open access

Abstract

Jamur merupakan komoditi yang dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia khususnya jamur tiram karena aman untuk dikonsumsi dan memiliki nutrisi yang cukup tinggi, mudah diolah, dan harganya terjangkau. Salah satu cara pemanfaatan jamur tiram dengan mengolah menjadi produk makanan. Pengolahan jamur tiram yang dilakukan oleh Kelompok Usaha Pengolahan Jamur (KUPJ) Gondangmanis berupa keripik jamur. Untuk menunjang produktivitas usaha tani jamur, diperlukan introduksi Teknologi Tepat Guna (TTG) agar dapat meningkatkan hasil produksi kripik jamur sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai produk olahan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk (1) mengetahui metode pengolahan kripik jamur (2) menghasilkan produk olahan berkualitas tinggi (3) meningkatkan kualitas pengolahan keripik jamur dengan mengidentifikasi Teknologi Tepat Guna (TTG) yang tepat. Metode yang dilakukan yaitu Participatory Rural Appraisal (PRA) yang menitikberatkan pada partisipasi anggota Kelompok Usaha Pengolahan Jamur Gondangmanis dalam pelaksanaannya dengan identifikasi teknologi pembuatan kripik jamur, metode produksi kripik jamur, pengemasan kripik jamur, dan penentuan Teknologi Tepat Guna (TTG) yang baik untuk diterapkan. Hasil yang diperoleh masyarakat Desa Gondangmanis masih menggunakan penggorengan tradisional, tanpa pengeringan, dan pengemasan yang sederhana. Teknologi Tepat Guna (TTG) yang dapat diterapkan yaitu penggunaan deep fryer dengan metode deep frying agar keripik jamur dapat matang dengan sempurna, penirisan menggunakan spinner untuk mengurangi kadar minyak serta menjaga keawetan keripik jamur, lalu dikemas menggunakan plastik kualitas tinggi dengan label pengemasan yang menarik dan disegel menggunakan continuous band sealer