open access

Abstract

Luas lahan sub optimal meningkat sejalan dengan terjadinya perubahan iklim. Peningkatan lahan-lahan sub optimal signifikan pada lahan-lahan salin dan kering. Pemanfaatan lahanlahan sub optimal seperti lahan kering untuk budidaya padi perlu strategi khusus agar tercapai produksi yang optimal. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan varietas-varietas yang berproduksi tinggi toleran kekeringan. Sifat tersebut masih sangat jarang ditemukan pada satu varietas tanaman sehingga perlu dilakukan perakitan varietas tanaman dengan sifat tersebut. Penelitian dilakukan di lahan penelitian Fakultas Pertanian Universitas Samudra, Langsa dengan ketinggian tempat ± 10 m dpl. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 famili benih padi F2 hasil persilangan antara 5 aksesi kultivar Sileso dengan Ciherang yaitu: A3B I8, A2B I9, A2B I11, A2B II7, A2B II9, A2B II26, A5B II6, A5B II11, A1B IV4, A5B IV11, A5B IV15 dan A5B IV16. Pupuk yang digunakan dalam penelitian ini adalah Urea, TSP, dan KCl. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat olah tanah, alat tulis yang dibutuhkan pada saat pengamatan, kamera digital, timbangan digital, dan alat-alat lain yang mendukung penelitian ini. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktor tunggal. Beberapa pengamatan dilakukan pada karakter-karakter morfoagronomi pada semua populasi yang meliputi: Tinggi tanaman (cm),Jumlah anakan produktif (batang), Panjang malai (cm), Umur panen (hari), Jumlah gabah (butir.malai-1), dan Produksi gabah per rumpun (g rumpun -1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan tinggi tanaman, umur panen yang semakin genjah, tetapi terjadi penurunan terhadap jumlah anakan produktif, jumlah gabah per malai dan produksi per tanaman.