open access

Abstract

Pertumbuhan tanaman akan berjalan maksimal manakala lingkungan tumbuh diusahakan optimal, salah satu dengan pemenuhan unsur yang cukup dan berimbang. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh optimal pemupukan terhadap pertumbuhan tanaman tebu, dilakukan di Desa Pakiskembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang ditanam pada 2 November 2014. Bahan penelitian yang digunakan bagal tanaman tebu varietas Bululawang, pupuk majemuk (PM) NPK, pupuk anorganik tunggal (PAT), pestisida, dan bahan pembantu lain. Penelitian terdiri tujuh paket dosis pupuk majemuk NPK (20-10-12+1Mg+4Ca+4S) yang diuji dengan satu perlakuan pupuk standar (rekomendasi PG) per hektarnya sebagai berikut 1) 500 kg PM NPK+ 200 kg PAT, 2) 600 kg PM NPK + 200 kg PAT, 3) 700 kg PM NPK + 200 kg PAT, 4) 500 kgPM NPK + 300 kg PAT, 5) 600 kg PM NPK + 300 kg PAT, 6) 700 kg PM NPK + 300 kg PAT, 7) 400 kg PM NPK + 500 kg PAT, dan 8) 400 kg PM NPK (15-15-15) + 600 kg PAT (Standar/Rekomendasi PG). Perlakuan dalam Rancangan Acak Kelompok diulang 4 kali. Setiap perlakuan dalam satu ulangan terdiri 11 juring dengan panjang 14 m. Aplikasi PM dilakukan saat tanaman berumur satu bulan setelah tanam dan PAT diberikan saat tanaman berumur tiga bulan. Pengamatan dilakukan terhadap parameter pertumbuhan mencakup jumlah populasi tanaman, tinggi tanaman dan diameter batang dilakukan setiap dua bulan. Pengamatan jumlah populasi tanaman dimulai pada umur empat bulan setelah tanam, pengamatan tinggi dan diameter batang dimulai saat tanaman berumur enam bulan setelah tanam. Data diperoleh dianalisis sidik ragam (ANOVA) bila terdapat perbedaan antar perlakuan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paket dosis pupuk 700 kg PM NPK (20-10-12) + 300 kg PAT memiliki tingkat efektivitas lebih tinggi pada pertumbuhan tanaman tebu dibanding dengan paket dosis lainnya, dengan jumlah populasi dan tinggi tanaman cenderung lebih besar dibanding perlakuan lain.