open access

Abstract

Tanah bekas tambang selama ini banyak dibiarkan saja dan tidak ditanami tanaman apapun karena keadaan tanahnya yang telah terkontaminasi sehingga tanah ini perlu dilakukan remediasi kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan bibit jabon pada tanah tailing emas di Geumpang Pidie. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, terdiri dari 2 (dua) faktor yaitu: Faktor Kompos (K) terdiri atas empat taraf yaitu 0 gr (K0), 20 gr (K1), 40 gr (K2),60 gr polybag-1(K3) dan Faktor NPK (N), terdiri atas tiga taraf yaitu 5 gr (N0), 10 gr (N1), 15 gr polybag-1 (N2). Parameter yang diamati meliputi tinggi semai, diameter semai, jumlah daun dan berat akar. Hasil penelitian menunjukan bahwa kompos berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi semai umur 55 dan 75, diameter semai umur 35 dan 55, dan berat akar dan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 35, 55 dan 75. Perlakuan terbaik pada K3 (60 gr polybag-1). NPK berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi semai umur 55 dan 75, diameter semai umur 35 dan 55, jumlah daun umur 35, 55, 75 dan berat akar. Serta berpengaruh nyata terhadap tinggi semai umur 35, diameter semai umur 75. Perlakuan terbaik pada N2 (15 gr polybag-1). Terdapat interaksi antara kompos dan NPK terhadap tinggi semai umur 35, 55 dan 75. Kombinasi perlakuan terbaik pada K3N1