Analisis Kesenjangan Kondisi Aktual Sarana Laboratorium Fisika SMA Berdasarkan Tingkat Akreditas dan Wilayah Kabupaten
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi aktual sarana laboratorium fisika, menganalisis tingkat pemenuhan standar ideal, menghitung persentase kesenjangan, serta membandingkan pola pemenuhan berdasarkan akreditasi dan wilayah sekolah. Penelitian dilaksanakan pada September–Oktober 2026 di empat SMA Negeri di Sulawesi Tengah, yaitu SMA Negeri 2 Palu, SMA Negeri 9 Palu, SMA Negeri 7 Sigi, dan SMA Negeri 1 Ampibabo. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang didukung analisis kuantitatif deskriptif. Data diperoleh melalui angket kondisi sarana laboratorium yang diisi oleh kepala laboratorium atau pihak yang bertanggung jawab dengan indikator mengacu pada benchmark berdasarkan Permendikbudristek Nomor 22 Tahun 2023. Pemenuhan dan kesenjangan dihitung berdasarkan skor ideal 35 butir instrumen dengan skor maksimum 140. Hasil menunjukkan bahwa SMA Negeri 2 Palu memperoleh pemenuhan sebesar 72,14% dan kesenjangan 27,86%, sedangkan SMA Negeri 9 Palu memperoleh pemenuhan 65,71% dan kesenjangan 34,29%. SMA Negeri 1 Ampibabo mencatat pemenuhan tertinggi, yaitu 78,57%, dengan kesenjangan 21,43%. Sementara itu, SMA Negeri 7 Sigi memperoleh pemenuhan 60% dan kesenjangan 40%. Temuan menunjukkan bahwa sekolah di wilayah perkotaan tidak selalu memiliki tingkat pemenuhan sarana lebih tinggi daripada sekolah di kabupaten. Kesenjangan berkaitan dengan keterbatasan alat praktikum, fasilitas keselamatan, penyimpanan alat, serta penggunaan ruang laboratorium sebagai kelas setelah bencana gempa. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dan pemangku kebijakan untuk menentukan prioritas pemeliharaan, pengadaan, dan peningkatan sarana laboratorium fisika guna mendukung kegiatan praktikum secara lebih efektif. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi aktual setiap sekolah terhadap kriteria ideal yang sama agar hasil evaluasi dapat ditafsirkan konsisten pada seluruh lokasi penelitian.