open access

Abstract

Penelitian dilaksanakan di desa Sumber Rejo, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian dilaksanakan mulai bulan September - November 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAKF) Faktorial dengan 2 taraf perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian kapur (dolomit) terdiri dari 4 taraf yaitu :D0 = 0 g kapur/polibag (kontrol), D1 = 25 g kapur/polibag, D2 = 50 g kapur/polibag, D3 = 75 g kapur/polibag. Faktor kedua adalah pemberian tanah mineral terdiri dari 3 taraf yaitu : T0 = 0% tanah mineral/polibag, T1 = 25% tanah mineral/polibag, T2 = 50% tanah mineral/polibag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk dolomit berpengaruh sangat nyata pada pengamatan tinggi tanaman pada 2, 4 dan 6 MST. Parameter jumlah daun pada 6 MST memberikan pengaruh yang nyata terhadap tanaman jagung yang terdapat pada dua perlakuan yaitu D1 dan D2. Jumlah daun tanaman jagung pada perlakuan D1 dan D2 adalah 12,89 helai. Untuk pengamatan berat tongkol pertanaman sampel dan produksi per plot berpengaruh sangat nyata pada tanaman jagung. pemberian dolomit untuk parameter produksi per plot yang paling baik terdapat pada perlakuan D3 yaitu pemberian dolomit dengan dosis 75 g/polibag. Produksi per plot pada perlakuan D3 adalah 2,73 kg. Pemberian tanah mineral berpengaruh sangat nyata pada parameter tinggi tanaman jagung pada 2 MST dan pada parameter berat tongkol pertanaman sampel. Interaksi pemberian dolomit dan tanah mineral berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman pada 2 MST terdapat pada perlakuan D3T1 yaitu 34,83 cm. Tinggi tanaman jagung pada 4 MST terdapat pada perlakuan D3T0 yaitu 147,67 cm. Tinggi tanaman jagung pada 6 MST terdapat pada perlakuan D3T1 yaitu 153,17 cm. Pada parameter berat tongkol pertanaman sampel menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terdapat pada perlakuan D2T1 yaitu 314,67 g.