Between Prestige And Importance: The Reason Why The British East India Company Survived In Bengkulu, 1685-1825
Antara Prestise Dan Kepentingan: Alasan British East India Company Bertahan Di Bengkulu, 1685-1825
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis alasan mengapa Perusahaan Hindia Timur Inggris (EIC) mempertahankan kekuasaannya di Bengkulu selama periode 1685-1824. Pertanyaan penelitian dalam studi ini adalah: apa faktor utama yang mendorong Inggris untuk tetap berada di Bengkulu? Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan politik-ekonomi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor utama di balik keteguhan EIC di Bengkulubukan hanya karena keuntungan ekonomi dari perdagangan ladantuk mempertahankan hegemoni dan prestise dalam persaingan dengan Belanda di kepulauan Indonesia. Lada di Bengkulu menjadi simbol politik dan perpanjangan tangan EIC di wilayah tersebut. EIC tetap berada di Bengkulu hingga Perjanjian London tahun 1824, yang menandai berakhirnya kekuasaannya di Bengkulu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dimensi politik dan prestise kolonial dapat menjadi faktor strategis yang sama kuatnya dengan motif ekonomi dalam mempertahankan wilayah kolonial.
References
Bastin, J. (1965). The British in West Sumatra (1685-1825)”, Kuala Lumpur: University of Malaya Press.
Caplan, J (1989). Postmodernism, Poststructuralism, and Deconstruktions: Note for Historian, Central European History, Vol. 22 No. 3/3.
Crawfurd, J. (2011). Singapura Dulu dan Kini”.John Bastin. (Ed). Singapura Tempo Doeloe 1819-1942. Jakarta: Komunitas Bambu.
D.K Basset, (1964). Bristish Trade and Policy in Indonesia 1760-1772. Bijdragen tot de Taal, Land-en Volkenkunde, Deel 120, 2de afl.
Harfield, A. (1980) Bencoolen A History of the Honourable East India Company,s Garrison on the West Coast of Sumatra (1685-1825), Hampshire; First Published by A & J Partnership.
__________. (1980) Fort Marlborough: The Honourable East India Company’s Fort at Benkulen, Sumatra, Journal of the Society for Army Historical Research Winter , Vol. 58, No. 236.
Kartodirjo, S. (2014). Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900 dari Emporium sampai Imperium, Yogykarta: Ombak.
Marsden, W,. (2013). Sejarah Sumatra, Depok: Komunitas Bambu.
M.C. Ricklefs, (1975). Banten and the Dutch in 1619: Six Early Pasar Malays Letter in of the school of oriental amd African studies, university of London, Vol. 39, No.1.
Meilink Roelofsz, M,A,P. (2016), Persaingan Eropa dan Asia Tenggara di Nusantara: Sejarah Perniagaan 1500-1630, Depok Kmonitas Bambu.
M, Ali dan Badrudin, (2020). Banten dan Manila Hubungan Perdagangan 1663-1682, Serang: Yayasan Bhakti Banten.
Pudjiastuti, T. (2000). Sadjarah Banten: Suntingan teks dan terjemahan Disertai Tinjauan Aksara dan Amanat”, Disertasi, Depok: Universitas Indonesia,
Purwanto, B. (2017). Ruang Maritim di Sisi Barat Pulau Sumatera yang diabaikan, Sebuah Tinjauan Historiografi”, Paramita Historical Studies Journal, Vol. 27, No. 2.
P.H. van Der Kemp. (1903). Benkoelen Krachtens Het Londonscha Traataat van 17 Maart 1824, Source: Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde van Nederlandsch-Indië , 1903, Deel 55, 3de Afl., [7e Volgreeks, 1e Deel]
R.J. Wilkinson,. (1938) “Bencoolen”. Journal of the Malayan Branch of the Royal Asiatic Society, Vol. 16 No. 1.
Reid, A. (2011). Asia Tenggra dalam Kurun Waktu 1450-1680, Jilid 2: Jaringan Perdagangan Global, Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Setiyanto, A. (2010). Orang-orang Besar Bengkulu: Riwayatmu Dulu, Yogyakrta: Ombak.
Siddik, A. (1996). Sejarah Bengkulu 1500-1990, Jakarta: Balai Pustaka.
Stephens, M, S. (1899) “The Administrative History of the British Dependencies in the Further East”, The American Historical review, Vol. 4 No. 2 pp 246-272.
Tim peneliti, (1978). Sejarah Daerah di Bengkulu, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Pusat Penelitian Sejarah dan Budaya Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah, 1978.
Wijaya, D,N, (2017) Thomas Stamford Raffles di Bengkulu politisi atau ilmuwan?” Paramita: Historical Studies Journal, Vol.27, No.1.
Copyright (c) 2026 Taufik Hidayat, Febta Pratama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Seuneubok Lada: Jurnal Ilmu-Ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Pendidikan © 2025 licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International





1.png)
.png)