The ECO-FERMENTASI DAN APLIKASINYA PADA LAHAN MARGINAL DI DESA REULEUT BARAT ACEH UTARA

Applied sciense

  • Rosnina Abdul Gani University of Malikussaleh
  • Zurrahmi Wirda Universitas Malikussaleh
  • Nilahayati
  • Dewi Sartika A Universitas Malikussaleh

Abstrak

ABSTRAK

 

Reuleut Barat merupakan desa binaan Universitas Malikussaleh yang memiliki tanah jenis Inseptisol yang belum bekembang lebih lanjut (immatured) tergolong kepada  lahan sub-optimal  yang memiliki pH rendah dan berasal dari bahan organik yang rendah. Rendahnya kualitas tanah daerah Reuleut Barat sebagai tanah marginal yang kurang produktif berdampak pada rendahnya pendapatan dan kesejahteraan masyarakatnya. Keterbatasan lahan produktif dapat diatasi dengan penerapan inovasi bioteknologi dengan pemanfaatan mikroorganisme melalui aplikasi pupuk organik. Pupuk organik dapat diperoleh dari proses pengolahan sampah yang dikenal dengan istilah 3R (reuse, reduce dan recycle). Pembuatan eko-fermentasi dilakukan dengan pemilahan sampah rumah tangga sebagai langkah awal dalam menghasilkan pupuk organik dengan pengolahan bahan sisa sayuran seperti kulit buah-buahan seperti papaya, nenas, jeruk yang ditambahkan molase sebagai aktivator mikroorganisme pada proses fermentasi sehingga produk akhir yang diperoleh berupa cairan yang mudah digunakan dalam aplikasinya ke tanah. Aplikasi pupuk Eco-fermentasi sebagai bahan organik yang mengandung mikro flora memiliki peran dalam meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah marginal menjadi lahan yang produktif melalui proses pelapukan bahan organik tanah yang dapat memperbaiki sifat fisika, kimia dan biologi tanah sehingga akhirnya dapat meningkatkan kesuburan tanah yang dapat meningkatkan produksi tanaman desa Reuleut Barat.

 Kata Kunci :eko-fermentasi,  lahan sub-optimal, sampah organik

Diterbitkan
2022-01-29