Pengaruh Penambahan Karbon Aktif pada Proses Elektrokoagulasi terhadap Kualitas Palm Oil Mill Effluent (POME)
Abstract
Limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) merupakan salah satu jenis limbah industri yang memiliki kandungan bahan organik, padatan terlarut, serta nilai Chemical Oxygen Demand (COD) yang tinggi sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak diolah dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi metode elektrokoagulasi dan karbon aktif dalam menurunkan kandungan pencemar pada limbah cair POME. Proses elektrokoagulasi dilakukan menggunakan elektroda logam, kemudian dilanjutkan dengan penambahan karbon aktif sebagai adsorben dengan variasi massa 3 gram dan 6 gram. Parameter yang dianalisis meliputi pH, Total Dissolved Solids (TDS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), dan COD sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses elektrokoagulasi dan penambahan karbon aktif mampu meningkatkan kualitas limbah cair POME yang ditandai dengan meningkatnya nilai pH dari 6,4 menjadi kondisi basa serta menurunnya nilai TDS, BOD, dan COD. Perlakuan dengan penambahan 3 gram karbon aktif menghasilkan penurunan BOD dan COD terbaik, masing-masing sebesar 7 mg/L dan 21 mg/L, sedangkan penambahan 6 gram karbon aktif memberikan penurunan TDS terbaik hingga 46,41 mg/L. Penurunan parameter pencemar terjadi karena proses elektrokoagulasi menghasilkan flok yang dapat mengikat dan mengendapkan partikel pencemar, sementara karbon aktif mengadsorpsi senyawa organik terlarut yang masih tersisa. Dengan demikian, kombinasi elektrokoagulasi dan karbon aktif berpotensi menjadi metode pengolahan limbah cair POME yang efektif, sederhana, dan ramah lingkungan.