PELESTARIAN KAWASAN SITUS BERSEJARAH MASJID GAMPONG TEUNGOH, KECAMATAN LANGSA KOTA, KOTA LANGSA
Abstract
Pelestarian kawasan situs bersejarah masjid Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa, merupakan suatu peninggalan situs cagar budaya dimana situs cagar tersebut berbentuk bangunan Masjid yang di beri nama masjid Istiqomah, Masjid Istiqomah sendiri di bangun pada tahun1323H, atau tahun 1901M, dengan luas bangunan 11x11 yang dimana diprakarsai oleh Teuku Banta berdan , Masjid Istiqomah sendiri memiliki suatu peninggalan sejarah yang dimana masjid tesebut adalah masjid yang pertama kali berdiri ataupun yang di bangun di Kota Langsa, Masjid tertua yang ada di Kota langsa yang dimana merupakan sebagai saksi sebagai penyebaran Islam di Kota Langsa dan juga merupakan masjid yang pertama kali ada di Kota langsa pada zaman dahulu. .
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi kawasan bersejarah Masjid Gampong Teungoh dan penulisn juga bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pelestarian kawasan situs bersejarah Masjid Gampomg Teugoh.
Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang bersifat pada kata- kata atau data dan gambaran pada suatu llingkungan tertentu yang langsung menjadikan sebuah llingkungan dilapangan sebagai fokus utama, selain itu penelitian ini lebih menonjolkan pada sebuah proses yang dan makna yang terjadi dalam sebuah lingkungan.
Hasil dari penelitian yang penulis dapat ialah kawasan situs cagar budaya seperti Masjid Istiqomah Gampong Teungoh dimana salah satu situs cagar budaya yang terdapat di Kota Langsa dan dimana bengunan ini ialah bangunan Masjid yang pertama kali ada di Kota langsa sehingga bangunan ini dapat berfungsi dengan baik, dan juga potensi ataupun perkembangan yang terjadi ialah dimana bangunan
cagar budaya ini dapat menjadikan suatu bangunan situs sejarah dapat memberikan suatu aspek pembelajaran terhadap pelajar dan juga terhadap masyarakat mengenai kawasan bersejarah dan juga seberapa pengaruhnya masjid terhadap perkembangan islam khususnya di Kota Langsa.
Penulis juga menyarankan kepada pemerintah dan juga kepada masyarakat khususnya masyarakat Gampong Teungoh agar dapat menjaga keutuhan masjid istiqomah dan juga dapat melakukan perawatan sehingga masjid tersebut dapat menjadikan suatu potensi kawasan bersejarah dan dapat melakukan pelesatarian dengan sangat baik.
References
Azwar. 2004, Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Arikunto. 2006. Prosedure Penelitian Suatu Pendekatan Arktek. Jakarta: Rieneka Cipta.
Antariksa Sudikno. 2004. Pendekatan Sejarah dan Konservasi Perkotaan Sebagai Dasar Penataan Kota. Institut Teknologi Nasional Malang Jurusan Teknik Planologi Volume 2 No. 2. (Journal).
Cut Azmah Fithri. 2017. Pelestarian Bangunan Bersejarah di Kota Lhokseumawe. Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon, Universitas Indraprasta, Universitas Trisakti. ISBN 978-602-17090-5-4 E-ISBN 978-602-17090-4-7Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 1, A 419-426Prosiding Seminar Heritage. (Seminar Penelitian)
Jabbar Sabil. 2010. Mesjid Bersejarah di Nanggroe Aceh Jilid II. Bidang Pendidikan Agama Islam Pada Masyarakatr dan Pemberdayaan Masjid (Penamas). Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh.
Lexy J. Moleong. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Masrol. 2018. Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh Sebagai Media Dakwah Bagi Non-muslim. Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Banda Aceh (Skripsi) Bandung.
Moleong. 2012. Metodologi Penelitian Kualiatif. Koesyara Remaja.
Miles, Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI 1992.
Nurul Jannah. 2018. Revitalisasi Peranan Masjid di Era Modern (Studi Kasus di Kota Medan) Pascasarjana Reguler Ekonomi Islam. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan (Tesis).
Raja Khairul Ikhsan Siregar. 2017. Bangunan Peninggalan Kolonial Belanda di Kota Langsa. Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Program Studi Sejarah Kebudayaan Islam. Medan (Skripsi).
Syamsul Kurniawan. 2014. Masjid Dalam Lintasan Sejarah Umat Islam. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak. Jurnal Khatulistiwa. Journal of Islamic Studies Volume 4 Nomor 2 September.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & d, Bandung.
Suzanna Ratih Sari. 2017. Pelestarian dan Pengembangan Kawasan Kota Lama Sebagai Landasan Budaya Kota Semarang. Departemen Arsitektur Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Semarang. ISSN : 0853-2877 MODUL Vol.17 No.1 Januari-Juni. (Journal).
Soekanto. 2003. Sosiolog Ilmu Pengantar, Jakarta: PT. Grafindo Persada.
Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Langsa. 2017. Menelusuri Jejak Sejarah Langsa. Langsa: Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Langsa.
Yenie Naftalia Tonapa, dkk. 2015. Kajian Konservasi Bangunan Kuno dan Kawasan Bersejarah di Pusat Kota Lama Manado. Program Studi Perencanaan Wilayah & Kota Universitas Sam Ratulangi Manado 2 & 3 Staf Pengajar Jurusan Arsitektur, Universitas Sam Ratulanggi Manado. (Journal).
Sumber Hukum :
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya.





1.png)
.png)