open access

Abstract

Penggunaan lahan pertanian yang intensif dapat menurunkan tingkat kesuburan dan produktivitas tanah yang pada akhirnya mengurangi mutu dan produksi tanaman. Penambahan pupuk dan bahan organik kedalam tanah merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan kesuburan tanah sehingga ketersediaan unsur hara terutama unsur nitrogen juga meningkat. Oleh karena itu masalah penambahan dan kehilang nitrogen dan bahan organik disalam tanah harus dipertahankan agar sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh intensitas olah tanah dan pemberian bahan organik berbeda jenis terhadap neraca nitrogen tanah dan hasil jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Balang Asan Kecamatan Kota Kabupaten Pidie. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari faktor intensitas olah tanah (T) dan faktor jenis bahan organik (B). Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman umur 15 dan 30 HST, serapan hara nitrogen, hasil jagung perplot dan perhektar dan neraca nitrogen tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Intensitas pengolahan tanah berpengaruh terhadap tinggi tanaman umur 15 HST, serapan hara N namun tidak berpengaruh nyata pada tinggi tanaman umur 30 HST, hasil jagung perplot dan perhektar. Untuk neraca nitrogen tanah tertinggi diperoleh pada olah tanah satu kali. Pemberian jenis bahan organik berpengaruh terhadap serapan hara N namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, hasil tanaman perplot dan perhektar. Untuk neraca nitrogen tanah tertinggi diperoleh pada pemberian bahan organik lamtoro. Terdapat interaksi antara intensitas pengolahan tanah dan pemberian jenis bahan organik terhadap tinggi tanaman umur 15 HST dan serapan hara nitrogen. Untuk kombinasi perlakuan nilai neraca nitrogen tanah tertinggi diperoleh pada olah tanah satu kali dengan pemberian bahan organik lamtoro.