open access

Abstract

Pengembangan tanaman sorgum di lahan sawah sesudah pemanenan padi sangat besar artinya dalam meningkatkan efesiensi pemanfaatan sawah tadah hujan. Sorgum (Sorghum bicolor L.) memiliki kandungan gizi yang cukup memadai sebagai bahan pangan. Sorgum mengandung sekitar 83% karbohidrat, 3,50% lemak, dan 10% protein (basis kering). Selain itu, sorgum sangat potensial sebagai sumber bahan pakan ternak dan industri. Dibandingkan dengan tanaman serealia lainnya, tanaman sorgum juga lebih toleran kekeringan (Doggett, 1988). Hal ini disebabkan oleh adanya lapisan lilin pada batang dan daun sorgum yang dapat mengurangi kehilangan air melalui penguapan (transpirasi tanaman). Luas lahan sawah di Kota Langsa mencapai 1.925 ha dan dari luasan tersebut hanya 470 ha merupakan sawah irigasi sedangkan sisanya 1.455 ha merupakan lahan sawah tadah hujan (BPS, 2015). Lahan sawah tadah hujan tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan pada umumnya lahan ini hanya ditanami sekali dalam setahun yaitu dengan tanaman padi pada saat musim hujan, bahkan pada beberapa lokasi di Kota Langsa lahan tadah hujan ini sudah berubah menjadi lahan tidur atau tidak ditanami. Pemanfaatan lahan sawah tadah hujan untuk tanaman penghasil karbohidrat seperti tanaman sorghum sesudah pemanenan padi sangat besar artinya selain dalam meningkatkan efesiensi pemanfaatan sawah tadah hujan juga dapat menambah pendapatan para petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya adaptasi beberapa varietas sorgum (Sorghum bicolor L.) pada lahan sawah tadah hujan di DesaMatang Seutui Kota Langsa. Penelitian disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti adalah varietas sorgum terdiri atas 8 varietas yaitu : Numbu, Kawali, Pahat, Samurai 1, Samurai 2, Super 1, Super 2 dan Suri 4. Karakteristik agronomis yang akan diamati meliputi ; tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter pangkal batang (cm), umur berbunga (hari) dan umur panen (hari). Komponen hasil yang diamati meliputi bobot berangkasan basah (g), panjang malai (cm), bobot biji permalai (g) dan bobot 1000 butirĀ  (g). Pengambilan sampel dilakukan terhadap 10 tanaman secara acak pada setiap plot percobaan. Seluruh data peubah yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian (Anova) pada taraf 0,05 dan 0,01. Apabila pengaruh perlakuan berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT) pada taraf 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan daya adaptasi pada beberapa varietas sorgum yang ditanam pada lahan sawah tadah hujan dengan produksi tertinggi diperoleh pada varietas Numbu dan varietas yang direkomendasikan untuk pakan ternak berdasarkan hasil berangkasan adalah varietas Numbu, Kawali, Super 1, Super 2 dan Suri 4.