open access

Abstract

Perubahan penggunaan lahan dapat mengakibatkan intrusi laut, sehingga kualitas air tanah yang dimanfaatkan menurun. Pengelolaan sumber daya air tanah di Kota Langsa sangat diperlukan terutama dalam perencanaan, pendayagunaan dan konservasi. Guna membantu pengelolaan tersebut, dibutuhkan informasi tentang kondisi lingkungan air tanah. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat perubahan penggunaan lahan di Kota Langsa (tahun 2007 dibandingkan dengan tahun 2017) dan pengaruhnya terhadap  intrusi air laut di Kota Langsa berdasarkan parameter Daya Hantar Listrik (DHL) dan Padatan Terlarut Total (TDS) dengan klasifikasi PAHIAA (1986). Hasil penelitian menunjukkan telah terjadi perubahan tutupan lahan di Kota Langsa dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2017.  Perubahan terbesar terjadi pada tutupan lahan perkebunan yang berkurang sebesar 1.441,70 Ha (7,13%) selama 10 tahun. Sebaliknya tutupan lahan semak belukar/lahan terbuka mengalami penambahan sebesar 1.439,17 Ha (1,70%) dari luas wilayah Kota Langsa. Zonasi intrusi air laut di Kota Langsa berdasarkan pengukuran nilai TDS dan DHL berada pada klasifikasi tawar sampai  payau. Zona payau dijumpai di wilayah yang jaraknya dekat dengan garis pantai dengan tutupan lahan dominan hutan mangrove, tambak dan pemukiman.