open access

Abstract

Penanaman kedelai hitam pada lahan sawah tadah hujan yang berpotensi mengalami kekeringan dianggap sangat beresiko. Ditambah dengan permasalahan lain seperti kesuburan tanah yang rendah, kemasaman yang tinggi, dan kadar Al dan Fe yang tinggi. Penggunaan bahan organik untuk meningkatkan penyerapan hara  dapat dilakukan tetapi keuntungan pembenah tanah seperti ini bersifat jangka pendek karena kecepatan dekomposisi bahan organik tersebut sangat cepat terutama di daerah tropis seperti Indonesia. Usaha yang dapat dilakukan dalam menangani masalah diatas adalah dengan mengkombinasikan pemberian bahan organik hasil dekomposisi limbah seperti limbah padat pabrik sawit dengan biochar. Biochar memiliki potensi dengan luas permukaan yang besar, morfologi yang sangat porous serta gugus fungsionalnya yang berpotensi untuk mengurangi bioavailabilitas dan pelindian logam berat melalui adsorpsi dan reaksi fisikokimia lainnya dan juga dapat meningkatkan kesuburan tanah dengan perbaikan sifat sifat tanah. Salah satu bahan yang dapat dijadikan biochar adalah cangkang kelapa sawit. Kelapa sawit merupakan salah satu komoditi andalan Indonesia yang perkembangannya sangat pesat. Khusus untuk provinsi Sumatera Utara yang memiliki banyak pabrik pengolahan kelapa sawit tentunya banyak menghasilkan limbah baik limbah padat, cair  maupun cangkang dari buah sawit.  Salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kesuburan tanah adalah memanfaatkan limbah padat pabrik kelapa sawit sebagai penambah jumlah unsur hara dalam tanah, sedangkan  penambahan biochar cangkang sawit dapat menyediakan habitat bagi mikroba tanah untuk perbaikan sifat-sifat tanah.            Penelitian dilakukan Penelitian dilakukan di Desa Suka Makmur Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat sebagai sentra produksi kedelai di Sumatera Utara. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah kompos limbah padat pabrik sawit (K) yang terdiri dari 4 taraf yaitu K0= 0 g plot-1 setara dengan 0 ton ha-1 (kontrol); K1= 1200 g plot-1 setara dengan 2 ton ha-1; K2=2400 gplot-1 setara dengan 4 ton ha-1dan K3= 3600 gplot-1 setara dengan 6 ton ha-1. Faktor kedua adalah dosis biochar yang terdiri dari 4 taraf yaitu: B0=0 g plot-1 setara dengan 0 ton ha-1(kontrol); B1=1500 g plot-1 setara dengan 2.5ton ha-1; B2=3000 g plot-1 setara dengan 5 ton ha-1dan B3=4500 g plot-1 setara dengan 7.5 ton ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara kompos limbah padat dengan dosis biochar dalam, menaikkan pH tanah, kadar air tanah pada kapasitas lapang, kadar air tanah tersedia, dan meningkatkan produksi kedelai hitam.