open access

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas beberapa insektisida nabati terhadap hama ulat api (Setora nitens, Walker) pada tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis, Jack). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan pada bulan Juni 2018. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non factorial, terdiri atas 9 perlakuan. E0 (Kontrol), E1 (Ekstrak daun sirsak), E2 (Ekstrak daun serai), E3 (Ekstrak umbi bawang putih), E4 (Ekstrak biji lada), E5 (Ekstrak daun mimba), E6 (Ekstrak daun tembelekan), E7 (Ekstrak daun kapuk randu), dan E8 (Ekstrak daun gelinggang) dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase mortalitas paling efektif terdapat pada perlakuan E4 (Ekstrak biji lada) (30%), diikuti E7 (Ekstrak daun kapuk randu) (30%), dan E3 (Ekstrak umbi bawang putih) (13%), E1 (Ekstrak daun sirsak) (3%), dan yang kurang efektif terdapat pada perlakuan E1 (Ekstrak daun sirsak) (0%), E2 (Ekstrak daun serai) (0%), E5 (Ekstrak daun mimba) (0%), E6 (Ekstrak daun tembelekan) (0%), dan E8 (Ekstrak daun gelinggang) (0%). Rata – rata kecepatan waktu kematian terbaik terdapat pada E4 (Ekstrak biji lada) (2,13 hari/hama), diikuti E7 (Ekstrak daun kapuk randu) (2,26 hari/hama), E8 (Ekstrak daun gelinggang) (2,45 hari/hama), E3 (Ekstrak umbi bawang putih) (2,83), E2 (Ekstrak daun serai) (2,88 hari/hama), E1 (Ekstrak daun sirsak) (2,91 hari/ hama), E5 (Ekstrak daun mimba) (3,08 hari/hama), E6 (Ekstrak daun tembelekan) (3,47 hari/hama). Persentase intensitas serangan terbaik terdapat pada perlakuan E4 (Ekstrak biji lada) yang menunjukkan persentase intensitas serangannya paling rendah dari 1-11 HSA bila dibandingkan dengan perlakuan lainnya.