open access

Abstract

Salah satu kendala dalam perbanyakan vegetatif melalui penyambungan adalah cepat rusaknya entres selama penyimpanan sebelum proses penyambungan, sehingga entres yang dimbil dari pohon induk secepatnya harus disimpan pada tempat yang teduh sehingga dapat dipertahankan kesegaran entres sendiri.  Panjang  entres  berkaitan  dengan  kecukupan  cadangan  makanan/energi untuk pemulihan sel-sel yang rusak akibat pelukaan, makin panjang entres diharafkan makin banyak pula cadangan energinya. Sedang kondisi cuaca atau waktu pelaksanaan penyambungan (grafting) berkaitan dengan tingginya transpirasi.  Penelitian  dilaksanakan  di  Desa  Paya  Bujuk  Seuleumak  Kecamatan Langsa  Baro,  Kota  Langsa.  Penelitian  ini  berlangsung  mulai  Bulan Maret sampai dengan Juli 2018. Penelitan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama Lama penyimpanan dengan notasi (L), yang terdiri dari 4 taraf yaitu L0 = tanpa penyimpanan, L1 = 3 hari penyimpanan, L2  = 6 hari penyimpanan dan L3  = 9 hari penyimpanan. Faktor kedua panjang entres dengan notasi (P) yang terdiri dari 3 taraf yaitu P1 = 7,5 cm, P2 = 12,5  dan P3  = 17,5 cm. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu persentase bibit jadi, panjang tunas, diameter tunas dan jumlah daun.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata terhadap parameter persentase bibit jadi, panjang tunas, diameter tunas dan jumlah daun. Lama penyimpanan terbaik diperoleh pada perlakuan L3 (9 hari penyimpanan). Panjang entres berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tunas umur 45 dan 60 HSP, dan berpengaruh tidak nyata pada parameter persentase bibit jadi,diameter tunas dan jumlah daun. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan P3 (Panjang entres 15 cm). Interaksi antara lama penyimpanan dan panjang entres berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tunas umur 30, 45 dan 60 dan jumlah daun umur 45 HSP.  Sedangkan  pada  parameter  lainnya  tidak  berpengaruh  nyata. Interaksi terbaik diperoleh pada kombinasi perlakuan L3P2 (Lama peyimpanan entres 9 hari dan panjang entres 12,5 cm)