open access

Abstract

Pupuk merupakan bahan yang ditambahkan kedalam media tanam untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman. Pupuk berguna untuk meningkatkan hasil tanaman pertanian agar nantinya dapat memberikan keuntungan bagi ekonomi usaha taninya. Penggunaan pupuk anorganik bagi sebagian masyarakat yang secara terus menerus akan berdampak bagi kerusakan tanah. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan akan pupuk kimia yaitu dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang dapat digunakan sebagai pupuk organik. Biourine mengandung banyak bahan organic dan merupakan salah satu pupuk organic alternatif yang dihasilkan dari limbah kotoran ternak yang mengalami proses fermentasi oleh mikroorganisme. Banyak limbah yang dihasilkan dari ternak sapi di Desa Jagong Jeget, Aceh Tengah. Setiap produk yang dihasilkan dari suatu usaha haruslah mempunyai nilai tambah dan berorientasi pada keuntungan. Kebutuhan konsumen akan produk biourine akan terpenuhi apa bila ketersediaan produk dan daya beli terpenuhi. Untuk memenuhi hal tersebut maka perlu ditelusuri strategi yang tepat guna meningkatkan kinerja pemasaran produk biourine di dalam pasar. Sehingga dalam penelitian ini mencoba merumuskan strategi yang dapat ditempuh untuk pemasaran produk biourine dengan menggunakan alat analisis SWOT yang terdiri dari kekuatan (Strengths), kelemahan (Weakness), peluang (Opportunities) dan ancaman (Treaths), terlebih dahulu akan dipelajari mengenai analisis faktor internal dan eksternal dari biourine di Aceh Tengah. Dari analisis SWOT, produk biourine berada pada kuadran II, dengan strategi yang ditempuh adalah diferensiasi dan mempersiapkan pasar produk untuk jangka panjang. Pengaplikasian strategi pemasaran pada matriks SWOT adalah promosi produk dan peningkatan jumlah produk (SO), peningkatan manajemen organisasi dan pengelolaan keuangan (WO), peningkatan mutu produk dan kontinuitas produk di pasaran (ST), peningkatan keterampilan dengan aktif mengikuti pelatihan-pelatihan (WT).