the Predicted Mean Vote (PMV) method is hot according to the ASHRAE-55 (2017) standard, although at certain hours the PMV value reaches a value close to optimal for thermal comfort. Therefore, the SMA Negeri 2 Langsa classroom is categorized as uncomfortable. Thermal comfort is influenced by unbalanced temperature, humidity, and airflow as well as the minimal use of fans.</p> <p>Keywords: Thermal Comfort, RKU Building, Room Temperature, Ventilation.</p> 2026-04-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) https://ejurnalunsam.id/index.php/jmtss/article/view/15033 ANALISIS PENGELOLAAN LIMBAH MATERIAL KONSTRUKSI PADA PROYEK BANGUNAN GEDUNG UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 2026-07-20T14:27:55+00:00 Firdasari Firda firdasari@unsam.ac.id Nova Purnama Lisa novapurnama@unsam.ac.id Eka Mutia ekamutia@unsam.ac.id Ipak Neneng Mardiah Bukit ipakbukit@unsam.ac.id Aulia Fitri fauliaa09@gmail.com <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p>Kebutuhan akan pembangunan bangunan yang terus meningkat mendorong peningkatan penggunaan material konstruksi dan berdampak pada bertambahnya timbulan limbah. Limbah konstruksi yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, pemborosan sumber daya, serta peningkatan emisi karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, volume, dan tingkat limbah material konstruksi, serta pengelolaan limbah konstruksi. Penelitian dilakukan pada beberapa proyek pembangunan di Kota Langsa, meliputi gedung perkuliahan, sekolah, dan perumahan. Data diperoleh melalui observasi lapangan, dokumentasi, serta wawancara dengan pihak pelaksana proyek menggunakan pendekatan <em>purposive sampling</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat limbah material konstruksi pada proyek gedung berkisar antara 10%–13%, dengan kayu (4,8%) sebagai penyumbang terbesar, diikuti oleh baja ringan (3,17%) dan besi tulangan (1,34%). Faktor utama penyebab timbulnya limbah adalah kesalahan pemotongan material, perubahan desain, dan pengawasan lapangan yang kurang optimal. Tindakan pencegahan yang paling efektif menurut responden adalah pengecekan berkala kuantitas dan volume material, serta peningkatan koordinasi antarpekerja. Hasil ini menegaskan pentingnya penerapan prinsip 3R (<em>Reduce, Reuse, Recycle</em>) dan peningkatan efisiensi material sebagai strategi pengelolaan limbah konstruksi yang berkelanjutan.</p> 2026-04-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Media Teknik Sipil Samudra