Abdul Xarim, Propaganda, dan Masuknya Komunisme Di Aceh Pada Tahun 1920-an
Abstract
Terdapat banyak pendapat yang menyatakan tentang proses masuknya pengaruh komunisdi Aceh. Salah satunya pendapat tersebut dapat dibaca dalam buku buku karya Rusdi Sufi yang berjudul Peristiwa PKI di Aceh: Sejarah Kelam Konflik Ideologis di Serambi Mekah yang diterbitkan pada tahun 2008 lalu. Memang tidak banyak buku yang membahas secara khusus mengenai komunisme di Aceh. Jadi, paling tidak buku ini menjadi salah satu rujukan yang dapat di pertanggungjawabkan secara akademik.
Faham Komunisme masuk ke Aceh melalui proses yang sangat panjang. diawali dengan adanya perpecahan SI menjadi SI Putih dan Si Merah. Perpecahan tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai media penyebaran ideologi komunis, salah satunya di wilayah Aceh. Dalam buku Rusdi Sufi, komunisme teridentifikasi masuk ke Samalanga pada tahun 1927 dengan terbentuknya PKI. Dampaknya adalah banyak pemuda-pemuda Samalanga yang terpengaruh ideologi komunis. Salah satunya adalah Tgk. Abdoel Hamid, putra dari ulama Besar di Tanjong, Tgk. Haji Malem. Komunisme yang berkembang di bukanlah komunisme atheis, melainkan komunis yang disebabkan karena perpecahan Sarekat Islam yang nasionalis.
Salah satu tokoh yang berperan penting dalam proses masuknya komunisme di Aceh adalah Abdul Xarim. Oleh karena itu, tulisan ini akan membahas mengenai kiprah Abdul Xarim dalam proses masuknya komunisme di Aceh.
References
Halimiaty, Maya. 2008. “Pers Tapanuli 1945 – 1950.” UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.
Handoko, Susanto T. 2016. “BOVEN DIGOEL DALAM PANGGUNG SEJARAH INDONESIA: DARI PERGERAKAN NASIONAL HINGGA OTONOMI KHUSUS PAPUA.” Citra Lekha 1(2).
Hanif Harahap dan Dini Ramadhani. 2019. Laskar Revolusioner Sumatera Timur : Dari Revolusi Sosial Di Simalungun Sampai Kudeta Gubernur Sumatera. Yogyakarta: Deepublish.
Horton, William Bradley. 2016. “History Unhinged: World War II and the Reshaping of Indonesian History William Bradley Horton 2016.” Waseda University.
Jufrida. 2008. “Benteng Jepang: Tinggalan Arkeologis Berkaitan Dengan Pendudukan Jepang Di Kota Medan.” Berkala Arkeologi Sangkhakala XI(21): 53.
Kurniawati. 2008. “Perang Cumbok Dan Gerakan Tentara Perjuangan Rakyat ( TPR ) DiAceh ( Desember 1945 Maret 1946 ).” Jurnal Sejarah Lontar 5(2).
Mario Dwi laksono, Mestika Zed, Zul Asri. 2018. “KIPRAH EKS-DIGULIS AHMAD SJU’EIB GELAR MALIN PERMATO PADA MASA PENDUDUKAN JEPANG SAMPAI PROKLAMI KEMERDEKAAN INDONESIA.” Journal of RESIDU 2(10): 45–58.
Piekaar, A . J . 1977. Aceh Dan Peperangan Dengan Jepang. ed. Ibrahim Alfian. Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh.
Reid, Anthony. 1979. The Blood of the People: Revolution and the End of Traditional Rule in Northern Sumatra. KUALA LUMPUR: OXFORD UNIVERSITY PRESS.
———. 1981. The Identity Of “Sumatra” In History.
Said, H. Mohammed. 1973. “HAT WAS THE ‘SOCIAL REVOLUTION OF 1946’ IN EAST SUMATRA?” Indonesia 15 5: 145-186.
Samri, Wannofri. 2011. “Medan Press : National Identity Finding.” XII(1): 185–208.
Saya, Anthony Reid and Shiraishi. 2014. “Rural Unrest in Sumatra, 1942 a Japanese Report.” 21(21): 115–33.
Sebayang, Nas. 1993. Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Indonesia Di Langkat Dan Binjai. Langkat- Binjai: Team Redaksi Panitia Penyusun Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Indonesia., hlm. 85.
Sinurat, Junita Yosephine. 2017. “Sejarah Partai Politik Di Pematang Siantar ( 1927-1949 ) History Of Political Parties In Siantar (1927-1949).” 1: 11–18.
Sufi, Rusdi. 2008. Peristiwa PKI Di Aceh: Sejarah Kelam Konflik Ideologis Di Serambi Mekah. Banda Aceh: Boeboen Jaya.
Suroso, Suar. 2013. Akar Dan Dalang Pembantaian Manusia Tak Berdosa Dan Penggulingan Bung Karno. ed. Koesalah Soebagyo Toer dan Bilven. Bandung: Ultimus.
Umar, Mawardi. 2015. Mengadu Nasib Di Kebun Karet : Kehidupan Buruh Onderneming Karet Di Aceh Timur, 1907-1939. ed. Ph.D Prof. Amirul Hadi. Banda Aceh: Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh.
Volkstelling 1930 Deel IV. 1935. Batavia: Zaken, Departement Van Economische.
Xarim, Abdul. 1923. “Ma’loemat Kedua.” Oetoesan Ra’iat: 1.
Yamamoto, Nobuto. 2011. “PRINT POWER AND CENSORSHIP IN COLONIAL INDONESIA, 1914-1942.” Cornell University 2011.





1.png)
.png)