open access

Abstract

Pemuliaan tanaman dengan induksi mutasi merupakan metode alternatif untuk pemuliaan konvensional, dapat dilakukan dengan mutagen fisik dan kimia. Mutasi kimia dengan tujuan menghasilkan tanaman poliploid, yaitu tanaman yang memiliki tiga set kromosom atau lebih, umumnya menggunakan kolkisin. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Agroteknologi dan Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Samudra, Meurandeh, Langsa Lama Kota Langsa dengan ketinggian tempat ±10 mdpl. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah stek 5 jenis mawar, larutan mutagen kolkisin, polibag, tanah top soil, kompos, paranet, dan plastik sungkup. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah gelas erlenmeyer, gunting, cutter, cangkul, penggaris, jangka sorong, mikroskop, alat pencatat data dan alat lain yang diperlukan dalam penelitian ini. Penelitian disusun menggunakan rancangan petak terpisah dengan petak utama adalah jenis bunga mawar yang terdiri atas: mawar merah, merah muda, ungu, pink, dan kuning dan anak petak adalah konsentrasi mutagen kolkisin yang terdiri atas 4 taraf yaitu : 0; 25; 50 dan 75 mg L-1air. Bahan stek direndam dalam larutan kolkisin selama 24 Jam. Setiap perlakuan diulang sebanyak 2 kali. Peubah yang diamati adalah persentase hidup, umur berbunga, diamater bunga, dan warna bunga, dan jumlah kromosom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis mawar memberikan pengaruh yang nyata hanya pada parameter jumlah helaian bunga dan tidak berpengaruh nyata pada parameter % tumbuh, hari tunas melentis, hari mekar bunga dan diameter bunga. Perlakuan konsentrasi kolkisin memberikan pengaruh yang nyata pada parameter % hidup, diameter bunga dan jumlah helaian bunga. Interaksi antara jenis bunga mawar dengan konsentrasi kolkisin tidak memberikan pengaruh yang nyata pada semua parameter yang diamati.