Rivitalisasi Revitalisasi Situs Sejarah Sebagai Destinasi Wisata Budaya

  • Ulva Hanum Universitas Samudra, Langsa-Aceh, Indonesia
Keywords: Creative learning, learning interest, primary school, learning strategies

Abstract

Pembelajaran kreatif merupakan salah satu pendekatan yang efektif untuk meningkatkan minat belajar siswa, khususnya di sekolah dasar. Dalam era pendidikan yang semakin dinamis, penting bagi pendidik untuk mengembangkan strategi yang tidak hanya fokus pada pengajaran materi, tetapi juga memperhatikan kebutuhan emosional dan sosial siswa. Artikel ini membahas berbagai strategi pembelajaran kreatif yang dapat diterapkan di sekolah dasar, seperti pembelajaran berbasis proyek, penggunaan teknologi, dan pembelajaran berbasis permainan. Penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kreatif dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses belajar, serta membantu mereka mengembangkan keterampilan penting seperti berpikir kritis dan kolaborasi. Meskipun terdapat tantangan dalam implementasinya, seperti keterbatasan waktu dan sumber daya, pembelajaran kreatif tetap menjadi salah satu solusi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan efektif. Oleh karena itu, dukungan dari guru, orang tua, dan kebijakan pendidikan yang mendukung sangat diperlukan untuk memaksimalkan potensi pembelajaran kreatif di sekolah dasar.

References

Adinugroho, B. (2021). Pariwisata dan Tantangan Pelestarian Situs Sejarah di Indonesia. Jakarta: Pustaka Sejarah.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Handayani, M., & Putra, D. (2021). "Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Pariwisata Berbasis Budaya: Studi Kasus Borobudur." Jurnal Pariwisata Berkelanjutan, 15(2), 120-135.

Kemendikbud. (2022). Laporan Konservasi Candi Borobudur 1973-1983. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

Kurniawan, R. (2022). "Dampak Pembatasan Kunjungan Wisatawan terhadap Industri Pariwisata di Magelang." Jurnal Ekonomi dan Pariwisata, 10(1), 45-60.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications.

Patton, M. Q. (2002). Qualitative Research and Evaluation Methods (3rd ed.). SAGE Publications.

Rahman, T. (2020). "Pemanfaatan Teknologi Augmented Reality dalam Promosi Wisata Sejarah." Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, 8(3), 200-215.

Setiawan, A. (2020). Revitalisasi Situs Sejarah: Tantangan dan Peluang. Bandung: Literasi Budaya.

Suharto, L. (2023). "Pariwisata Berbasis Warisan Budaya dan Dampaknya terhadap Perekonomian Lokal." Jurnal Ekonomi Kreatif, 18(1), 80-95.

UNESCO. (2019). Borobudur: Conservation and Sustainable Tourism. Paris: UNESCO.

Wijayanto, H. (2021). "Analisis Degradasi Material Batu pada Struktur Candi Borobudur akibat Aktivitas Wisata." Jurnal Konservasi Cagar Budaya, 12(2), 95-110.

Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). SAGE Publications.

Published
2026-07-18
How to Cite
Hanum, U. (2026). Rivitalisasi Revitalisasi Situs Sejarah Sebagai Destinasi Wisata Budaya. Journal of Social Studies Research, 4(1), 14-20. https://doi.org/10.33059/jssr.v4i1.11488