open access

Abstract

Kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh di tengah maraknya pandemi Covid – 19 menjadi keharusan bagi setiap masyarakat. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan mengonsumsi obat tradisional seperti jamu. Jamu merupakan warisan leluhur yang dipercaya secara empiris memiliki manfaat dan kegunaan untuk meningkatkan imunitas tubuh. Khasiat tanaman obat seperti jahe, kunyit, temulawak, sambiloto dan lainnya yang terkandung dalam jamu dinilai efektif memodulasi respon imun di dalam tubuh. Hal ini yang mengakibatkan masyarakat mulai kembali memanfaatkan tanaman obat untuk dikonsumsi secara rutin bahkan pemakaiannya ditingkatkan untuk menjaga daya tahan tubuh. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan sikap dan tingkat pengetahuan terhadap perilaku masyarakat mengonsumsi jamu di tengah masa pandemi Covid – 19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah konsumen jamu tradisional di Kota Medan. Metode penentuan sampel menggunakan accidental sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur dan wawancara. Data dianalisis menggunakan uji chi – square (X2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara sikap dan tingkat pengetahuan konsumen terhadap perilaku masyarakat mengonsumsi jamu tradisional secara rutin dengan nilai signifikansi masing – masing variabel sebesar 0,000 dan 0,001 (< 0,05). Sedangkan nilai koefisien kontingensi adalah sebesar 0,471 dan 0,313 yang menunjukkan keeratan hubungan antara pengalaman dan pengetahuan dengan perilaku masyarakat sebesar 31% dan 52%.