open access

Abstract

Pengembangan pertanian sangat dimungkinkan pada lahan masam, mengingat ketersediaan lahan masam yang sangat luas. Karakteristik tanah di bagian timur wilayah Aceh tergolong tanah-tanah masam yang memiliki potensi besar untuk pengembangan tanaman pangan seperti kedelai. Kendala utama dalam memanfaatkan tanah masam adalah konsentrasi ion-ion Aluminium (Al3+) dan Mangan (Mn2+) yang tinggi dengan pH rata-rata kurang dari 5 sehingga menjadi toksik bagi tanaman; rendahnya konsentrasi kation-kation Calcium (Ca), Magnesium (Mg), Kalium (K), serta rendahnya kelarutan Phosphor (P) dan Molybdenum (Mo) yang menyebabkan defisiensi unsur-unsur tersebut bagi tanaman. Genotipe tanaman yang adaptif umumnya mengembangkan strategi adaptasi yang unik untuk mendapatkan unsur hara tertentu dari dalam tanah. Perbaikan melalui tanaman dimulai dengan memahami mekanisme penampilan tanaman yang peka maupun toleran Aluminium (Al) pada tanah masam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme ketahanan secara morfologi setiap varietas kedelai terhadap lahan masam, sehingga akan didapatkan varietas-varietas adaptif yang dapat digunakan dalam upaya pengembangan kedelai pada lahan masam bagian timur wilayah Aceh. Disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan tiga ulangan. Faktor yang diteliti adalah varietas yang terdiri dari : Dena 1 (V1), Devon 1 (V2), Dega 1 (V3), Demas 1 (V4), Burangrang (V5), Argomulyo (V6), Anjasmoro (V7) dan Kipas Merah (lokal) (V8). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat nyata diantara varietas yang diamati terhadap tinggi tanaman umur 2 dan 4 MST, umur berbunga serta rasio panjang akar dan tinggi tanaman, perbedaan yang nyata terhadap bobot basah akar umur 2 MST dan bobot basah tajuk umur 2 dan 4 MST. Tingkat ketahanan kedelai terbaik pada tanah masam kebun percobaan dengan pengujian secara morfologi berturut-turut varietas Dega 1, Argomulyo, Burangrang, Devon 1 dan Kipas Merah (lokal).