open access

Abstract

Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan produktivitas padi secara nasional termasuk diantaranya penggunakaan varietas unggul dan peningkatan luas lahan. Penggunaan varietas unggul dapat dilakukan menggunakan varietas berproduksi tinggi dan penggunaan  varietas berumur genjah. Sedangkan peningkatan luas lahan dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan-lahan bermasalah seperti lahan kering. Hanya saja saat ini masih jarang didapatkan varietas padi yang mampu berproduksi tinggi pada lahan kering.  Untuk itu perlu teknologi khusus agar tanaman dapat berproduksi dengan baik pada lingkungan tersebut. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan varietas toleran kekeringan seperti padi gogo. Telah dilakukan persilangan antara padi gogo toleran kering berproduksi tinggi dengan padi berumur genjah. Untuk itu perlu dilakukan pengujian turunan (F1) dari persilangan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetukan keragaman dan heritabilitas populasi tanaman F1 hasil persilangan kultivar Sileso dengan Ciherang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh maternal dari persilangan antara Sileso X Ciherang. Populasi F1 hasil persilangan antara Sileso x Ciherang pada parameter jumlah gabah per malai menunjukkan keragaman genetik dan heritabilitas yang tinggi pada populasi A1B1, A2B2, A5B5, B2A2,B3A3,B4A4, dan B5A5. Pada parameter produksi per rumpun, populasi A1B1, A2B2, A4B4, A5B5, B1A1, B2A2,B3A3,B4A4, dan B5A5 menunjukkan keragaman genetik dan heritabilitas yang tinggi.