open access

Abstract

Rajungan merupakan salah satu komoditas dari sektor kelautan yang memiliki nilai ekonomis tinggi sehingga rajungan banyak diburu oleh nelayan. Upaya budidaya yang dilakukan hingga sampai saat ini belum maksimal dikarenakan sulitnya matang gonad dan penetasan telur rajungan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan cara memberikan stimulasi molting yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh stimulasi molting, menguji tingkat penetasan telur, dan mengetahui stimulasi terbaik untuk meningkatkan perkembangan gonad pada rajungan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 ulangan. Perlakuan yang dilakukan adalah kontrol (S1), ablasi tangkai mata (S2), utatomi kaki jalan (S3), dan suntik hormon ovaprim (S4). Parameter penelitian yang di amati merupakan IKG, TKG, fekunditas, HR, hubungan panjang karapas dengan IKG, pertumbuhan berat, hubungan berat dengan fekunditas, dan kualitas air rajungan. Hasil pengamatan diperoleh bahwa IKG berkisar antara 0 - 6,5%, TKG : 25 – 43 hari, fekunditas : 0 - 515.500, HR : 0 – 99,90%. Hubungan panjang karapas dengan IKG menujukkan persamaan y = -0,0031x + 0,2549. Induk rajungan yang diberikan stimulasi molting mengalami pertumbuhan berat setiap minggunya sedangkan hubungan antara berat dengan fekunditas menunjukkan persamaan y = 1965,7x + 0,05. Hasil pengamatan kualitas air menunjukkan suhu (29,98-300C), salinitas (35,55-35,67 ppt), DO (6,91-7,12) dan pH (7,36-7,62). Hasil analisis sidik ragam yang dilakukan TKG, HR, IKG dan Fekunditas rajungan memiliki pengaruh yang nyata terhadap stimulasi yang diberikan.