open access

Abstract

Untuk meningkatkan produksi jagung hibrida dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya yaitu memanfaatkan lahan suboptimal sebagai lahan untuk budidaya jagung hibrida dengan menerapkan teknologi budidaya yang tepat antara lain penggunaan VUB jagung hibrida dan rekomendasi pemupukan yang berimbang. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan milik petani di Kabupaten Aceh Utara dengan luas ± 0.5 ha yang dimulai dari bulan September hingga Desember 2017. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial terdiri dari 2 (dua) faktor yaitu faktor pertama sistem olah tanah yang terdiri dari : Po = Tanpa Olah Tanah; P1 = Olah Tanah Minimum (tanah diolah pada barisan tanaman). Sedangkan faktor kedua yaitu dosis pupuk kompos, yang terdiri dari : Mo = pupuk kompos 5 ton/ha; M1 = pupuk kompos 10 ton/ha. Varietas yang digunakan yaitu Bima 15, masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 (tiga) kali. Parameter pengamatan terdiri dari tinggi tanaman yang diukur pada saat panen, diameter tongkol (cm), tinggi/jarak tongkol (cm),berat tongkol dengan klobot (g/tan), berat tongkol tanpa klobot (g/tan), berat pipilan kering (g/tan),berat 1000 biji (g), hasil pipilan kering (ton/ha). Data-data yang diperoleh dianalisis  dengan analisis ragam dan diteruskan dengan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5 %. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pupuk kompos 10 ton/ha serta pengolahan tanah minimun dapat meningkatkan produksi jagung hibrida Bima 15 sebesar 4.9 ton/ha