PENGARUH KADAR AIR HASIL OKSIDASI ENZIMATIS TERHADAP KAPASITAS HASIL PRODUKSI TEH HITAM PADA STASIUN PENGERINGAN MENGUNAKAN MESIN FLUID BED DRYER (FBD)

  • Rabiatul Alvira - Universitas Samudra
  • rahmawati Program Studi Fisika, Universitas Samudra
Kata Kunci: oksidasi enzimatis, FBD, kadar air

Abstrak

Telah dilaksanakan penelitian yang membahas “ Kapasitas Hasil Produksi Teh HItam pada stasiun Pengeringan Mengunakan Mesin Fluid Bed Dryer(FBD) di PTP NUSANTARA IV Unit Bah Butong, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun. Tahapan Proses produksi  yang sangat penting dalam proses pengolahan teh hitman ialah Pengering yang digunakan di PTP.NUSANTARA IV  adalah mesin pengering kontinyu seperti Fluid Bed Dryer. Suhu Inlet yang direkomendasikan tidak boleh terlalu rendah atau terlalu tinggi, optimal 92-110    , dan suhu outlet 80-85     . Dalam penelitian ini diamati kadar air dari teh hasil fermentasi melalui fermentasi yang berguna untuk melihat bagaimana pengaruh kadar air dari bubuk teh hasil fermentasi terhadap kapasitas produksi pada stasiun pengeringan di Pabrik Teh PTPN IV  Unit  Bah  Butong.  Hasil  yang  di  dapat  pada  penelitian  ini  yaitu  44,3  %  kadar  air  teh  hasil fermentasi, menghasilkan 335 Kg teh kering/jam. 48,7 % kadar air teh hasil fermentasi, menghasilkan 333 Kg teh kering/jam. 52,4 % kadar air teh hasil fermentasi, menghasilkan 330 Kg teh kering/jam.54,1 % kadar air teh hasil fermentasi, menghasilkan 325 Kg teh kering/jam. 39,2 % kadar air teh hasil fermentasi, menghasilkan 341 Kg teh kering/jam. 38,4 % kadar air teh hasil fermentasi, menghasilkan 345 Kg teh kering/jam. 55,1 % kadar air teh hasil fermentasi, menghasilkan 310 Kg teh kering/jam. 53,9 % kadar air teh hasil fermentasi, menghasilkan 320 Kg teh kering/jam. menunjukkan bahwa jika kadar air teh hasil fermentasi tinggi, maka kapasitas produksi teh kering menurun dan seba liknya, jika kadar air teh hasil fermentasi rendah, maka kapasitas produksi teh kering meningkat.

Referensi

[1]Ardheniati, m., Andriani, & Amanto, b. s. (2009). kinetika fermentasi pada teh kombucha dengan variasi jenis teh berdasarkan pengolahannya. biofarmasi journal of natural product biochemistry, 7(1), 48–55.
[2]Bariyanto, r. h., Anugraha, r. a., Iqbal, m., industri, f. r., telkom, u., cross, n.,rasional, p. p., &
ortodoks, h. (2015). perancangan material handling equipment pada proses oksidasi enzimatis ke pengeringan bubuk teh menggunakan metode di pt perkebunan nusantara viii rancabali design of material handling equipment in enzymatic oxidation to drying process using rational prod. 2(2), 4353–4360.
[3]Liem, j. l., & Herawati, m. m. (2021). pengaruh umur daun teh dan waktu oksidasi enzimatis terhadap kandungan total flavonoid pada teh hitam (camellia sinesis). jurnal teknik pertanian lampung (journal of agricultural engineering), 10(1), 41. https://doi.org/10.23960/jtep- l.v10i1.41-48.
[4]Sembiring, n. v. n. (2009). pengaruh kadar air dari bubuk teh hasil di pabrik teh ptpn iv unit kebun bah butong karya ilmiah departemen kimia program studi diploma-3 kimia industri diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat untuk memperoleh gelar ahli program studi diploma-.
Diterbitkan
2025-03-01
Bagian
Articles