open access

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan adaptasi pertumbuhan bawang merah pada fase vegetatif pada beberapa varietas bawang merah terhadap cekaman kekeringan. Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari satu faktor yaitu beberapa varietas Bima Brebes, Bauji dan Tajuk. Data dianalisis menggunakan tabel sidik ragam dan dilakukan uji lanjut BNJ 0,05. Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah anakan per rumpun. Hasil penelitian pada beberapa parameter fase vegetatif seperti tinggi tanaman, jumlah daun (Helai) dan jumlah anakan per rumpun terhadap pengaruh cekaman kekeringan pada beberapa varietas bawang merah yang tertinggi terdapat pada bawang merah varietas V3 (Tajuk) dan hasil terendah pada bawang merah varietas V1 (Bauji) dan V2 (Bima Brebes). Hal ini dapat diketahui bahwa diantara beberapa varietas bawang merah yang diuji adaptasinya pada cekaman kekeringan menunjukkan bahwa varietas Tajuk yang diuji cukup mampu beradaptasi dalam kondisi cekaman kekeringan yang diberikan. Berdasarkan hasil penelitian varietas yang cukup mampu beradaptasi dalam cekaman kekeringan adalah varietas Tajuk dan dapat digunakan sebagai sumber benih dalam pengembangan budidaya bawang merah pada kondisi lingkungan yang tingkat kekeringannya cukup tinggi.