KESENIAN BEJAMU SAMAN SEBAGAI SIMBOL PERSAHABATAN ANTAR KAMPUNG KECAMATAN PUTRI BETUNG KABUPATEN GAYO LUES
Abstract
Bejamu Saman adalah sebuah acara kesenian masyarakat Gayo Lues, bejamu saman ini dilakukan dengan cara mengundang masyarakat kampung lain agar datang untuk sama-sama menampilkan tarian saman secara bergantian, namun dalam pelaksanaannya kedua kampung ini akan mempertunjukkan kehebatannya dalam memainkan saman secara bergantian. Tujuan diadakan acara bejamu saman dari dulu hingga kini adalah sebagai pemerkuat ikatan tali silaturrahmi antara sesama serinen saman, ikatan yang terjalin di acara bejamu saman bisa terjalin sangat kuat, ikatan bejamu saman tidak hanya terjadi diantara sesama serinen bejamu saman saja akan tetapi ikatan tersebut bisa berlangsung atau turun temurun kepada keluarga dari kedua serinen saman ini bahkan ke anak-anak mereka. Hal ini yang menyebabkan acara bejamu saman terus dilaksanakan di kampung-kampung di Kabupaten Gayo Lues hingga saat ini.
References
Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta
Laura Andri. 2016. “Seni Pertunjukan Tradisional dipersimpangan Zaman: sttudi kasus kesenian Menak Koncer Sumowono Semarang”, HUMANIKA, 23(2) : 25.
Rajab Bahry, dkk. 2014. Saman Kesenian dari dari Tanah Gayo. Jakarta: pusat penelitian dan pengembangan kebudayaan badan penelitian dan pengembangan kementerian pendidikan dan kebudayaan.
Ridhwan Abd Salam. 2012. Tari Saman, Jakarta : CV.Wahana Bina Prestasi
Spradley James P. 1997. Metodologi Etnografi. Yogyakarta: PT. Tiara Wacana Yogya
Kasim Junaidi (54) wawancara 06 Januari 2020
Khalidin (49) wawancara 03 Januari 2020





1.png)
.png)