Overcoming the Challenges of National Integration in the Era of Globalization
Mengatasi Tantangan Integrasi Nasional di Era Globalisasi
Abstrak
Integrasi nasional memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan stabilitas suatu negara, terutama di Indonesia yang dikenal dengan keberagaman budaya, suku, dan agama. Namun, di era globalisasi, tantangan dalam mempertahankan integrasi nasional semakin meningkat akibat arus informasi yang cepat, pengaruh budaya asing, serta ketimpangan sosial dan ekonomi. Globalisasi tidak hanya memberikan dampak positif berupa perkembangan teknologi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dapat mengancam nilai-nilai kebangsaan serta memperdalam perpecahan sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dampak globalisasi terhadap integrasi nasional, mengidentifikasi hambatan yang muncul, serta merumuskan strategi efektif untuk memperkuat persatuan bangsa. Artikel ini menggunakan metode kajian literatur dan analisis deskriptif terhadap berbagai referensi yang membahas integrasi nasional dan tantangan globalisasi. Hasil artikel ini menunjukkan bahwa memperkuat integrasi nasional dapat dilakukan dengan meningkatkan pendidikan multikultural, mengembangkan ekonomi kreatif sebagai sarana mempererat hubungan sosial, serta meningkatkan literasi digital untuk menghadapi tantangan globalisasi. Selain itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam merancang kebijakan yang inklusif guna memperkokoh persatuan nasional. Dengan memahami berbagai tantangan serta strategi yang dapat diterapkan, Indonesia dapat mempertahankan identitas nasional dan memperkuat kohesi sosial di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Referensi
Agus, A. A. (2016). Integrasi Nasional sebagai salah satu parameter persatuan dan kesatuan bangsa negara republik indonesia. Jurnal Sosialisasi, 3(3), 19-27.
Bourdieu, P., & Wacquant, L. 1999. On the Cunning of Imperialist Reason. Theory, Culture & Society 16(1)
De Gani, F. A., & Sembiring, M. Y. G. (2023). Mengenal Identitas dan Integrasi Nasional Indonesia. Indigenous Knowledge, 1(2), 166-178.
Ferguson, M. 1992. The Mythology about Globalization. European Journal of Communication 7(1).
Giddens, A. 1990. The Consequences of Modernity. Cambridge: Polity Press.
Globalization: Neoliberal Chlenge, Radical Responses. Pluto Press, h. 160.
Lyman, P.N. 2000 Globalization and the Dermands of Governance Georgetown Journal of International Affairs (Winter/Spring). Premier Issue
Mochamad Aris Yusuf, Integritas Nasional: Pengertian, Konsep, Syarat, Faktor Pembentuk Dan Penghambatnya, https://www.gramedia.com/literasi/integritas nasional/?srsltid=AfmBOorCeu7flicskq0WdBAZN3B1fkSCNUJMKGAPWiCmGtm1Td0cmluh, 10 Maret 2025.
Mundzir Ahmad, Tantangan Integrasi Nasional di Era Globalisasi, https://www.narasi.co/tantangan-integrasi-nasional-di-era globalisasi/#google_vignette, 10 Maret 2025
Osman, B, Op. Cit
Pandangan ini telah disampaikan oleh Drucker, P., Went, R., & Smith, T. 2000. Description of
Parallel Trends of Globalization, US, January 3. 1977. Loy. D. 1998. Can Corporations Become Enlightened? Budhhist Reflections on Tncs, Camilleri & Muzaffar, Eds...
Pendapat ini dikemukakan oleh beberapa orang pakar seperti Beerkens dalam Beerkens, E.. 2006. Globalisation: Definitions and Perspectives, h. 9. Palmer, T.G., 2003, Globalization, Cosmopolitanism, and Personal Identity. http://www.units.it/etica/2003_2/PALMER.htm. Etica & Politica/Ethics & Politics, h. 2; Rhotenberg, E.L., 2003. Globalization 101. The Three Tension of Globalization. 120 Wall Street, Suite 2600, New York, NY 10005, h. 1-4; Scholte, 1,A., 2005. Globalization: A Critical Introduction, 2nd Edition. Palgrave Macmillan, h. 520.
Tomlinson, J. 1999, Globalization and Culture. Cambridge. Polity Press.
Waters, M. 1995. Globalization. 2th Edition. Taylor and Francis Group. London.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-sa4.footer##


