NILAI – NILAI FILOSOFIS DALAM TARI TRADISIONAL ULA-ULA LEMBING PADA MASYARAKAT ACEH TAMIANG
Abstract
Skripsi ini berjudul “Nilai-Nilai Filosofis Tarian Ula-ula Lembing Pada Masyarakat Aceh Tamiang.” Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji dan mendapatkan hasil penelitian dari lima aspek dari Nilai Filosofis Tarian Ula-ula Lembing, yaitu: (a) Nilai Filosofis, (b) Nilai estitika, (c) Tari tradisional, (d) aspek pendukung tari, (e) Tarian Ula-ula Lembing. Untuk mengkaji lima aspek tersebut penulis menggunakan metode penelitian lapangan yang bertindak sebagai pengamat partisipan, dengan melakukan wawancara, perekaman data dalam bentuk audiovisual, dan analisis data. Penelitian ini juga menggunakan metode kualitatif dengan memilih beberapa informan kunci. Untuk menganalisis nilai filosofis tari digunakan teori proses gerak tari, untuk proses gerak digunakan teori weighted scale. dan untuk fungsi teori fungsionalisme. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut. (A) Proses gerak dibentuk oleh: gerak salam, gerakan silat pembuka, gerak Ula-ula Lembing, gerak jud kedidi, gerak tari ula-ula lembing keluar masuk, gerak kayuh perahu, gerak pungku pangke, gerak rencah terbang. Pola lantai yang di laukan perseorangan, motif tarian, jumlah penari. Guna Ula-ula Lembing adalah: memeriahkan acara, menyambut tamu atau undangan, sarana penyaluran bakat, mempresentasikan keindahan, dan sarana belajar seni. Di sisi lain fungsinya adalah: sebagai hiburan, kebertahanan dan kesinambungan kebudayaan, simbol keberadaan masyarakat, komunikasi,ekonomi, dan penyatuan masyarakat.
References
Drs.F.H.Wilson Siagian , 1988 .Sosiologi Dan Antropologi. Medan : Pt Intan Pariwara.
Dra.H.Ikshan, 2004. Sanggar Tari Cut Nyat Dhien. Nad.
Drs. Agus Budi Wibowo,Msi, 2002 Jurnal Hasil Penelitian kesejarahan dan nilai tradisional, Banda Aceh Suwa : Balai kajian sejarah dan nilai tradisional Banda Aceh.
Diman, Wan. 2003. “ Tamiang Dalam Lintasan Sejarah: Mengenal Adat dan Budaya Melayu Tamiang”. BandaAceh: YayasanSri Ratu Syafiatuddin.
Soerdarsono, 1978 Djawa dan Bali : Dua Pusat Perkembangan Drama Tari
Tradisional di indonesia Yogyakarta : Gajah Mada Universitas press.
Idrus Muhammad. 2009 Metode Penelitian Ilmu Sosial, Erlangga : Yogyakarta
Kusumarini, Yusita, 2006, Teori Semiotic: universitas Kristen petra
Mohammad Noor.SS, Ensiklopedia Seni Budaya Rumah Adat,Suku,dan Tarian Nusantara. Jakarta Selatan : Kreasindo





1.png)
.png)